
"Udah ?"
Alvaro baru saja memasuki mobil
" Udah,pulang kan ?cape gak ?"
"Cape dong Mas,iya pulang aja"
Alvaro melirik ke kartu undangan yang Arisha pegang,dia mendengus kesal kala lihat itu,dan tentu pada orangnya.
"Wow,gak nyangka bisa bertemu Tuan CEO disini,apa kabar Varo ?"
"Ck,ngapain kamu disini ?"
"Duh gantengnya gak ilang ilang,udah lama loh kita gak ketemu,gak kangen sama aku ?"
Alvaro berlalu cuek bersama dengan Sam,mereka baru saja selesai menjamu rekan bisnis mereka sesaat yang lalu,tidak ada angin tidak ada hujan dia harus bertemu lagi dengan Airish,wanita yang pernah menaruh luka pada hatinya.
"Hei,kamu mau kemana ?" Airish menarik tangan Alvaro
Alvaro menepisnya kasar "Pergi,sebelum aku melakukan sesuatu sama kamu"
"Aku kangen sama kamu Varo"
"Dan aku percaya ?jangan harap,aku bilang pergi !!" Nadanya sedikit meninggi.
"Kita ngpbrol ngobrol dulu Sayang,sudah lama kita gak ketemu,dan ini moment yang tepat,bukankah kamu sedang menunggu ku,aku tau sampai saat ini kamu belum menemukan pengganti aku kan ?"
"Tolong hentikan Nona,lebih baik anda pergi" Sarkas Sam,yang sudah melihat Alvaro sudah tak nyaman ,yang dia takutkan Alvaro akan emosi.
"Tenang,aku hanya ingin bertutur sapa dengan dia,mantan terganteng,sumpah aku rindu kamu Varo" Dengan tidak tau dirinya memeluk Alvaro.
Alvaro menyentaknya dengan sedikit kasar,emosinya sudah diubun ubun,tapi Sam menahannya.
"Wow,lama tak bertemu ternyata membuat seorang Alvaro menjadi kasar begini,kamu terlalu muna Sayang,kamu masih mengharapkan aku kan ?tapi sangat disayangkan,aku sudah tak mau lagi sama kamu"
Alvaro mengepalkan kedua tangannya
"Bebh,aku cari cari kamu" Sang kekasihnya datang,mereka berpelukan di depan Alvaro.
"Maaf Bebh,lihat kita ketemu siapa disini ?" Tunjuknya pada Alvaro.
"Wow..wow..mantan kamu Bebh,gak nyangka bertemu lagi disini"
"Ya,dan kamu tau Bebh,dia masih belum melupakan aku,katanya dia rindu padaku"
Alvaro membeliak semakin erat dia mengepalkan kedua tangannya "Sorry,tak ada gunanya aku memikirkan kamu,dan asal kamu tahu aku sudah memiliki yang lebih baik dari kamu"
Dia masih berusaha mengontrol emosinya,berdebat dengan Airish tidak ada guna,hanya membuang buang waktu dan tenaga.
"Oh ya mana ?dia pasangan kamu" Ledeknya dan menunjuk Sam.
"Terlalu berharga aku harus menunjukan dia pada kamu,aku harap kita tidak pernah bertemu lagi"
Alvaro melangkah meninggalkan mereka berdua,namun lagi lagi tertahan.
"Dan aku harap kamu tidak lagi berharap pada Airish karena dia miliki" Ujar kekasihnya dengan memberikan kartu undangan itu.
__ADS_1
Alvaro hanya melirik malas,dia lemparkan pada Sam.
"Buang" Titahnya pada Sam ,tapi Sam lupa tidak membuangnya.
"Mas.." Arisha mengguncang bahu Alvaro yang terlihat melamun.
"Kamu sakit lagi ?" Ujarnya sambil memegang keningnya.
Alvaro tersadar dia memegang tangan itu,dan tersenyum lembut
"Buang itu Sha" Pintanya
"Hah,kenapa harus dibuang ?inikan kartu undangan,sayang kalau dibuang"
"Buang Sha," Pintanya lagi
"Kenapa sih ?ini undangannya untuk minggu depan,gak niat datang apa ?"
"Gak,Sha..jangan buat aku marah,cepat buang"
"Kamu aneh Mas,emang ini siapa sih ?teman kamu ?kenapa gak mau hadir kesana ?"
Alvaro mendesah panjang "Jangan banyak nanya Sha,lebih baik kamu turuti apa kataku"
Arisha menurut walau tak tau ada apa.
"Ini undangan dari mantan kamu Mas ?makanya kamu gak mau datang kan ?"
Alvaro melirik malas "Simpan pertanyaan kamu,lebih baik diam" Ujarnya dingin.
Arisha terdiam sambil mengingat ingat nama Airish yang pernah dia dengar dulu.
***
Mereka pun bergantian membersihkan diri lalu saling mengistirahatkan diri.
"Sini.." Alvaro menarik tangan Arisha,menyuruhnya mendekat,dia cium harum aroma sampo dan sabun yang Alvaro sukai.
Arisha pun mendekat dan kini berada di dalam pelukan Alvaro,dia pun sama suka dengan aroma parfum Alvaro yang masih melekat ditubuhnya.
"Ada hal yang gak harus kamu tau Sha,dia hanya masa laluku" Alvaro tau Arisha masih penasaran soal Airish.
"Masa lalu kamu ?berarti benar dia mantan kamu ?apakah ?" Arisha menutup mulutnya dia ingat Daddynya pernah membahas itu.
"Ya,dia alasan aku tidak mau menikah" Ujarnya jujur.
Arisha terdiam
"Tidur yuk" Ajak Alvaro dia tidak mau membahas lebih jauh lagi dia kecup kening Arisha.
Arisha pun menurut dan tak banyak nanya lagi.Meski ingin kembali bertanya,dia pun tau mungkin alasan dia marah marah kemarin karena itu.
*
*
Hari ini hari terakhir mereka di Jogya,semua pekerjaan sudah terselesaikan,Alvaro hanya tinggal mengecek lagi saja.
__ADS_1
Arisha sedang menghirup udara pagi di depan Vila,dia menikmati waktu terakhir mereka diJogya,walau Alvaro tidak ada .
Arisha jalan jalan kecil disekitaran depan Vila,sambil melihat lihat bunga yang terpajang diarea depan.
Kini matanya tertuju pada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan Vilanya,dia pun menghampiri mobil itu,nampak seorang bapak bapak disana.
"Ada yang bisa saya bantu Pak ?" Tawarnya pada Bapak itu yang sedang berjongkok.
"Eh,iya Ban mobil saya kempis" Ujarnya seraya berdiri.
"Eh,kamu ?kamu yang dulu menyelamatkan Saya kan ?" Ujarnya lagi.
Arisha memicingkan matanya dan mengingat siapa Bapak ini,karena dia pun pernah melihat Bapak ini.
"Ah,iya yang waktu diBandung itu kan ?kok Bapak ada disini ?"
"Iya,Saya akan mengadakan acara pernikahan anak saya disini,Apa kabar kamu Nak ?kamu juga sedang apa ?" Jelasnya.
"Oh begitu,saya sedang menemani Suami saya Pak,beliau disini ada urusan bisnis,Pak masuk dulu yuk,biar saya suruh penjaga Vila ini membantu Bapak"
Pak Bastian nampak ragu,namun akhirnya mengiyalan juga.Dan Arisha menyuruh Pak Suta untuk mengecek mobil Pak Bastian.
"Ini diminum dulu Pak" Pak Bastian sudah duduk dikursi kayu di teras Vila.
"Makasih Nak,nama kamu siapa ?" Pak Bastian menyeruput teh hangat itu.
"Nama aku Arisha Pak "
Pak Bastian hampir tersedak saat mendengar nama itu,Otaknya berputar pada masa lalu,saat sepakat bersama sang Istri untuk menamai anak mereka Arisha.
"Pak hati hati" Arisha menepuk pelan punggung Pak Bastian
Air muka Pak Bastian terlihat sendu dia menatap Arisha secara keseluruhan,dia melihat mata nya disana ada mata yang sama dengan Alm istrinya.
"Boleh Saya tau,nama lengkap kamu ?"
Tanyanya dia berharap benar,karena nama Arisha saja mungkin akan banyak yang pakai.
"Ah,nama lengkap Saya ?kenapa Pak"
"Saya hanya ingin tau" Ujarnya berharap banyak.
Arisha menatap Pak Bastian merasa aneh padanya.
"Oh,nama lengkap saya Arisha Candr..."
Pernyataannya terhenti kala seseorang datang dan memangkas itu.
"Ada apa Anda disini ?" Ujar Alvaro dengan mencebik tak.suka akan keberadaan Pak Bastian disana.
"Alvaro ?"
***
...Bersambung...
Jangan lupa like nya Gaes..aku butuh itu,dan juga comentnya ya,walaupun cuma bilang lanjutππ..
__ADS_1
Tapi maaf aku cuma bisa Up satu kali sehari ππ