
"Tidurlah,sudah malam..sebelum resepsi berlangsung,diluar sana kita tetap biasa saja" Tutur Alvaro.
"Emmm..tunggu Tuan,apa aku masih boleh kuliah ?lalu aku masih ingin bekerja" Tanya Arisha ragu.
Alvaro sempat terdiam lama,terlihat dia nampak berpikir "Lakukan lah hal yang kamu sukai,hanya ingat jangan lupa dengan kewajiban kamu"
Alvaro mulai melangkah menuju ranjang yang super mewahnya itu,dan seperti biasa dia akan bertelanjang dada,sudah jadi kebiasaannya.
Lagi lagi Arisha menutup matanya dengan telapak tangannya,dan membalikan tubuhnya membelakangi Alvaro.
Alvaro kembali terkekeh kecil " Biasakan sejak hari ini melihat tubuhku ini,susah loh para wanita diluar sana yang ingin melihatnya,hanya baru kamu,tidurlah istri ku"
Deg
Semburat rona merah,nampak di kedua pipinya Arisha,tiap Alvaro bilang istri rasanya gimana gitu.
"Emang harus tidur tanpa baju gitu ya ?" Tanya Arisha masih membelakangi Alvaro.
"Udah kebiasaan..tidur Sha ,sudah malam"
Arisha menatap jam di dinding sudah pukul 23.00 malam,dengan langkah berat dan masih menutup matanya dia pun membaringkan tubuhnya diranjang sebelah Alvaro,kembali memangkas jarak diantaranya.
Arisha belum bisa tertidur,dia sudah berusaha memejamkan matanya,namun sulit..Dia memang tak terbiasa tidur ditempat asing seperti ini,apalagi dengan lampu mati,dia paling tidak bisa.
Dia terus bergulang guling disana,mencari posisi seenak mungkin,tapi tak dia dapati.
"Hei,Nona..kamu bisa diam tidak !!" Rutuk Alvaro,dia terbangun dari tidurnya karena sangat terusik oleh Arisha.
"Ma..maaf Tuan,aku tak bisa tidur,belum terbiasa" Ujar nya menyengir.
"Mau aku peluk ?" Sarkas Alvaro
Arisha langsung meraih selimut dan menyelimuti di seluruh tubuhnya,dia pun mencebik tak suka.
"Jangan macam macam Tuan !!" Sela Arisha,semakin merapatkan selimutnya.
Alvaro terkekeh lagi "Macam macam juga sama istri sendiri ini" Seloroh Alvaro.
Arisha menutup mukanya dengan selimut itu,dia menggeleng geleng dibawah sana.
__ADS_1
Alvaro semakin terkekeh begitu renyah,Arisha yang ada dibalik selimut itu pun,ikut terkekeh dia suka mendengat kekehan Alvaro itu.Tanpa sadar sudah keberapa kali Alvaro terkekeh seperti itu di depan Arisha,dimana Alvaro yang selalu nampak angkuh,sombong, dan dingin itu !!
Benarkah apa yang dikatakan Sam waktu itu,kalau apa yang dia lihat dari Alvaro bukan yang sesungguhnya,apa benar sosok Alvaro yang sebenarnya itu berhati hangat ?
Arisha bergelung sendiri dengan pikirannya,dia pun mencoba memejamkan matanya,dan masuk kedalam alam bawah sadarnya,meski lama namun dia bisa tertidur juga.
***
Alvaro bangun terlebih dahulu ,lagi lagi tidurnya merasa agak terganggu karena cara tidurnya Arisha,dia bangun dengan memegang kepalanya yang terasa pening itu.
"Oh,shit !! Cara tidurnya bikin aku tak nyaman,tidurku terus tak nyenyak" Rutuknya sambil menyingkirkan kaki Arisha,dan dia turun dari ranjangnya lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Arisha membuka matanya perlahan,dia memicingkan matanya,dan merasa bingung dirinya ada dimana.Namun setelah nyawanya terkumpul dia sadar ada dimana.
Dia mengambil ikat rambutnya dan mengikatnya Asal "Ah,aku baru ingat aku dimana" Gumamnya sendiri ,lalu matanya mencari keberadaan Alvaro.
Dia berjalan ke arah kamar mandi,namun terdengar suara gemercik air disana.
"Ternyata dia sedang dikamar mandi" Gumamnya lagi,lalu masuk keruang ganti dan mencoba menelisik pakaian pakaian Alvaro.
Kata Ibu dia harus belajar menyiapkan segala peralatan dan keperluan suaminya ,maka saat ini dia berusaha melakukannya.
Hingga dia tak sadar adanya Alvaro dibelakangnya .
"Hei,Nona" Desisnya ditelinga Arisha.
Dan Arisha kembali memekik hebat,jantung nya kembali terpompa keras "Astagfirllah,Tuan..anda mau buat saya mati !!"
"Stttt,pelankan suara kamu,berisik !!" Sahut Alvaro santai.Lalu dia melangkah tapi sengaja ke depan Arisha,dan jelas Arisha berjalan mundur.
Sampai mentok di dinding lemari,satu tangan Alvaro menempel di dinding.
"An..anda mau apa Tuan ?" Ujar Arisha terbata bata.sambil menahan Alvaro supaya tidak menempel padanya.
Harum vanila menguar dihidung Arisha,begitu menenangkan,Alvaro semakin mendekat ,lalu dia menunduk.Dan kini wajahnya sudah berdekatan,repleks Arisha memejamkan matanya.
Namun sedetik,dua detik,tiga detik dia merasa tidak terjadi apa apa,karena saat itu pikirannya tiba tiba menjadi mesum.
Alvaro nampak terkekeh melihat aksi Arisha
__ADS_1
"Cepat mandilah,wanita kok bangun keduluan pria" Desisnya kemudian dan melangkah menjauh dari Arisha,sambil mengambil kemeja disebelah Arisha.
Arisha membuka matanya,dia merutuki dirinya sendiri yang sempat berpikiran mesum ,mengira Alvaro akan menciumnya.Dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi.
"Bodoh,kenapa otak ku jadi mesum begini !!" Rutuknya pada diri sendiri.
Disisi lain ,nampak Alvaro memegang dadanya dibalik bathrobe yang dia pakai itu,merasai jantungnya yang berdetak cepat.
"Sial,niat mengerjai..kenapa jadi aku yang gugup" masih sambil memegang dadanya.
Karena jujur ,tadi dia hanya akan mengerjai Arisha,tapi saat melihat Arisha menutup matanya ,dia jadi tergoda akan merahnya bibir Arisha itu,ingin rasanya dia sergap dan ***** bibir itu,membawanya kedunia kenikmatan,tapi dia tahan karena masih merasai egonya tinggi.
***
"Duh,pake lupa segala lagi " Arisha kembali merutuki diri sendiri,karena lupa tak membawa pakaiannya,yang masih di dalam koper,belum sempat dia bereskan.
"Bagaimana ini " Gumamnya gelisah,masih sambil mondar mandir didalam kamar mandi,dia pun membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya.
"Tuan..." Panggilnya,dia ingin meminta bantuan pada Alvaro,terpaksa pikirnya
Selang beberapa menit tak ada jawaban " Tuan.." Panggilnya lagi,namun tidak ada sahutan lagi.
Dia pun keluar dan mengendap ngendap berjalan dan menengok dibalik ruang ganti,Namun dia tak melihat adanya Alvaro disana,dia pun lega lalu sedikit berlari menuju ke kopernya,dan dia agak sedikit menungging saat mencari pakaiannya.
Dan Ceklek
Alvaro masuk setelah tadi dari ruang kerjanya yang berada disebelah,dia masuk kembali ke kamar ingin mengajak Arisha untuk sarapan.
Namun sesuatu yang mampu sudah mengusik iman nya pagi itu,dia menelan ludahnya secara kasar,dadanya kembali bergemuruh hebat,pandangan di depannya itu sungguh membuat imannya menciut,dan jangan ditanya bagaimana adik kecilnya itu.
"Shit..!!" Rutuknya,lalu berbalik dan kembali keluar,dia memegang dadanya.
"Si al,belum saatnya Dek.." Lirihnya pada adik kecil dibawahnya yang sudah menegang.
Dia pria normal,dan dia akui menginginkan itu,apalagi sudah dua hari tidur bersama seorang wanita muda,tapi dia mencoba menahannya,padahal dia berhak akan hal itu.Tapi Egonya masih tinggi.
Sedangkan di dalam,Arisha tak menyadari nya,dia cuek saja dan berjalan lagi kembali ke kamar mandi,untuk memakai pakaiannya.Hari ini dia akan masuk kuliah.
***
__ADS_1
...Bersambung...