
"Ada apa sih ribut ribut tadi ?"
Pertanyaan itu terlontar dari Mom Ambar yang mendengar sedikit keributan tadi antara Varo dan Risha.
"Tuh anak Mommy lagi merajuk ,aku kan ngidam pengen nyubit hidung Samsul,Eh dia marah"
Jelasnya dan membuat Mom Ambar mengernyit dan selanjutnya tertawa "Halah,nanti juga baik lagi kok" Ujarnya santai.
Arisha manggut manggut "Mommy mau kemana ?" Arisha menatap penampilan sang Mommy yang sudah rapi.
"Oh Mom mau ketemu teman teman Mom dulu,biasa kumpulan" Jawabnya seraya tersenyum manis pada Arisha.
"Risha gak diajak Mom ?"
"Kamu mau ikut ?kalau mau ikut ayo,tapi Mom takut kamu bosan nantinya"
Arisha terdiam "Eh,gak deh..Risha mau nemui Mas Varo nanti siang,gak enak kalau merajuk kaya gitu" Dia berkata sambil terkekeh melihat raut muram dan kesalnya Alvaro tadi.
"Ya udah gimana kamu aja,tapi inget ditemani nanti dan kamu jangan sampe kecapean,Ok"
Tangan Mom Ambar mengelus rambut Arisha lalu turun ke perutnya "Baik baik disitu ya,jangan susahin Bunda kamu nanti" Ujarnya seraya mengecup singkat perut buncit anak menantunya.
"Iya Oma" Jawab Arisha dengan suara dibuat seperti anak kecil.
"Bu Sri,Pak Alan" Teriak Mom pada pelayan yang kini dipercayainya.
Mereka yang terpanggil langsung bergegas menemui Nyonya besar dan Nona Muda mereka.
"Iya Nyonya" Jawab keduanya.
"Tolong kalian jaga menantu saya ini,jangan biarkan dia kecapean" Titahnya pada Bu Sri dan Pak Alan.
"Baik Nyonya" Jawab keduanya lagi.
"Mom pergi dulu Sayang,jangan kecapean ya" Ucapnya lagi seraya mengecup pucuk kepala Arisha dan Arisha hanya mengangguk,setelah keduanya saling mengucap salam.
*
*
*
"Nona,ada yang bisa saya bantu ?" Tawar Bu Sri sesaat melihat majikannya sedang berada di dapur.
__ADS_1
Arisha tersenyum,waktu sudah menunjukan pukul 10.00 siang,seperti niatnya dia akan pergi ke kantor suaminya yang sedang merajuk tadi pagi.
"Bantu aku ya Bu,aku lagi nyiapin makan siang buat Mas Varo" pintanya pada Bu Sri.
"Non,duduk aja..biar Saya yang nyiapin ,kata Nyonya juga kan Non jangan kecapean"
Bu Sri merasa takut kalau sampai Mom Ambar tau dia membiarkan Nona muda memasak seperti ini.
""Gak apa Bu,Ibu bantu aku aja..aku sengaja pengen masakin makanan kesukaan Mas Varo,spesial buatnya" Dia tersenyum cerah.
Bu Sri tetap memaksa biar dirinya yang masak saja,tapi nyatanya Arisha juga tetap memaksa,dan perdebatan tetap dimenangi Arisha.Arisha bilang,kalau Mom Ambar sampai menegur Bu Sri biar dia yang hadapi,mau tak mau Bu Sri mengangguk dan hanya membantu sekiranya.
Makanan yang Alvaro sukai sudah tersaji ditempat makan,Arisha tersenyum cerah kala menatapnya,Alvaro pasti tidak akan merajuk lagi ,pikirnya.
Dan pukul 11.30 dia sudah siap untuk segera pergi,tanpa mengabari suaminya sama sekali,dia pikir itu kejutan untuk Alvaro,karena memang sudah lama juga dia tidak mengunjungi kantor Alvaro setelah beberapa kejadian menimpanya dan setelah hamil.
Alvaro sangat melarang Arisha untuk kembali bekerja,dia tidak mau mengambil resiko untuk Arisha dan calon anak mereka.
Dengan diantar supir,Arisha menaiki mobil miliknya ya miliknya karena itu mahar yang dulu Alvaro berikan.Dan sekitar 40 menit perjalanan ,Arisha sampai di depan gedung yang menjadi tempat suaminya bekerja berjuang mencari nafkah untuk dirinya.
Sambutan hangat Arisha dapatkan,juga beberapa kali bercakap ria dengan beberapa teman dulunya,dengan menaiki lift khusus pemimpin dan orang orang tentu dia tak berhenti untuk mengulas senyum.Selain ingin memperbaiki mood suaminya dia juga sedikit rindu pada Varo.
"Mbak Neli,apa kabar ?" Sapanya pada Neli yang masih menjadi sekretaris suaminya,semenjak dulu adanya peraturan soal pakaian,pakaian Neli pun berubah terlihat sopan dengan memakai celana panjang.
"Eh,Risha..mbak baik,kamu gimana ?Eh,maaf Nona Risha maksudnya" Dia meralat panggilannya.
"Gak enak No,jadi panggil Non aja ya" Ujarnya lagi "Eh,udah kelihatan..sehat sehat ya baby" tangannya terlampir mengelus perut Arisha.
"Eh,Fathan apa kabar Mbak ?udah lama gak ketemu ya" Fathan adalah anak dari Neli pernah bertemu beberapa kali dulu.
"Baik kok,kapan kapan kita ketemu yuk,kita ngobrol bareng lagi ke dulu" Dan Arisha mengiyakan,lalu mereka sedikit mengobrol lagi.
"Non,tunggu aja disini..Pak Varo sebentar lagi selesai kok" Ujarnya yang memberi tahu kalau Alvaro sedang ada rapat mingguan dengan staff pilihan.
"Hum,makasih Mbak..aku tunggu disini aja" Jawabnya dan Neli mengangguk lalu pamit undur diri ke tempatnya.
Arisha menunggu Alvaro karena sedikit bosan dia berjalan mengitari ruangan kantor suaminya,dia tersenyum kala melihat foto dirinya di atas meja kantor suaminya,dia kembali melihat lihat.
Alvaro yang sudah selesai rapat berjalan menuju ruangannya dengan Sam dibelakangnya.
"Sam,kamu sudah reservasi tempat kan untuk kita makan siang" Tanyanya pada Sam dengan sambil berjalan masih belum tau keberadaan istrinya.
"Sudah Pak,sudah siap" Jawab Sam dan Alvaro hanya mengangguk.
__ADS_1
"Pak Alvaro,maaf saya hanya memberi tahu di dalam ada istri Bapak,beliau menunggu Bapak" Ujar Neli,kala melihat Alvaro sudah mendekat ke arahnya.
"Arisha maksud kamu ?"
"Iya Pak".."Bapak pikir siapa,masa Bapak punya istri lain" Batinnya bermonolog.
Alvaro tersenyum dan segera bergegas untuk segera masuk di susul Sam,dan benar saja nampak istrinya yang sedang duduk di Sofa sambil bermain ponselnya.
"Mas.." Arisha yang merasa pintu terbuka mendongkak dan menatap disana sudah ada Alvaro.Dia menyimpan ponselnya lalu berdiri dan menghampiri Arisha.
Dia langsung memeluk Alvaro,tapi tidak ada balasan dari Alvaro dia cemberut.
"Mas,masih marah sama aku,maaf iih jangan marah lagi calon Ayah" Rayunya.
"Kenapa kamu ada disini ?" Tanyanya sekenanya,dia pura pura masih merajuk padahal hatinya sudah riang gembira didatangi sang istri.
"Aishhh,gak boleh aku kesini,sini duduk deh aku bawain makan untuk kamu Mas,tada ini makanan kesukaan kamu loh" Dengan antusias dia membuka kotak makannya.
Alvaro menatap binar makanan kesukaannya ada di depan mata,lalu matanya beralih ke Sam mengisyaratkan untuk membatalkan reservasi untuk makan siang mereka dan Sam mengangguk mengerti.
"Lihat kan,ayo makan..ini aku yang masak loh" Ujarnya bangga dan itu malah membuat Alvaro membelalakan matanya.
"Kamu masak Sha ?" Tanyanya sarkatis.
"Iya demi kamu,suami aku yang lagi merajuk ini" Jawabnya seraya menjawil hidung Alvaro,mencoba mencairkan mood buruk Alvaro.
"Kenapa,kamu kan gak boleh kecapean Sha,pake datang kesini segala"
"Kamu kan lagi merajuk ya aku inisiatif lah,kamu gak mau,ya udah aku pulang lagi aja,kamu gak menghargai usaha aku" Dia cemberut kala melihat reaksi Alvaro yang malah mengomelinya.
"Sayang,bukan begitu..aku hanya gak mau kamu kecapean,kamu harus banyak istirahat Sayang"
"Kamu yang merajuk tadi pagi,ya aku pengen baikan sama kamu" Bibirnya kembali mengerucut lucu dan itu memancing Alvaro.
Cup
Alvaro pun mengecup bibirnya itu singkat lalu memeluk Arisha.
"Aku gak marah Sayang,aku hanya pura pura aja kok,ya udah kita makan bareng ya,makasih loh..aku makin Sayang sama kamu"
Dan mereka pun saling berpelukan lalu makan siang bersama sama.
***
__ADS_1
...Bersambung...
Note :Masih mau lanjut gak ?Likenya kok melemah sih😌😌..jadi bikin gak semangat aku😔😔..