
Dua bulan sudah Alvaro dan Arisha tak pernah bertemu,saat itu Alvaro sudah memutuskan untuk menghentikan rencana konyolnya.
Alvaro juga sudah bicara pada kedua orang tuanya,walaupun sempat kembali berdebat dengan Sang Mom.
"Varo,Mom ingin kamu menikah..Mom.ingin punya cucu dari kamu,kamu mau biarin Mom mati tanpa pernah merasakan punya cucu" Sungut Mom Ambar.
"Mom,aku sudah tak mau membahas soal ini lagi" Keluh Alvaro merasa cape,Mom Ambar selalu membahas soal itu.
"Ok,terserah kamu..lakukan apa pum yang kamu mau,Mom tidak akan tinggal disini lagi,terserah kamu sekarang,mau nikah ke mau gak ke,terserah kamu..tapi ingat Mom tak akan peduli lagi sama kamu" Mom Ambar meninggalkan Alvaro.
"Please Mom jangan seperti ini,Mom mau pergi kemana ?"
Mom Ambar tak menjawab,dia sedang melakukan panggilan telepon dengan seseoramg.
"Sudah Varo,tinggalkan Mom kamu sendiri" Sahut Dad Ronald
"Tapi Dad.." Dad Ronald menepuk nepuk punggung Alvaro dan menyuruhnya keluar dari kamar mereka.
Alvaro meraup wajahnya kasar,dia muak tiap kali harus membahas soal itu.Pendiriannya masih tetap sama tidak mau menikah,dan jatuh cinta lagi.
Namun sepertinya ada yang dia tidak sadari akan hatinya,hati yang sempat dia tutup rapat rapat,dan tak pernah mau melirik seorang wanita lagi,seperti sirna karena ada sosok yang membayanginya saat ini.
Ya perkenalan dengan Arisha selama dua bulan,dan perpisahan dengannya dua bulan juga,membuat dirinya merasai ada rasa senang ,dan kehilangan.
Dia suka sikap jujurnya dan apa adanya Arisha,wanita yang kadang membuatnya kesal,tapi justru membuatnya senang.Tanpa dia sadar dihatinya sudah ada Arisha.
Selama dua bulan tak pernah bertemu lagi dengan Arisha,membuatnya uring uringan,ada rasa keinginan untuk menghubungi Arisha,namun gengsinya dan egonya masih tinggi ,dia rindu aksi konyol Arisha.
Rasa yang tak ingin jatuh cinta lagi,ternyata hati kecilnya menampik itu,buktinya dia sudah jatuh cinta sama Arisha,tapi memang belum dia sadari sama sekali,masih tertutup oleh egonya.
*
*
*
*
Dan hari ini setelah pulang dari pertemuannya dengan klien disebuah restoran yang tak jauh dari taman tempat Arisha dan Fian berada.
"Sam,berhenti sebentar" Serunya pada Sam yang sedang melajukan mobilnya.
Sam pun menghentikan mobilnya,dan menoleh pada Alvaro "Ada apa Pak ?" Tanyanya.
__ADS_1
Alvaro nampak terdiam ,dia masih memandang Arisha dengan tatapan yang sulit diartikan,Sam pun melirik ke arah mata Alvaro melirik.dan Sam tau siapa yang sedang Alvaro pandang itu.
" si alan.." Rutuk Alvaro tak terduga,tangannya sudah terkepal kuat ,tatapannya sudah tajam.Sam mengurutkan keningnya,tak mengerti pada sikap Alvaro itu.
Lalu dengan gerakan cepat Alvaro turun dari mobil dan menghempaskan pintu mobil dengan cukup keras,sampai Sam pun terkaget kaget.
Dengan langkah cepat Alvaro menelusuri jalan taman itu,dengan rasa amarah di dadanya,entah dia marah karena apa ,saat melihat Arisha sedang berpegangan tangan dan bersenda gurau dengan Fian.Sam pun mengikuti langkah Alvaro.
Dengan satu tarikan dia menarik tangan Arisha,Arisha terkaget seketika ,dia menatap tajam pada Alvaro.
"Eh,anda apa apaan Tuan ?" Sergah Fian,saat tangan kekasihnya itu ditarik Alvaro.
"Kalian yang apa apaan ?" Sentak Alvaro.
"Eh,Tuan anda yang sudah menarik tangan saya tiba tiba,datang datang langsung bicara tak jelas" Sungut Arisha ,sambil menhempaskan tangannya.
"Apa kamu lupa,kalau kamu itu kekasih aku Nona Arisha ?"
"Hah,Kekasih palsu anda maksudnya ?apa anda lupa Tuan,kalau dua bulan yang lalu anda sendiri yang sudah menyudahi kesepakatan itu"
Jleb
Alvaro baru teringat akan hal itu,rasanya dia sangat malu sekali ,dan entah kenapa dia bisa seperti itu.Apakah dia cemburu ?
"Anda dengar Tuan,dan sekarang Arisha adalah kekasih Saya" Sergah Fian ,kembali menarik tangan Arisha.
Lututnya seketika terasa lemas,Kekasih ?mereka sudah menjadi kekasih ?
Ah kenapa rasanya tak rela...Dengan gerakan cepat dia berpaling dan melangkah meninggalkan dua sejoli itu.
"Dasar manusia aneh.." Rutuk Fian.
"Iya dia memang aneh .." Sahut Arisha,tapi entah kenapa saat melihat Alvaro ada rasa kesenangan tersendiri,dan saat Alvaro pergi dia jadi sedih.
"Pulang yuk Fi..udah malam juga,pasti tuh dua bocah pada nungguin,soalnya udah janjian mau nonton drakor nanti" Oceh Arisha.
"Ya udah yuk,kita pulang" Fian mebawa Arisha pulang dari sana,dengan motor kesayangannya itu.
***
"Sam,ke kelab biasa.."
Kepalanya tiba tiba pusing,hatinya tiba tiba panas,lebih panas saat melihat lagi interaksi mereka berdua.
__ADS_1
Sam pun mengiyakannya,dan sesaat itu Alvaro menelepon David dan Doni,untuk menemaninya.Saat ini dia butuh alkohol untuk meredakan panas dikepala dan hatinya.
"Wow..wow..ada apa tiba tiba memanggil kita kesini" Seru Doni.
"Lagi patah hati mungkin,ckckckck" Sahut David.
"Bacot lu pada..temani gue disini" Seru Alvaro,dia sudah melepaskan jasnya ,hanya meninggalkan kemeja putihnya.
"Santai Bro..ada apa ,ada apa ?kali aja gue bisa bantu lu ?" Sergah Doni.
"Kalian cukup temani gue minum aja,tanpa banyak bacot !!" Sungut Alvaro,sambil terus menegak minuman di depannya.
"Gak asyik lu ah .." Seru David,dia memanggil wanita penghibur ,untuk sekedar menemaninya.
"Kayanya lu butuh pelepasan deh Var,kasian ular loe gak pernah ngeluarin bisanya ditempat yang layak" Celoteh Doni.
"Saya bisa memuaskan anda Tuan.." Seru wanita seksi yang kini ada disamping Alvaro.
"Hahah,bener tuh kata Doni,kayanya lu butuh pelepasan,ular loe masih murni kan..santap tuh dia" Kelakarnya juga
"Sangklek kalian.." Alvaro melempar makanan kecil yang ada disana pada mereka.
Tapi mereka masih terus meledek dan menertawakan Alvaro.
Sekalut kalutnya Alvaro,dia tidak akan pernah tergoda pada wanita,apalagi hanya untuk melampiaskan hasrat,dia bukan laki laki seperti itu.Dia masih normal,dan menginginkan yang halal,walaupun tak serbesit dia untuk mau menikah.
Alvaro sudah mabuk parah,akibat terlalu banyaknya minum,berjalan pun sampai sempoyongan,beruntung ada Sam disampingnya yang selalu sigap.
"Biar saya saja yang bawa.." ujar Sam,pada wanita penghibur itu,David dan Doni pun sudah mabuk parah tapi Sam hanya membiarkan mereka.
Sam pun membawa Alvaro pergi dari sana,dan mendudukan Alvaro dikursi penumpang,Alvaro terus meracau tak tentu,dan Sam Geli mendengarnya.
"Arisha.."
"Hey,wanita bodoh,konyol ,aneh.."
"Arisha..woi.." Rancaunya,yang terus memanggil nama Arisha.
Sam tersenyum simpul,ternyata yang membuat Alvaro seperti ini karena Arisha.Sam pun membawa Alvaro pulang ke apartementnya,karena kalau pulang ke rumahnya lumayan jauh.
***
...Bersambung...
__ADS_1
...Seperti biasa tinggalkan Like,Coment dan Vote...