
Hamil dan melahirkan adalah kodrat utama sebagai seorang wanita,dimana semua wanita di dunia pasti akan merasakan hal itu.Hamil dan Melahirkan bukan perkara yang gampang,perlu perjuangan yang lumayan panjang dan tentu merasakan kesakitan,dan semua wanita di dunia pun ingin merasakan melahirkan secara normal merasakan bagaimana beratnya perjuangan seorang ibu.
Itu yang Arisha rasakan,saat kontraksi mulai dia rasa,dan saat itu rasanya seluruh tubuhnya sangat sakit,bahkan dia sempat untuk menyerah.Alvaro pun sempat ketakutan melihat kesakitan yang Arisha rasakan,dia juga sempat meminta dokter untuk melakukan operasi caesar saja.
Tapi Arisha menolaknya mentah mentah,dia tetap ingin melakukannya dengan normal,memperjuangkan anaknya dengan sungguh sungguh,lagian dokter juga bilang semuanya bagus dan Arisha bisa melahirkan secara normal.
"Ibu tarik nafas dan terus keluarkan lagi,kalau bisa dipakai jalan jalan kecil aja dulu,biar lancar nanti" dokter kandungan yang menangani Arisha terus berpesan seperti itu,tapi nampaknya Alvaro tak terima
"Anda bagaimana Dok,istri saya sedang kesakitan,kenapa anda malah nyuruh dia jalan jalan" Rasa khawatir yang tinggi itulah yang membuat Alvaro begitu emosional,ini pertama kali baginya.
Melihat Arisha kesakitan seperti ini membuatnya ikut kesakitan juga,tak tega sangat tak tega.
"Varo,Dokter Rara benar,wanita yang mau melahirkan secara normal memang seperti ini,kamu jangan marah marah gitu ah" tegur Mom Ambar.
"Tapi Mom,aku sungguh tak tega Mom" lirih Alvaro masih mengelus elus punggung Arisha.
"Sabar,Risha wanita kuat kok..justru kamu disini bantu untuk nguatin dia,bukan malah nakut nakutin dia"
"Benar Pak Varo,nanti setelah anak anda lahir,semua rasa khawatir pasti ilang,kuatkan istri anda,kasih diam semangat" ucap dokter Rara kembali menguatkan Alvaro lagi.
Semua keluarga tengah berkumpul di depan ruang persalinannya Arisha,Pak Bastian juga keluarga Arisha turut hadir,bukan hanya itu sahabat Arisha pun hadir Anin dan Dita juga Samuel turut hadir disana.
Kabar akan melahirkannya Arisha pun sudah menciut diberbagai surat kabar,tentunya kabar itu adalah kabar membahagiakan untuk semua,apalagi mereka tau anak pertama Alvaro dan Arisha itu adalah penerus dan pewaris pertama keluarga Sanjaya.
***
Setelah menunggu berjam jam akhirnya pembukaan Arisha sudah sempurna,semua sudah dipersiapkan untuk menyambut kelahiran anak pertama mereka.
Arisha pun sudah terus terus menerus mengikuti instruksi dokter Rara,Alvaro masih setia berada disamping Arisha,menemaninya dan memberinya kekuatan serta tak lupa juga do'a.
Begitu juga dengan keluarga di luar ruang persalinan pun ikut berdo'a juga,terlihat Pak Bastian yang tak berhenti mondar mandir disana.
"Siap ya Bu Risha,sekali lagi ikutin saya ya" ujar Dokter Rara memberi aba aba lagi.
__ADS_1
"Tarik nafas,lalu mengejan ya"
Arisha kembali mengikutinya,hingga berkali kali "Kepalanya udah kelihatan Bu,ayo sekali lagi..tarik nafas dan mengejan lagi ya."
"Mas,aku lelah" lirihnya pada Alvaro.
"Kamu bisa sayang,kamu pasti bisa..ayo kita berjuang sama sama,kamu bisa"
Selama Arisha mengejan dia pun sama ikut mengejan,bahkan diapun sama merasakan sakitnya karena kuku tangan Arisha menancap ditangan kekarnya juga,itu tak apa dia tau Arisha lebih merasa kesakitan lebih darinya.
"Gak,kuat Mas.."
"Kuat,kamu pasti kuat kok..Aku mencintai kamu,aku sangat mencintai kamu,sedikit lagi please" Entah keberapa kali dia menciumi pucuk kepala Arisha dan kata keramat nan ajaib yang selama ini selalu Arisha tunggu Alvaro ucapkan saat itu.
Entah betapa sangat berbunga bunganya hati Arisha,saat Alvaro mengatakannya.
"Tadi kamu bilang apa Mas ?coba ulangi" pintanya lagi.
"Aku Mencintaimu,I Love u.." ungkapnya lagi,seperti sebuah kekuatan Arisha tersenyum lalu menarik nafas dan mulai mengejan kembali.
"Oekk..oekkk" tangisnya begitu menggelar diruangan itu,peluh keringat membasahi Arisha dan Alvaro membantu mengelapnya,tak lupa dia terus berucap syukur.
Benar setelah anak mereka lahir,rasa khawatir berubah menjadi rasa haru dan bangga.Arisha tak kuasa menahan air matanya begitupun dengan Alvaro.
"Selamat ya Pak Alvaro dan Bu Arisha,sesuai yang kalian mau anaknya laki laki,ganteng seperti Ayahnya,kami mandikan dulu ya" ujar dokter Rara.
"Mas.."
"Iya Sayang,anak kita..makasih ,makasih udah kasih kebahagian ini,Aku sayang kamu,Aku cinta kamu"
Alvaro memeluk Arisha lagi,tanpa rasa malu kalau disana masih ada suster.
***
__ADS_1
Bayi tampan yang beberapa menit lalu itu sudah selesai dibersihkan,Arisha pun sudah dipindahkan keruang rawat inap,yang tempatnya sudah disulap dengan berbagai pernak pernik lucu.
Bayi tampan itu pun sudah selesai diberi adzan oleh Alvaro juga Pak Bastian ikut serta,semua keluarga juga sudah berkumpul disana,satu persatu memberi ucapan selamat dan menggendong bayi sultan itu.
"Selamat Sayang"
"Makasih Mom,semua berkat do' dari Mommy dan yang lainnya juga"
Mereka sangat gemas melihat betapa tampannya bayi itu,bayi yang masih dalam kandungan saja sudah diperebutkan oleh Ayah dan Kakeknya itu,bahkan saat baru lahirpun nyatanya mereka masih memperebutkan itu.
"Hai,jagoan Opa..nanti Opa bakalan ajarin kamu,nanti ikut Opa ya"
"No,dia harus ikutin aku Ayah,dia anak aku..dan sesuai kesepakatan dia akan jadi penerus aku"
Tuhkan mereka masih saja tak mau mengalah
"Sstttt,kalian berisik tau gak..masih aja mempeributkan itu,dia baru lahir..udah kamu bikin lagi sana,kalau perlu bikin kembar 3 sekalian,biar gak berebutan kek gini"
Pernyataan Mom Ambar membuat seisi ruangan tertawa,sedangkan Arisha mencebik..baru aja melahirkan udah disuruh bikin lagi,teory macam apa itu.
Nyatanya mereka berdua hanya bercanda,Bayi tampan yang belum mereka kasih nama itu,setelah besar nanti mereka tak akan memaksakan sesuai yang sering mereka ributkan itu,pilihan tetap mereka akan tentukan pada pilihan sang anak sendiri.
Mau jadi apapun nanti setelah dewasa,mereka tak akan mempermasalahkannya,asalkan itu tetap hal baik bagi dirinya sendiri.
Arisha dan Alvaro merasakah kebahagian tak terkira,lahirnya anak pertama mereka benar benar membawa kebahagian itu,semua orang pun sama merasakan kebahagian itu.
Semua masalah kecil dan besar sudah Alvaro dan Arisha lalui,pertemuan awal mereka yang tak menyenangkan mengantarkan mereka pada kebersamaan,hingga mereka melahirkan anak pertama mereka buah cinta mereka,saksi cinta mereka.
"Revano Alshaka Sanjaya"
Nama yang Arisha dan Alvaro berikan.
***
__ADS_1
...Bersambung...
Maaf telat ya🙏..gak mau ngasih alasan,takut dibilang banyak alasan,yang pasti aku minta maaf aja🙏🙏😘