Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 43. Perasaan


__ADS_3

Setelah puas saat itu,mereka sudah terlelap tidur dengan saling berpelukan satu sama lain,mencari kehangatan satu sama lain. 


Lagi lagi kini mereka tertidur tanpa ada gangguan terutama Alvaro,Arisha tidur begitu tenang seperti bayi. 


Alvaro bangun lebih dulu 


"Aneh,biasanya kamu tiduŕ gak beraturan,apakah begitu nyaman berada dalam.pelukan ku ?" Alvaro bergumam sendiri,karena Arisha masih terlelap tidur. 


Dia elus kepala Arisha dengan lembut,Menikah ?satu kata yang sempat dia hindari tepatnya sejak dua tahun yang lalu,rasa percaya pada wanita sirna dan pudar karena sebuah luka. 


Bertemu dengan Arisha adalah kesalahan bagiñya ,awal pertemuan yang tak terduga dan banyak lagi hal yang mengharuskan mereka bertemu. Namun kini sebuah anugerah.


Sempat berkeinginan tidak akan mengenal cinta lagi,tapi kini harus dia telan ,karena nyatanya itu hadir kembali di dalam hatinya,bersama Arisha dìa bisa tertawa lagi,bersama Arisha dia menemukan dunianya yang sempat hilang ,ke konyolan Arisha lah yang membuatnya nyaman. 


Tanpa dia sadari di dalam hatinya sudah ada Arisha ,mungkin bisa dibilang terlalu cepat,tapi itu yang dia rasakan,sebuah cinta untuk Arisha. 


Alvaro kecup kening dan pipi Arisha,ada pergerakan sedikit darinya.Arisha mengeliat dan ikut terbangun.Melihat Alvaro ada disampingnya dan tersenyum padanya. 


Membuat Arisha lagi lagi tersipu malu,dia tutupi wajahnya dengan selimut. 


"Pagi.. kamu kenapa kalau tidur selalu ileran" celetuk Alvaro. 


Membuat senyum Arisha memudar,lalu dia usap bibirnya dan melihat bantal. 


"Gak ya aku gak ileran" pungkasnya,tapi masih sambil mengusap bibirnya. 


"Nah ini apa,mana ditubuh aku ini lagi"  


Replek Arisha mengelus elus dada bidang Alvaro "Mana gak ada" pungkasnya lagi. 

__ADS_1


Alvaro tersenyum jahil "Haha,bilang aja kenapa sih kalau maupegang pegang Sha" Selorohnya lagi,Arisha cemberut dan memukùl kecil bahu Alvaro. 


"Gak lucu tau gak sih " Ujarnya masih cemberut. 


Alvaro menarik tangan Arisha,dan memeluknya bahkan dia kecup pucuk kepala Aŕisha.Arisha tak berkutik dia diam. 




Setelah selesai makan siang baru Alvaro dan Arisha harus pulang dengan dijemput supirnya,dia tidak bisa lama  berada disana ,karena pekerjaan sedang menantinya di Jakarta. 


"Risha pamit ya Pak,Bu ,Kak,Ra" pamitnya pada keluarga disana. 


"Iya Sayang,jaga diri baik baik ya Nak,ingat semua pesan ibu sama kamu" 


"Insya Allah Bu" Sahut Arisha,mereka berpelukan dengan sayang. 


Alvaro juga berpamitan pada kedua orang tua Arisha,yang sekarang sudah menjadi mertuanya itu. 


Disepanjang perjalanan ada perubahan pada mereka berdua,mereka saling berbincang banyak hal,tekad untuk saling mengenal satu sama lain,mereka jalani perlahan,terkadang candaan konyol Arisha layangkan dan Alvaro membalas juga candaan itu. 


*** 


Satu minggu kemudian,minggu lalu Arisha dan Alvaro sudah fitting baju pernikahan mereka berdua,baju warna pink nude dan abu adalah pilihan Mom Ambar ,bagi Arisha sendiri dia setuju saja karena dia menyukai apa yang Mom Ambar pilihkan. 


Undangan juga sudah tercetak sebagian,diperkirakan Mom Ambar membuat 1000 undangan,itu baru perkiraan saja,mengingat siapa Alvaro jadi akan banyak yang mereka undang,Mom dan Alvaro tak perduli pada Daddy karena selalu menentang dan terus menentang itu. 


"Sha,besok aku akan ke jogya ada pembuatan resort baru disana,tolong minta siapkan pakaian aku ya" Ujar Alvaro 

__ADS_1


"Jogya?sendiri ?" 


"Sama Sam.." Sahut Alvaro singkat dia kembali fokus pada layar laptop di depannya. 


Arisha nampak terdiam "Kamu gak berniat ngajak aku gitu,biasanya kan jogya cocok buat tempat Honeýmoon" Celetuknya,namun dia kembali mengatupkan mulutnya. Dia sadar sudah salah bicara. 


Alvaro menyimpan laptopnya di meja,dia tersenyum menyeringai mendengar pernyataan Arisha. 


"Kenapa ,kamu ingin bulan madu ?ah,iya aku lupa kita memang belum bulan madu" Seloroh Alvaro ,dia berdiri dan menghampiri Arisha,tapi Arisha segera bergerak waspada . 


"Kamu mau bulan madu ?kamu sudah siap memberikan hak aku ?" 


Arisha terdesak kala itu,Alvaro semakin mendekat pada dirinya dan kini mentok di dinding. 


"Emmm..anu itu,bukan itu maksudnya,aku tadi salah bicara" Kilahnya pada Alvaro. 


"Dan aku percaya ?come on baby,kita bersenang senang disana" Bisiknya pada telinga Arisha. 


Alvaro semakin menyeringai,tadinya dia memang tidak akan mengajak Arisha ,mengingat dia sedang kuliah,tapi pernyataan Arisha tadi sudah memancing Alvaro.


"Tidak..tidak aku hanya bercanda" Kilahnya lagi,lalu berlari dan lepas dari kungkungan Alvaro. 


Menutup pintu kamar mandi dengan cepat,dan dia merutuki dirinya sendiri sudah salah bicara tadi,jujur dia masih ragu akan pernikahannya,dan juga dia ragu untuk memberikan kewajibannya pada Alvaro,yang dia ingini mereka melakukannya karena cinta,dia hanya takut bila suatu saat Alvaro akan meninggalkannya. 


Bisa saja kan itu terjadi,meski Alvaro bilang tak akan melakukannya,tapi tetap dia merasa takut,tapi tidak selamanya dia bisa menghindar kan !!dia akan berdosa banyak karena itu. 


Jantungnya berdegub kencang ,jelas terlihat dia begitu gelisah saat itu. 


"Aduh..bagaimana ini" Batinnya berteriak. 

__ADS_1


*** 


Next 👉


__ADS_2