Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 74. Pecel Lele


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukan pukul 23.00 malam,baru saja dipukul 21.00 malam keduanya baru terlelap.Kehamilan Arisha sudah berjalan lima bulan ini,semuanya sehat sehat kenaikan badan tentu Arisha rasakan seiring berjalannya waktu.


Namun masa mengidamnya ternyata masih dia rasakan,seperti malam ini.Entah dia merindukan masakan Ibu angkatnya Bu Anggi makanan kesukaannya yaitu pecel lele.


Gak mungkin kan malam itu dia harus ke Bandung,sungguh keterlaluan pikirnya,tapi apalah daya saat sang jabang bayi menginginkan itu,minimal bisa makan saja itu sudah cukup walau bukan buatan sang Ibu.


Setelah kejadian buruk beberapa bulan lalu,Mom Ambar ikut tinggal di rumah Alvaro bersama Arisha,dan semua pelayan juga pekerja yang sebelumnya diberhentikan dan digantikan dengan yang baru setelah melewati berbagai seleksi.


Keamanan semakin diperketat saja,dan untuk makanan pun Mom Ambar sendiri yang turun tangan secara langsung,benar benar mencegah.


Untuk Pak Bastian sendiri keadaannya semakin membaik,dia pun kembali mengambil tugas perusahaanya setelah sebelumnya meminta sang adik untuk menangani segalanya.


Perusahaan Alvaro pun semakin membaik malah lebih baik,segalanya berjalan lancar sebagaimana mestinya.


kembali ke keinginan Arisha yang ingin pecel lele,dia bangun dari tidurnya melihat Alvaro yang terlelap rasanya tak tega.


"Gimana ini,Mas Varo terlihat terlelap sekali,kasihan kalau aku ganggu dia" Keluhnya diapun turun dan menuju lantai bawah menuju ke dapur.


Berharap menemukan makanan apapun lah yang bisa mengenyangkan pikirnya,walaupun dia tetap ingin pecel lele,air liurnya sudah sangat mengharapkan itu.


Dengan langkah kecil dia melangkah turun ke arah dapur,lampu ruangan sudah redup sejak tadi pertanda semua penghuni sudah pada terlelap tidur.


"Duh,,gelap sekali" Cicitnya,mau menghidupkan lampu takut menganggu,akhirnya hanya lampu dapur yang dia hidupkan.


Di dapur hanya ada sisa makanan tadi malam,ada beberapa snack dan juga kue,dia mengeluh dan akhirnya hanya mengambil kue saja.


Dia pun duduk dikursi makan,dengan masih sambil membayangkan pecel lele yang nikmat.


"Sayang.."


"Astagfirllah,Mas iihh kamu ngagetin aku aja tau" Rutuknya pada sang suami yang tiba tiba datang dengan nafas yang ngos ngosan.


Alvaro tetiba langsung memeluk Arisha,tadi dia terbangun karena pergerakan Arisha,dan benar saja saat matanya terbuka Arisha tidak ada disana,dengan wajah panik dia mencari keberadaan Arisha yang nyatanya sedang di dapur.


Alvaro melenguh reda kala sudah menemukan istri tercintanya itu.


"Mas,pengap Astgfirllah" Rengek Arisha dipelukan Alvaro,Alvaro pun sadar dia melebarkan pelukannya.

__ADS_1


"Maaf,kamu sedang apa disini ?lapar ?kenapa gak ngebangunin sih ?kan bisa bangunin aku" Panjang lebar Alvaro bertanya membuat Arisha memutar bola matanya.


"Tanyanya satu satu kali Mas,iya aku lapar,tapi gak tega bangunin kamu Mas"


Mereka sudah duduk kembali "Aku suami kamu,aku juga calon ayah dari anak kita,kenapa harus merasa direpotin sih"


"Iya gak enak aja Mas,tapi akhirnya kamu terbangun juga kan" Dia menyengir menampilkan gigi indahnya dan Alvaro suka itu.


"Kamu mau makan apa ?cuma makan kue ?" Tanyanya pada Arisha.


Arisha nampak terdiam,dia ingin mengutarakan keinginannya tapi tetap merasa tak enak,karena memang selama ini dia tidak pernah meminta sesuatu saat malam hari begini.


"Kenapa diam ?gak enak ?takut merepotkan aku ?Sayang,,aku kan bilang aku ini.."


"Aku ingin pecel lele" Sergah Arisha sebelum Alvaro melanjutkan cicitannya yang sebelumnya dia katakan,Arisha merasa geli kalau Alvaro mengatakan itu.


Alvaro mengembangkan senyumnya saat Arisha mengutarakan keinginannya itu.


"Pecel lele ?" Dia mengulang itu,dan melihat arah jam sudah pukul 23.00 lebih,dia berpikir apa masih ada penjual restoran dijam segini.


"Kamu tunggu disini,biar aku cari ya kali aja ada yang buka"Sarannya,tapi Arisha menahan tangan Alvaro "Kenapa ?" Tanyanya.


Alvaro mengernyit "Diluar dingin,aku aja yang beli ya,kamu diam dirumah" Sarannya lagi,tapi nyatanya Arisha gak mau dia tetap ingin ikut bersama Alvaro,Alvaro pun menghela dia pun mengalah dan memakaikan jaket tebal pada Arisha.


Senyum sumringah Arisha tunjukan dan itu cukup membuat Alvaro ikut bahagia juga.


"Ayo anak Ayah kita berangkat,kamu tenang aja minta apa pun sama Ayah,Ayah pasti kabulin kok,kamu juga tau kan uang Ayah banyak" Cicitnya di depan perut Arisha.


Arisha mencebik tak suka ,"Tutup telinganya De,jangan dengerin Ayah,Ayah kamu itu terlalu sombong,dasar Mr.Arrogant" Ujarnya dan segera berlalu meninggalkan Alvaro,Alvaro hanya tersenyum geli.


"Emang kenyataannya begitu kan,uang aku banyak" Sombongnya lagi,dan dapat cubitan dari Arisha.


"Awww...ampun..ampun Bunda,ampun ya" Pintanya dan mereka tergelak bersama,sebelum pada akhirnya pergi untuk mencari yang Arisha mau.


*


*

__ADS_1


*


"Mas,stop tuh ada yang masih buka,masih ramai pula" Cicit Arisha dengan menunjuk stand pedagang kaki lima yang biasa menjual pecel lele atau makanan lainnya,yang ternyata memang masih ramai dengan para pengunjung.


Alvaro menautkan kedua alisnya,padahal dibenaknya dia mencari restoran bukan pedagang kaki lima seperti ini,pikirnya.


"Gak,gak disini..kita cari tempat lain" Sergahnya.


"Eh..nggak gak,udah disini aja emang mau kemana lagi sih ?kan itu ada"


"Kita cari restoran Sha,bukan ditempat yang kaya gitu"


"Iih emang masih ada restoran yang masih buka sih ?udah disini aja Mas,repot amat kamu Mas"


"Tapi gak terjamin Sha"


"Berhenti gak,atau gak sama sekali dan biarin anak kamu ileran nantinya" Arisha cemberut masam,merasa tak setuju pada saran Alvaro,yang terlalu melihat kebersihan.


Alvaro pun tak mau berdebat ,dia pun akhirnya menurut apa yang Arisha mau ,walau dengan tampang yang tak ridho.


"Malam Pak,pecel lelenya dua ya" Pesan Arisha.


"Eh,gak satu aja..kamu aja yang makan" Potong Alvaro,Arisha hanya memutar bola matanya jengah.


Mereka pun duduk dikursi yang tak jauh dari luar,masih banyak pengunjung yang berdatangan,membuat suasana terasa ramai.


"Kenapa gak ikut pesan juga sih ?kan murah,pelit nih kamu"


"Bukan pelit Sha,uang aku gak akan habis walau aku bayarin semua yang ada disini,aku cuma gak pengin aja ,kan yang pengin kamu" Godanya pada Arisha


Arisha lagi lagi mencebik "Udah deh gak usahmenyombongkan diri gitu,sebel tau gak !!" Rajuknya dan Alvaro hanya tersenyum jahil,suka kalau menyombongkan diri di depan Arisha.


Arisha pun diam tak banyak bicara lagi,begitupun dengan Alvaro yang memilih memainkan ponsel ditangannya,


***


...Bersambung...

__ADS_1


Note : Likenya jangan lupa Gaes


...Next 👇...


__ADS_2