Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 28. Di Grebek


__ADS_3

Arisha terlihat menggigil,wajahnya sudah pucat pasi,dengan gerakan cepat Alvaro membawa Arisha kedalam mobilnya.  


Arisha sudah duduk dikursi sebelah Alvaro,baju mereka sudah sama sama basah,Alvaro bergegas mengambil beberapa baju yang sering dia bawa dikap mobilnya.


"Sha,pakailah ini..aku akan keluar dulu" Alvaro menyerahkan sebuah kaos pada Arisha,dan Arisha masih menatap kaos itu,dia ragu masa menggantinya di dalam mobil,tapi disisi lain dia kedinginan. 


"Pakailah,kamu sudah kedinginan begitu,aku gak akan melihat kamu,gak tergoda" Selorohnya dan membuat Arisha mencebik. 


Alvaro sedang berada diluar,dia sudah mengganti bajunya juga dengan kaos yang dia bawa di depan rumah kosong itu lagi. 


Arisha mengetuk pintu ,pertanda dia sudah selesai,Alvaro segera masuk ke dalam mobil karena hujan semakin deras,dia menyimpan payungnya lebih dulu. 


Alvaro sudah duduk dan dia melalukan panggilan pada seseorang. 


"Beri salam maaf padanya,aku tak bisa datang,aku terjebak hujan lebat disini" Ujarnya pada seseorang dibalik telepon itu,lalu tak lama menutupnya. 


"Aku tak akan berbuat macam macam sama kamu,sekali lagi aku tegaskan aku tak tertarik pada kamu" Alvaro berkata seperti itu karena melihat Arisha yang sedikit ketakutan. 


"Ck,syukurlah anda tidak normal" Celetuk Arisha dan membuat Alvaro membeliak tak suka. 


"Kemana aku harus mengantar kamu ?" Ujarnya kemudian. 


Arisha masih terdiam dan menatap ragu pada Alvaro,bagaimana pun Alvaro seorang laki laki,dan kini mereka hanya berdua saja di dalam mobil itu. 


"Ck,kenapa tatapan kamu begitu ?kamu menganggap aku seorang pedofil seorang bocah gitu,aku tak berniat dan tak tertarik menculik kamu" Alvaro mencebik 


Arisha terdiam 


"Kamu sungguh sudah mengganggu waktuku Nona Arisha,dan sekarang ditambah membuang buang waktuku dengan terus terdiam seperti ini" Decak Alvaro dengan nada kesal. 


"Saya tak meminta anda untuk membantu saya kok" Sahut Arisha 


Alvaro tersenyum masam "Turunlah kalau begitu,tunggu saja disana" Alvaro mencoba menahan emosinya. 


Arisha membeliak,diluar masih hujan deras ditambah jalanan makin sepi saja,dia merutuki ucapannya tadi,padahal harusnya dia berterima kasih pada Alvaro sudah mau membantunya. 


"Tunggu apa lagi turun !!kamu tak butuh bantuan aku kan ?" Decak Alvaro lagi. 


Arisha mematung "Hmmm,tolong antar saya ke Bandung kerumah orang tua saya" 


Alvaro tersenyum miring "Katanya tidak membutuhkan bantuan" Ucapnya meledek. 

__ADS_1


Arisha menunduk ,tanpa berkata apa apa lagi. "Berikan alamatnya" Ujar Alvaro sambil menyalakan mesin mobilnya dan mulai mengendarainya membelah jalanan yang diguyur air hujan. 


"Tuan,tapi bagaimana dengan motor saya ?" Tanyanya disela perjalanan mereka 


"Sebentar lagi montir akan datang mengambil motor kamu"


Arisha terdiam "Maaf selalu merepotkan anda tuan" Arisha masih tertunduk malu. 


Alvaro melirik sebentar "Hanya sebagai sesama manusia saja"  Jawabnya singkat.


*** 


Alvaro tak berhenti menggerutu dan mengumpat kala hujan semakin deras saja,ditambah angin dan petir mengintai. 


"Oh Shitt !!" Umpatnya lagi. 


"Kenapa Tuan ?" Arisha ikut panik,kala Alvaro panik dan menepikan mobilnya tiba tiba. 


"Bahan bakarnya habis" Alvaro masih mengumpat kesal. 


"Hah,apa !!terus kita gimana ?" Arisha bertanya dengan panik,perjalanan masih lumayan jauh dan ditambah disekitar jalanan masih sepi,tidak banyak kendaraan yang lewat.


Alvaro tak menjawab dia kembali melakukan panggilan pada seseorang,dan terlihat Alvaro mengumpat lagi,sampai dia memukul stir mobil. 


"Kenapa anda tidak lihat daya bahan bakar anda tadi !!" Arisha juga ikut kesal,pasalnya harinya juga tak berjalan lancar. 


"Diam kamu ,ini semua karena aku ketemu kamu,dan kamu yang selalu membuat semua menjadi sulit" Decak Alvaro lagi. 


"Eh,yang ada juga anda ya Tuan yang mambuat hidup aku selalu penuh kesulitan" Arisha mencebik. 


"Ck,kamu tak sadar di saat kamu sulit,siapa yang ada buat kamu ?" Skakmat untuk Arisha dan dia terdiam karena benar apa kata Alvaro. 


"Terpaksa kita menunggu disini,sampai supir aku datang" Ujarnya sambil menutup matanya karena merasa lelah dengan hal yang ada. 


Dia memang pergi untuk menghadiri acara pesta seorang rekan bisnisnya,dia tidak membawa Sam  ,karena Sam sedang ambil cutinya beberapa hari ada sesuatu. 


Hening.. 


Arisha tak bisa duduk nyaman kala berada dimobil berduaan,bahkan saat malam dengan keadaan hujan deras. Sedangkan Alvaro masih memejamkan matanya,


"Kamu bisa diam gak sih ?" Rutuk Alvaro kesal,karena Arisha benar benar tak bisa diam.

__ADS_1


"Tuan bagaimana ini,supir anda mana ?kok belum datang juga ?"


Alvaro tak menjawab rengekkan Arisha,dia masih terdiam dengan menutup matanya dan membenarkan sandaran kursinya.


satu jam ,dua jam,tiga jam belum nampak supir yang Alvaro bilang. 


Hingga tanpa sadar mereka berdua sudah lelah karena sebelumnya sempat berdebat dan adu mulut mencari solusi ,Arisha terlelap tidur,seperti bayi.


Sedangkan Alvaro masih terjaga,walau terasa sangat lelah juga,waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari,udara terasa semakin dingin,mau turunpun mereka akan kemana,toh disana benar benar tak ada rumah. 


Dia melihat Arisha sedang terlelap tidur sambil meringkuk,Alvaro lampirkan selimut kecil ketubuh Arisha. 


"Kamu kalau sedang tidur terlihat seperti bayi,,tapi kalau bangun cerewet sekali" Tanpa sadar dia menyentuh kepala Arisha dan tersenyum kecil. 


Hingga ketukan diluar membuyarkan Alvaro,ketukan itu semakin kuat dan keras,terdengar juga suara gaduh orang orang. 


"Woi..keluar kalian.." Sentak orang itu. 


Alvaro membuka jendelanya "Keluar kalian pasangan mesum" Sentak salah orang itu. 


Alvaro memicingkan matanya tak mengerti "Ada apa ini Pak ?" Tanyanya pada tiga orang bapa bapa yang ada di depannya. 


"Hei,anak muda kalau mau mesum jangan dijalanan seperti itu,ayo ikut kami,kalian sudah sangat meresahkan tempat ini,dan tunjukan KTP kalian"


Hujan diluar sudah sedikit reda,namun waktu masih menunjukan pukul 01.00 dini hari lebih,Alvaro masih menunggu kedatangan sang supir,namun belum nampak juga,dan kini mereka diseret paksa oleh warga sekitar yang sedang melakukan patroli malam disekitar jalan itu. 


Arisha sampai terhenyak karena dibangunkan Alvaro tiba tiba,bahkan nyawanya belum terkumpul penuh,dia masih belum mengerti ada apa,begitu juga dengan Alvaro. 


"Kita mau kemana Tuan ?" Tanyanya disela jalan kaki mereka yang dikawal bapak bapak tadi. 


Alvaro tak menjawab dia masih mengikuti kemana bapak bapak ini akan membawanya,dan setelah 30menit berjalan,sampailah disebuah rumah yang kata Alvaro rumah sederhana disana,namun menurut warga rumah paling besar disana. 


Terlihat salah satu Bapak itu sedang mengobrol dengan seorang tuan rumah yang bisa Alvaro tangkap dari pendengarannya kalau itu Bapak kades dikampung itu. 


"Bawa mereka masuk" Titahnya 


"Masuk kalian.." Ketiga bapak bapak tadi terus mendorong Alvaro dan Arisha hingga mereka sudah masuk dan duduk dikursi yang ada disana. 


Arisha menjadi merasa ketakutan,dan tangannya masih Alvaro genggam,Alvaro memang masih bersikap tenang tenang saja,toh memang dia tidak melakukan kesalahan apa pun. 


*** 

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2