Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Season 2 (4)


__ADS_3

"Terima kasih Pak,selamat bergabung dengan Sanjaya Corp"


"Saya yang ucapkan terima kasih,saya senang bisa bekerja sama dengan Anda Pak Revano Sanjaya"


Kedua belah pihak sudah sama sama saling menyetujui untuk bekerjasama.Vano sangat bekerja keras untuk semakin mengembangkan usaha yang sudah dibangun oleh tetuanya dulu.


Dia sudah yakin tak akan mengecewakan Opa dan Papi yang sudah lebih dulu berjuang mempertahankan Sanjaya Corp.


"Ayo Vin,pesankan tiket ke Paris"


Vano bukan hanya pekerja keras akan kerjaan saja, dia pun sangat kerja keras untuk mengejar hatinya, dia sangat ingin bertemu dengan Inara.


Inara adalah teman masa sekolahnya dulu, mereka sudah bersama sama sejak pertama masuk SMA. Vano sangat menyukai Inara.


Inara baginya sosok seorang perempuan yang cantik,manis,dan lemah lembut,serta dia selalu sopan pada tempatnya, dia menyukai segala hal yang ada di diri Inara.


Kedekatan mereka kadang sering disalah artikan oleh teman teman yang lain, dan itu membuat Vano semakin yakin untuk menjadikan Inara kekasihnya.


Namun saat terakhir dia bertemu Inara, saat kelulusan telah tiba, padahal keduanya sudah saling berjanji, untuk saling menunggu.


"*Janji ya Ra,tunggu aku.Sampai aku sukses nanti, aku akan datang melamar kamu, membawa kamu pada istana hati aku"


"Hem,kamu juga janji, jangan pernah berubah hati kamu, dan aku pun akan menunggu kamu*"


Itu adalah percakapan terakhir mereka, sebelum Inara pergi entah kemana. Seberusaha bagaimana pun juga, Vano tak bisa menemukan dimana Inara.


"Yaelah Van,ke hotel dulu Napa, pegel badan gue ini, pengen rebahan" omel Alvin pada Vano yang ingin terburu buru menuju Paris.


"Kalau kamu gak mau, ya udah biar gue aja pergi sendiri" balas Vano, seraya melangkah menjauh dari Alvin.


Alvin meremas rambutnya gemas akan tingkah Vano.


"Bucinnya ampun,padahal udah ilang lama,lagian belum tentu dia Inara" omelnya Alvin sendiri.


"Kamu cape gak Sis ?" Alvin bertanya pada Sekretarisnya Vano, yang dari tadi hanya bisa menghela nafas melihat Alvin dan Vano.


"Cape lah Pak, perjalanan Indo-Singapore itu bukan perjalanan sebentar" omel Siska, tak kalah dari Alvin.


"Tuhkan,dasar bos gila" meski memakai maki Vano,Alvin tetap saja mengikuti Vano, diapun mengalah saja.


"Silahkan, sudah saya pesankan tiketnya" Alvin memberikan tiga tiket untuk menuju ke Paris.

__ADS_1


"Kenapa tiga tiket ?" Vano menatap tiga tiket di tangannya.


"Ya ilah tiga tiket Pak,Bapak,Aku dan Siska kan" jelas Alvin.


"Kalian berdua gak usah ikut aku, kalian pulang saja ke Indo" tutur Vano lagi, biar dia mencari Inara sendiri saja.


"Yakin mau sendiri Pak ?Paris itu luas loh,yakin bakalan nemuin Pujaan hati Bapak sendiri ?tanpa bantuan aku" dengan sedikit menyombongkan dirinya Alvin menjelaskan semua itu.


Benar selama ini dia selalu dapat informasi apapun dari Alvin,asisten pribadinya itu,tanpa Alvin apa dia bisa menemukan Inara ?"


Shitt !!!!!


"Ya udah kamu aja yang ikut, kamu Siska balik aja ke Indo, terima kasih untuk hari ini"


Vano pun memutuskan untuk membawa Alvin saja ikut bersamanya ke Paris.


"Tuhkan,dia pasti gak bisa tanpa aku, kalau aku gak ada dia akan tersesat" bisik Alvin pada Siska dan Siska hanya tersenyum mendengar itu


"Alvin cepat !!" teriak Vano ,yang sudah melangkah jauh dari Alvin.


Alvin pun segera mengikuti Vano, dan mencoba mensejajarkan posisinya dengan Vano.


Vano masih harus menunggu waktu sekitar 8 jam untuk bisa sampai di Paris, karena jadwal penerbangan ke Paris yang kosong ada di jam malam. Dia pun jadi semakin bad mood saja.


"Gusti,,,punya bos gini gini amat" Alvin merasa frustasi akan kelakuannya Vano. dan dia jadi sasaran atas kegalaunnya Vano.


"Alvin bisa cepat gak sih !!"


Alvin hanya bisa menghela nafas "Ini Pak Bos" Alvin memberikan laptop pada Vano. Selama 8 jam itulah waktu terburuk untuk Alvin, ia ingin segera menghilang saja.


Dan terbitlah rasa penyesalan, kenapa dia harus ikut, kenapa tadi tolak aja,pikirnya.


......................


Paris


"Kita mau kemana, Van ?"


Keduanya sudah sampai di Paris, dan keduanya nampak bingung, harus menuju kemana setelah ini.


"Kamu cari tau lah,dimana dia berada, cari informasi yang bisa ditemukan"

__ADS_1


Begitulah Vano, selalu menyuruh Alvin untuk menyelesaikan masalahnya. dan sukses membuat Alvin memijat dahinya,pusing.


"Van, gue resign aja lah" keluhnya kemudian, dia benar benar menyesal harus ikut Vano.


Vano emang gila, ini Paris dan akan sulit mencari orang disini,di negeri sendiri saja sulit, apalagi ini negeri orang.


"Boleh, tapi tinggal nama yang tertinggal" ujar Vano dan sukses membuat Alvin bergidik ngeri.


Akhirnya mereka memutuskan untuk memesan hotel dahulu, sebelum melakukan pelacakan akan keberadaan Inara.


Alvin pun berusaha mencari Informasinya, bermula dari pencarian bandara, bertanya tanya pada taksi ataupun angkutan yang kemungkinan akan Inara naiki.


Sangat tak mungkin pastinya, benar benar tak mungkin. Tapi Alvin bisa apa.


Namun seberapa berusaha pun, memang tak akan menghasilkan.


Vano juga tak bisa memaksakan kehendaknya, dia pun hanya bisa berdoa lagi dan lagi. Dan berharap bisa dipertemukan kembali dengan Inara.


Kabar apapun yang apapun yang harus di dengar, meski mungkin Inara sudah menikah, tetap dia harus memastikan kalau Inara bahagia.


Yang pasti dia ingin melihat wajahnya lagi dan mendengar segala kabar tentang dia.


"Van,serahkan semua pada Allah, kalau kalian memang sudah bertakdir untuk bertemu, kalian pasti akan bertemu.Yakin lah"


Alvin memberikan semangat pada Vano, dia ikhlas dalam membantu Vano, meski sering mencak mencak, tapi dia ikhlas melakukan itu.


"Bagaimana kabar dia ya Vin, melihatnya saja itu sudah jauh lebih dari cukup"


Vano menerawang lagi pada semua kejadian SMA dulu, akan kedekatannya dengan Inara.


"Dia pasti baik baik saja,Van.Pasti baik baik saja" di tepuklah bahu Vano, supaya Vano selalu yakin.


"Antarkan aku jalan jalan dulu di Paris,setelah itu kita pulang"


Sebelum kembali ke Indo, Vano berniat jalan jalan mengelilingi sekitar Paris, untuk sedikit menenangkan hatinya juga.Dan Alvin pun berusaha menemani sahabatnya itu.


Museum Louvre kunjungannya bersama Alvin,Museum seni terbesar yang sering dikunjungi dan itu adalah monumen bersejarah di dunia.


Vano dan Alvin berkeliling untuk melihat beberapa lukisan yang ada disana, dan Lukisan Mona Lisa buatan Leonardo Da Vinci itu memang karya seni yang paling populer.Vano kagum akan keindahan lukisan itu.


Setelah puas untuk melihat lihat disana,Vano mengakhirinya karena dia juga sudah merasa lelah.

__ADS_1


Tapi saat menuju ke pintu keluar,dia melihat seseorang yang dia kenali,sangat dia kenali.


"Inara" pekiknya pelan


__ADS_2