Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 33. Pindahan


__ADS_3

Arisha bingung harus cerita apa pada kedua sahabatnya,rasanya dia belum siap untuk menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. 


Menikah ?apa kata mereka tiba tiba dia sudah menikah,menceritakan yang ada mana mereka percaya,ahh..mana sekarang dia akan tinggal bersama Alvaro,pria angkuh,sombong,pelit itu. 


"Risha...!!!!" Seru Anin dibalik pintu kamar kos nya ,membuat Arisha terperanjat kaget,dada nya bergemuruh cepat karena saking kagetnya. 


"Dasar markonahhhhhhh..." Arisha melemparkan barang yang ada di dekatnya pada Anin. 


Anin mencoba menghindar "Woi,Risha apa apan lu lempar lempar barang kaya gitu ?" Sungut Anin,kini dia sudah duduk manis disofa yang ada dikamar itu. 


"Yeh nih anak gak nyadar apa,udah buat kaget anak orang!!" 


"Lu nya yang lagi ngelamun,eh lu kapan lembali ?terus ini apa,kenapa barang barang lu dikardusin gini ?" Tanyanya beruntun,sambil menelisik barang yang ada didalam kardus itu. 


"Aku mau pindah" Desis Arisha  


"Hah !! Pindah kemana ?" Pekik Anin. 


"Emm itu,bibi aku pindah ke Jakarta dan aku di suruh menemaninya karena suaminya harus kerja" Kilahnya berbohong,dan dia memalingkan mukanya supaya Anin tak melihat raut wajah berbohongnya. 


"Seriusan ?wah sangat disayangkan dong ya,kita gak bisa makan bareng,nonton bareng,dan tidur bareng lagi dong !!" Ujar Anin sendu,dia percaya saja apa yang Arisha bilang. 


Arisha pun ikut sedih "Masih bisa bertemu dikampus kan Nin kita" Arisha mencoba membuat suasana kembali enak. 


"Iya sih,tapi pasti berbeda..ahhh kamu mah Sha" Anin memeluk Arisha,keseharian mereka yang sering bersama,kini akan terpangkas jarak,karena Arisha sudah menikah,akan lebih susah lagi  


"Udah ah,lebay kamu..malah melow gini,udah bantuin aku beres beres ini" Selorohnya melepaskan pelukannya dari Anin dan mencoba untuk tak sedih juga. 


Anin cemberut namun tak urung dia membantu Arisha juga. 


"Dita kemana ?" Tanya Arisha,karena biasanya selalu ada.


"Pergi dia,gak tau kemana" Jawab Anin sambil mengedikan bahunya,karena memang Dita tak bilang mau kemana.Mereka berlanjut membereskan barang yang akan Arisha ambil.

__ADS_1


Sebenarnya kalau boleh ,Arisha memilih tidak satu rumah bersama Alvaro,tapi mau bagaimana lagi,kini dia sudah menjadi seorang istri,yang kata Bapak dan Ibu harus menuruti apa Suami katakan.


Sungguh nikah muda bukan keinginannya,dia masih ingin menikmati masa mudanya itu,bermain,jalan jalan bersama teman,dia juga jadi merasa takut,takut terkekang setelah menikah.


Mengingat bersama Fian saja,dia sudah merasa ngeri,tapi apa Alvaro punya sifat yang sama ?dia hanya baru beberapa kali bertemu saja,tapi yang dia tau sifat Alvaro memang pemaksa,apakah dia akan tersiksa pada pernikahan itu ?.


Tuhan dia harus bagaimana ?baginya Alvaro sangat menyeramkan ,bahkan dia membayangkan akan lebih dari Fian,tapi masa sih begitu ?..ah,karena mungkin dia belum tau sifat sesungguhnya Alvaro.Satu satunya jalan,menerima semuanya dengan ikhlas dan lapang,lakukan hal yang harus dilakukan.


Toh mereka berdua belum saling berbicara lagi kan ?!Alvaro bilang ,mereka akan berbicara setelah diJakarta.


"Sha,woi..Sha,ngelamun aja lu !!kenapa sih ?lagi ada masalah hem ?" Anin kembali membuyarkan lamunan Arisha.


"Eh,gak apa apa kok Nin" Kilahnya lagi.


"Belum saatnya kamu tau,setelah semua pasti,aku pasti akan bercerita pada kalian,janji !!" Gumamnya dalam hati.


"Oh,kirain..mau kuliah gak ?" Seru Anin disela membereskan barang barang Arisha. 


Anin manggut manggut saja,dan Arisha pun dibantu Anin sampai selesai. 


*** 


"Sam,tolong carikan WO yang terbaik" Ujar Alvaro yang kini sudah berada dikantornya dan Sam sudah kembali dari cutinya. 


Sam mengernyit tak mengerti apa yang Alvaro minta. "Maksudnya Pak ?" Tanyanya bingung. 


"Carikan WO untuk acara pernikahan Sam.." Alvaro berkata dengan menelisik berkas berkas di depannya. 


"Untuk siapa Pak ?" Tanya Sam gemas. 


"Bisa gak ,gak usah banyak nanya ?nanti juga tau sendiri buat siapa ,carikan yang terbaik dan pesan salah satu hotel terbaik kita juga untuk acara pernikahan itu" Jelas Alvaro. 


Sam mencebik,tapi dia pun mengiyakan apa yang Alvaro minta dan mulai mencari apa yang Alvaro pinta juga,namun dia kembali berpikir dan kembali bertanya. 

__ADS_1


"Maaf Pak,,acaranya untuk hari apa ?takutnya udah ada yang reservasi" Benar juga apa kata Sam,dia belum membicarakan hal ini bersama kedua orang tuanya. 


Alvaro nampak berpikir "Ya sudah jangan dulu Sam" Keputusannya ,dia akan menunggu untuk berbicara dengan Mom dan Dad nya dulu. 


Ya karena mereka belum tau apa yang sudah terjadi,dia menunggu kedatangan mereka hari ini dan akan membicarakannya nanti. 


Sam pun kembali pada pekerjaannya begitupun dengan Alvaro,namun dia teringat lagi pada hari kemarin sungguh sangat sangat tak terduga kini dia sudah menikah. 


Hah,menikah ya ? Sesuatu yang sempat tak dia ingini dulu,tanpa sadar dia tersenyum simpul mengingat lagi dengan lugasnya dia bicara akan menikahi Arisha dan betapa lancarnya dia mengucapkan ijab kabul itu. 


*** 


Sore hari orang suruhan Alvaro sudah datang ke depan kossan Arisha,Bu ina sebagai ibu kost disana sedih melepas Arisha,dia sudah senang selama Arisha disana. 


"Nona,kata Tuan Alvaro lebih baik yang dibawa baju dan yang ringan ringan saja,untuk yang lainya tinggalkan saja" Tutur sang pesuruh Alvaro 


"Ya saya sudah tau Pak" Jawab Arisha,karena memang dia sudah dichat Alvaro sebelum mereka datang. 


Barang barang berat,seperti ranjang,sofa dan beberapa meja dia tinggalkan disana,sempat kesal pada Alvaro,karena lagi lagi dia diperintah Alvaro,mereka sempat berdebat masalah itu,tapi lagi lagi dia kalah. 


Arisha pun pamit pada Bu Ina pemilik kossan itu, 


Dan beberapa teman lainnya juga,Sedangkan Anin dan Dita sedang dikampusnya. 


Diperjalanan Arisha merasa bingung ,akan dibawa kemana dia,kok jadi takut ya ?pemikiran buruk kembali merajela otaknya.


"Apa aku nanti bakalan dijadiin tawanan dia kah ?apakah dia akan menyiksa batin dan tubuhku disana ?arghhhhh Bapak,Ibu aku harus bagaimana ini,aku gak mau meneruskan pernikahan terpaksa ini,apalagi bersama Tuan Arrogant itu" Hatinya bermonolog seperti itu.


Pikiran aneh memang,begitulah yang dia pikirkan,karena itu yang dia rasain dari sikap dan sifat Alvaro,yang pemaksa dan tidak mau dibantah.


*** 


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2