
"Ada apa Nyonya ?"
"Aku haus,ambilkan aku minum"
"Arghhh..."
"Rasakan itu,rasakan"
Bodohnya ide itu baru memasukinya,dia teringat dengan Arisha yang dulu pernah bercerita soal dirinya yang kemana mana selalu membawa cairan berisi cabe.
Namun karena tak ada cabe,mungkin menggunakan parfum cukup membuat mereka kelimpungan,dan benar dengan ide itu dia harus keluar dari sana.
Maka itu yang Mom Ambar lakukan,menyemprotkan parfum itu kepada pengawal yang menjaganya selama dia di dalam kamar,hingga dia berhasil menerobos masuk keruangan suaminya yang ternyata sedang membekap seorang gadis yang Mom pekirakan masih belia.
Bugh..bugh
Dengan sisa kekuatannya dia beranikan diri memukul kepala sang suami,yang sudah bertahun tahun ini menemaninya,namun dia tidak bisa mendukung apa yang beliau lakukan,tidak,tidak akan pernah.
"Arghhh" Dad Ronald meringis kesakitan dan memegangi kepalanya.
Mom Ambar melihat monitor komputer yang menampilkan Arisha sedang duduk dimeja makan dan di apit Bu Ema,Mom Ambar tau situasi itu.
Dan dengan kekuatan lainnya dia meminta bantuan temannya yang ada disana untuk segera membantunya.Dad Ronald sudah tak berdaya kala itu,para pengawal pun sudah tak bisa berkutik ,Mom Ambar mengancam mereka.
Tidak dia tidak akan melaporkan suaminya itu ke polisi langsung,Alvaro yang memintanya.
*
*
*
"Semua sudah baik baik saja Sayang,Ayah akan hukum siapapun yang sudah mengusik kamu selama ini,sekali pun itu Ayah mertua kamu"
Tatapannya menyalang menahan amarah ,hatinya pun bergemuruh hebat merasakan nyeri,selama ini bahaya selalu mengintai anak semata wayangnya,mungkin kali ini akan berakhir.
Meskipun sempat mencurigai Airish,tapi menurut kabar terbaru Airish sedang melakukan perawatan akibat kecelakaan yang terjadi padanya.Maka mereka pastikan kini tidak ada bahaya itu lagi.
"Ayah,aku mau menemui Mas Varo dulu"
Semenjak kejadian tadi siang dan sejak dia tau Daddynya sendiri,Alvaro nampak selalu diam,dia merasai amat rasa bersalah pada istrinya itu,dan bodohnya dia tak pernah sadar akan hal itu,mungkin karena dia Ayah tak mungkin melakukan itu.
__ADS_1
Tapi nuatanya beliau melakukannya,semua kejadian yang menimpa Arisha adalah ulahnya,yang membuat Arisha takut dan merasa dalam mahabaya adalah Dadd nya sendiri.
"Mas.."
Arisha tau perasaan suaminya kini ,kecewa,sedih,sakit dan marah bercampur di dalam dadanya.Mungkin dia harus berusaha mencairkan suasana hatinya itu.
Dia duduk dipangkuan Alvaro yang nampak sedang melamun,dia kalungkan kedua tangannya dileher Alvaro.Alvaro sempat terpekik kaget akan kedatangan Arisha yang tiba tiba.
"Sayang,kamu bikin kaget tau"
"Bukan aku yang bikin kaget,kamunya yang banyak melamun tau"
Cup
Entah keberanian dari mana,Arisha mengecup singkat bibir Alvaro,dan membuat Alvaro menggulum senyum.
"Kamu mulai berani ya sekarang " dia jawil hidung mancung Arisha.
"Mas,kita tidur yuk udah malam,dede bayi juga pengin tidur dipeluk Papi" Dia berkata sambil terkekeh.
Alvaro membelai rambut Arisha "Hukuman apa yang pantas untuk Daddy ?kamu mau dia hukum apa ?"
"Mas,jangan bahas itu,kalau pun harus dihukum,ya biarkan pihak hukum yang melakukannya,kamu jangan sampai memukulnya loh dia Daddy kamu Mas"
"Besok aku sama Ayah akan menjemput Mom kesana,kamu gak apa aku tinggal ?"
"Emmm,gak apa sih.Mas apà kamu juga akan menghukum Bu Ema ?"
Alvaro menghela nafasnya "Aku tau Bu Ema hanya sedang di ancam kala itu,anaknya yang mungkin akan menjadi prioritasnya,aku hanya akan mengirim dia pulang kembali ke desanya,tenang kebutuhan beliau masih aku tanggung,hanya sebatas itu"
Arisha tersenyum "Terus dengan pelaku lainnya ?seperti pelayan yang kemarin kecelakaan ?
"Aku bantu pengobatan mereka,tapi aku tak akan memperkerjakan mereka"
Alvaro dan Arisha tau,kejahatan jangan dibalas kejahatan cukup membuat mereka jera dan tak mampu melakukannya.
***
"Kenapa Dad melakukan ini ?kenapa Dad begitu jahat pada Arisha ?dia menantu Daddy dan bahkan kini sedang mengandung anak aku,cucu Daddy !!"
Alvaro sudah memberi pukulan pada Daddynya itu,tak ingin dia lakukan,tapi rasa kecewanya teramat dia rasakan tak bisa dia bendung lagi.
__ADS_1
"Kamu tau betul dari awal Dad tak pernah mau dia menjadi menantu Dad,kamu juga tau dia itu orang miskin,dia tak pantas untuk keluarga kita !!"
Bugh..bugh
Pukulan kembali mendarat pada wajahnya,tapi bukan Alvaro pelakunya,namun Pak Bastian.Beberapa waktu tadi dia hanya bersembunyi atau lebih tepatnya memberi waktu Alvaro untuk yang melakukannya dulu.Namun dia tau alasan apa yang membuat Dad Ronald tak suka Arisha.
"Sudah cukup,kamu mengusik anak ku,dia tidak miskin,dia cukup layak untuk menjadi menantumu.Apakah selama ini status sosial yang membuat kamu melukai dia ?kamu mau menyingkirkan dia karena dia anak dari kalangan orang kecil Hah !!"
Dad Ronald terdiam,dia masih mencerna apa kata Pak Bastian.
"Kamu tau,apa kamu akan menyesal kalau tau Arisha anak aku ?dia anak ku,dia darah dagingku,meskipun aku tak merawatnya,dia anak ku yang aku cari selama ini,aku tak akan membiarkan kamu tenang ,karena kamu sudah berani mengusiknya !!"
Pukulan kembali Pak Bastian layangkan.Namun diluar dugaan Dad Ronald malah tertawa,seakan omongan Pak Bastian adalah omongan belaka.
"Hahah,kamu pikir aku percaya !!apa yang dia punya sampai kamu membelanya ?apa kamu mencintai dia juga,kamu pikir aku percaya !!"
Pak Bastia mencengkram baju Dad "Aku pastikan jeruji besi tempat layak untuk kamu,berani mengusik Arisha lagi kamu akan dapatkan lebih dari itu !!"
Sampai saat itu Dad Ronald masih menyangkal kalau Arisha anak Pak Bastian.Alvaro membawa Dadnya ketanah air bersama Mom juga.
Mom pasrah kalaupun suaminya itu harus dihukum,karena memang harus dihukum atas segala kesalahannya kan ?semua bukti sudah Alvaro kantongi,karena ambisi sesaat Dadnya sampai harus melakukan hal itu.
Hingga penjara adalah tempat,kabar itu sempat geger ke seluruh media,sempat mendapatkan penurunan saham akan perusahaannya,Alvaro tak peduli akan hal itu.Kecaman buruk pun dia dapatkan,namun tak sedikit pula yang memberi dukungan.
Sekali pun itu Sang Daddy,namun dia salah..dan hukum adalah hukumannya.Dia harus menanggung semua kejahatannya sendiri.
Konferensi pers adalah yang Alvaro lakukan,begitu juga dengan Pak Bastian.
Alvaro meminta maaf atas kesalahan Daddnya pada Arisha tentunya dan pada orang orang yang sempat terlibat akannya.
Pak Bastian mengumumkan juga perihal status Arisha yang adalah anaknya,menceritakan apa yang harus dia ceritakan pada media,bukti nyata dia tunjukan.
Brukkk
Dad Ronald tau itu bukan omong kosong belaka,dia tau kenyataannya sebenarnya,Arisha bukan orang kecil yang dia anggap selama ini.
Ambisinya terlalu besar,harta dan tahta sudah menguasainya,menyesal kini dia rasakan tentunya. Pemberitahuan Pak Bastian membuatnya malu pada diri sendiri,selama ini dia yang mengingikan bisa berbesan dengan Pak Bastian.
Semua terkabul ,tapi dengan membawa penyesalan tentunya.Pak Bastian membantu Alvaro ,hingga perusahaannya kembali aman,keduanya bekerja sama untuk mencapai titik kesukseskan.
Seluruh aset yang Pak Bastian punya sudah dipindah namakan atas nama Arisha,jika beliau suatu saat pergi,maka Arisha dan Alvaro yang akan mengurusnya.
__ADS_1
***
...Bersambung...