Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 66. Rencana


__ADS_3

Seorang perempuan cantik,bertubuh tinggi,berkulit putih nan mulus,rambut bercat panjang nampak sedang duduk disalah satu restoran,sepertinya dia sedang menunggu seseorang untuk datang.


"Airish.." Panggil seorang pria tua pada wanita itu yang lain adalah Airish.


"Dad,apa kabarnya ?" Yang dia panggil Dad itu menyapanya hangat seakan mereka masih merasa dekat.


"Baik,kamu bagaimana ?bukannya kamu di paris ?suami mu mana ?"


"Duduk dulu Dad," Airish mempersilahkannya untuk duduk di depannya "Aku kurang baik Dad,Mami..hiks" ia menangis tiba tiba.


"Kamu kenapa,kenapa menangis ?ada apa dengan Mami kamu ?" Orang yang dia panggil Dad itu,nampak khawatir.


"Mami..Mami,,hiks hiks,Mami dipenjara Dad,dia di fitnah" Entah air mata sungguhan atau palsu,dia masih menangis mengeluarkan air matanya.


"Dipenjara ,kenapa bisa ?" Dad Ronald kembali bertanya,ya pria yang dia masih panggil Dad itu adalah Daddy nya Alvaro mantan kekasihnya.


Selama dirinya diluar Negeri,memang menyuruh anak buahnya untuk memantau apa yang terjadi ditanah air,namun ternyata tak semua informasi dia ketahui,termasuk soal Arisha anaknya Pak Bastian,dan soal Maminya Airish dipenjara.


"Mami diFitnah Dad,dia dituduh oleh Papi" Entah apa lagi niat yang terselubung dibenak Airish,sehingga dia berani mengelabui Dad Ronald begitu saja.


"Maksud kamu bagaimana,coba jelaskan lebih jelas rish ?"


Airish dengan segala kebohongannya menceritakan yang tidak ada dalam kejadian,dia berbohong dan bilang kalau Anita dipenjara karena Fitnahan yang dilayangkan Pak Bastian.Anita masih belum cerita perihal Arisha anaknya Pak Bastian,karena Alvaro mempeketat untuk tak mempertemukan mereka berdua.


"Tolong Dad,bantu aku keluarkan Mami,tolong dia tidak bersalah"


"Kamu tenang dulu,sabar dulu.Saya juga tidak bisa gegabah untuk melakukannya,Saya harus tau perihal sesungguhnya,saya akan bantu cari pengacara terhandal disini,kamu tenang dulu"


Senyuman licik tercipta dibalik bibir Airish.


"Terima kasih Dad,tolong bantu aku"


"Iya Dad usahakan"


Mereka kembali berbincang hal lainnya,bahkan kebohongan Airish berikan lagi,dia berkata kalau sudah cerai dengan suaminya,padahal kenyataannya tidak.Dan betapa bodohnya Dad Ronald percaya.


"Bagus dong,kembalinya kamu pada Alvaro akan semakin gampang,Dad lebih setuju kamu yang jadi pendamping Alvaro dari pada wanita miskin itu"


Airish kembali tersenyum,itu yang dia inginkan saat ini "Tapi bagaimana caranya Dad ?Alvaro kan sudah mencintai wanita itu Dad"


"Kamu tenang aja,Dad sudah merencanakan dari awal,supaya wanita itu tidak kuat dan bertahan dengan Alvaro,atau membuat Alvaro membencinya"


Senyuman licik juga terbit dibibir Dad Ronald,dia merasa sudah akan menang dalam rencananya.


"Iyakah ?apa yang Dad Rencanakan ?"

__ADS_1


"Kamu tau soal kejadian dipesta pernikahan mereka,itu Dad yang rencanakan ,namun gagal gara gara pria muda itu salah ambil langkah,tapi setidaknya itu membuat wanita itu ketakutan dan sekarang ada lagi"


"Apa itu Dad ?" Airish bertanya dengan antusias,dia juga merencanakan hal yang sama untuk membalas dendam pada Alvaro.


"Kamu mau bantu Dad,bantu Dad memprovokasi Alvaro,kamu tau kan sifat dia,yang gampang percaya,terus desak dia untuk mempercayai apa kata kamu"


Dad Ronald pun menceritakan semua,tentang Pil KB itu,dia lah pelakunya dengan menyuruh pelayan disana menukar isi dalam botol obat itu,dan meyakinkan Alvaro soal itu.


Dan terbukti membuat Alvaro percaya begitu saja,dia bahkan pergi meninggalkan Arisha dengan rasa kecewanya itu.


***


Arisha membuka matanya saat matahari sudah muncul kepermukaan,semalaman dia menangis karena sungguh dia tidak melakukan itu semua.


Matanya sembab,dia tau sudah membuat Alvaro kecewa dengan apa yang tidak dia lakukan sebenarnya.Dia membersihkan dirinya untuk segera bergegas ketempat kerjanya,tapi dia berpikir ulang lagi,kalau dia bekerja dalam keadaan begini,semua orang pasti bisa menilainya.


Maka dia memilih ambil cuti saja,dia segera bergegas mencari Alvaro,karena dia ingat hari ini Alvaro akan melakukan perjalanan bisnis keluar kota.Dia ingin tetap menyiapkan keperluan Alvaro.


Namun diruang kamar tamu tak dia temukan Alvaro,melihat koper yang sempat dia siapkan kemarin sudah tak ada dikamarnya,dan Arisha sudah memastikannya kalau Alvaro sudah pergi.


Dia duduk diatas lantai dengan lutut ditekuk dan dia menelungkupkan kepala diatasnya dengan tangan sebagai penyangganya,dan dia kembali menangis disana.


Lalu dia raih botol obat yang sudah jadi permasalahannya dengan Alvaro,dia menelisik obat itu,dari penglihatannya itu sangat mirip dan memang vitamin yang selalu dia minum,dia lempar obat itu.


Dia akan turun kebawah,tapi keburu Bu Ema mengetuk pintu kamarnya ,karena khawatir tidak melihat Arisha turun turun.


"Iya Bu" Sapanya pada Bu Ema.


"Nona baik baik saja kan ?" Desis Bu Ema,dia tau soal pertengkarannya semalam dengan Alvaro.


Arisha tersenyum "Saya baik baik saja Bu" Walau begitu mata tak bisa membohongi semua.


Mereka pun turun ke bawah dan Arisha mengambil sarapan paginya.


"Non,tidak akan kerja ?" Tanya Bu Ema.


"Gak Bu,Bu nanti siang antar aku ya"


"Kemana Nona ?"


Mereka saling berbisik karena itu yang Arisha mau "Antar aku ke Apotik" Jelasnya,walau tak begitu mengerti Bu Ema hanya mengangguk saja.


Arisha menyelesaikan sarapan paginya dengan hati yang masih berkecamuk,beberapa kali melakukan panggilan pada Alvaro,namun tak ada jawaban sama sekali.


Berkali kali Arisha mendesahkan nafasnya kasar,namun dia yakin akan segera menyelesaikan masalahnya dan membuat Alvaro kembali lagi percaya padanya.

__ADS_1


*


*


*


Siang hari dengan ditemani Bu Ema,Arisha ingin membuktikan suatu hal kalau dia tidak merasa minum Pil KB apapun itu,dia merasa curiga ada yang menukar isinya.


Dan kini disinilah mereka berada disebuah Apotik besar.


"Ada yang bisa saya bantu" Sapa seorang Apoteker pada keduanya.


Arisha tersenyum dia menunjukkan botol obat pada Apoteker itu ,dan Apoteker itu mengambil lalu memberikan obat yang Arisha tunjukkan.


Sama..itu kata yang terlontar dari Arisha saat menyamai botol obat itu dari luar.


"Ini Vitamin kan ?" Tanyanya untuk meyakinkan kalau yang dia beli itu benar vitamin.


"Iya Betul Mbak,ini vitamin daya tahan tubuh"


Arisha mengangguk lalu di depan Apoteker dan Bu Ema di membuka botol itu dan melihat isinya,lalu dia ambil obat yang berada di dalam botol obat dirumahnya yang menjadi permasalahannya.


Sama..kata itu yang dia ucapkan lagi,karena dilihat dari sekilas obat itu sama,dari bentuk juga warnanya.Lalu dia meminta Apoteker untuk membandingkan keduanya.


"Ini Pil KB" Tunjuknya pada Obat yang Arisha bawa dari rumah "Ini Vitamin" Tunjuknya lagi pada Obat yang baru.


Arisha memejamkan matanya dia merasai dadanya bergemuruh.


"Apa dugaan aku benar Bu Ema ,apa Bu Ema percaya dengan aku ?"


"Iya Nona,saya percaya anda..dan dugaan saya ada seorang dari dalam rumah yang menukar obat itu"


Arisha membenarkan itu semua,itu sudah menjadi satu bukti kalau memang dia tak melakukan apa yang Alvaro tuduhkan.


"Apa Mas Varo akan percaya Bu ?"


"Insya Allah Nona,kita sudah punya satu bukti,dan kita akan menemukan bukti lainnya"


Arisha menoleh pada Bu Ema,dan mencerna apa yang Bu Ema katakan,dan Bu Ema menyuruh untuk pulang dulu,katanya biar dibicarakan dirumah saja.


***


...Bersambung...


Note :Doubel Up,seperti biasa like dan comentnya adil ya😊..Dan aku tak memaksa kalian untuk tetap ikuti aku,maaf kalau tidak sesuai apa yang kalian mau,maaf juga kalau banyak keanehan,apalagi perihal pil kb yang mirip Vitamin,itu aku ambil sumbernya dari medsos lain,Ok terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2