
Bangun dijam shubuh Alvaro segera membersihkan dirinya dan melakukan Ibadah wajibnya,lalu dia siap siap untuk segera pergi.
Dia sempat datang ke kamar Utama dan melihat Arisha masih tergelung dibawah selimut,dia duduk dipinggir tempat tidur dan menelisik wajah Arisha.
Dia tau dan dia kenal Arisha sebagai wanita yang jujur,semalaman Arisha berkali kali bilang dia tidak merasa melakukannya,dan dia tidak bodoh dia bisa melihat dari manik mata Arisha,Arisha tidak bohong.
Tapi seperti ada yang menghasutnya membuanya menjadi marah seperti semalam,tapi tidak dia tidak diam,semalaman suntuk dia banyak berpikir dan melihat kamera cctv saat kejadian pagi kemarin.
Dia elus mata Arisha yang nampak Bengkak,dan dia kecup dahi Arisha.
"Aku pamit,aku harus segera pergi" Ujarnya dan dia pun pergi meninggalkan Arisha.
*
*
*
"Bagaimana Nona ?"
"Ah,Bu Ema benar..ayo kita lakukan,aku akan menelepon pihak cctvnya"
Arisha dan Bu Ema sudah berada dirumah,mereka segera masuk ke dalam kamar Arisah dan berbicara disana,Bu Ema juga mengusulkan sebuah ide untuk menjebak pelaku.
Bu Ema menyarankan untuk memasang Cctv dikamar Arisha dan Alvaro,karena memang disemua kamar tidak ada kamera,karena pribadi.Dan Bu Ema menyarankan saat dibawah Arisha menyuruh salah satu pelayan untuk membelikan lagi vitamin yang sering Arisha beli,dan berkata yang sebelumnya terbuang.
Arisha mengiyakan dan melakukan rencana itu,semoga berhasil ,pikirnya.
Dia pun kebawah dan menyuruh salah satu pelayan untuk membelikan obat lagi dengan suara yang sedikit keras,sengaja untuk mengelabui pelakunya.
Saat Sore hari Mom Ambar datang,karena sebelumnya Bu Ema menceritakan perihal apa yang terjadi disana.
"Mommy sudah tau Sayang,Mom percaya sama kamu"
Ujarnya dengan memeluk Arisha,Mom Ambar sudah yakin akan semua itu,karena dari awal memang dia mencurigai salah satu pelayan dirumah itu.
Namun dia belum mempunyai cukup bukti yang kuat,dan sekarang saatnya menuntas tuntas kecurigaannya itu.
Dia juga setuju akan rencana Bu Ema,itu akan sangat membuktikan semua,lalu Mom Ambar mengajak Arisha untuk mengecek Cctv dibagian depan kamar.
Dan Mom Ambar bertanya,kapan percisnya Arisha dan Alvaro bertengkar,maka dilihatlah dari pagi sampai malam kamera itu.
Dan tayanglah video saat pelayan yang pura pura menabrak Alvaro dan menghasut Alvaro tentang obat itu,dan itu mengartikan pelayan itulah pelakunya.
"See,dugaan Mom benar dia yang melakukannya ,Ok kita akan membuktikannya nanti,nanti kamu suruh apa saja yang bisa dia masuk ke kamar kalian" Ujar Mom Ambar.
__ADS_1
"Iya Mom,makasih sudah mau percaya Risha.Risha gak mungkin melakukan itu Mom,Risha juga sudah siap kok punya Bayi"
Arisha kembali menangis dipelukan Mom Ambar,dan Mom Ambar mencoba menguatkannya dan menenangkannya.
*
*
Satu bukti lagi mereka dapatkan,rencana mereka berhasil,pelayan yang mereka duga masuk ke dalam kamar dan kembali menukar obat di dalamnya.Semua terlihat sangat jelas di depan kamera.
Jelas menyulutkan emosi dibenak Mom Ambar,dan dengan bukti itu Mom Ambar menarik dan membawa pelayan itu ke salah satu kamar kosong,karena marah Mom sampai menamparnya.
Plakk
Pelayan itu sampai tersungkur "Kamu pikir kamu bisa mengelabui kita Hah !!" Pekik Mom Ambar dia menjambak rambut pelayan wanita itu.
"Mom lepasin,kasihan dia" Arisha mencoba melerainya,bagaimana pun mereka sama sama wanita.
"Huh,harusnya kamu jangan pisahkan Mom ,Mom masih kesal tau" Dengusnya kesal.
"Mom,kita tanya dia baik baik,dia pasti melakukannya dibawah tekanan orang lain" Jelas Arisha.
"Percuma Sha,diajak bicara baik baik juga,mana mau dia mengaku" Desis Mom Ambar lagi.
"Kita coba dulu Mom"
Namun sesuai dugaan Mom Ambar,Mia tidak mau membuka mulutnya walau sudah dibentak bentak Mom.Maka dengan kembali menampar dan menjambak Mom lakukan supaya Mia mau berbicara.
"Ayo Mia bicara,kali ini aku tak bisa menahan Mom,untuk melakukan tindakan kasar sama kamu"
Arisha masih merasa kasihan,namun Mom Ambar tak bisa dilepaskan begitu saja.
"Ampun Nyonya,ampuni Saya" Dia menangis,tak kuasa menahan sakit dari rambutnya yang Mom Ambar jambak.
"Cepat katakan ,siapa yang menyuruh kamu ?"
"Baik,,baik Nyonya akan saya katakan"
Mom mengatur nafasnya yang memburu,dan melepaskan cengkraman tangannya dirambut Mia.
"Siapa ?" Tanyanya lagi dengan penuh amarah.
"Airish,Nona Airish yang menyuruh saya Nyonya"
Mia menunduk,dan dia menangis karena masih merasa kesakitan dipipi juga kepalanya.
__ADS_1
"Airish ?" Seru Mom dan Arisha.
"Kamu jangan bohong Hah !!" Sentak Mom lagi.
"Ti..tidak Nyonya saya tidak bohong,Nona Airish yang menyuruh saya,ini ada buktinya Nyonya"
Mia memberikan bukti rekaman Perintah Airish padanya,karena memang begitu,ternyata tanpa sadar Airish sudah dijadikan sasaran oleh Dad Ronald,dia menang lagi karena rencananya tak terlihat oleh siapa pun.
Mom dan Arisha mempercayai semua itu,tapi mereka tak melepaskan Mia begitu saja,dia masih membiarkan Mia disana dengan catatan diketat keamanannya,Mom sengaja ingin memata matai siapa saja dibalik Mia,karena Mom masih sedikit ragu.
Dia pun menyadap ponsel Mia,dan juga membiarkan Mia tidur terpisah dengan pelayan lainnya,tidak diberikan pekerjaan,intinya Mia ditahan oleh Mom.
***
"Mas..kamu pulang ?"
Arisha dikagetkan dengan pelukan hangat dibelakangnya,tangan kekar Alvaro memeluk lehernya dan kepalanya dia benamkan dibahu Arisha,posisi Arisha sedang duduk dimeja kerjanya.
"Maaf,maafkan Sayang" Desis Alvaro ditelinga Arisha.
Arisha berdiri "Mas.."
Alvaro.langsung memeluk Arisha,membenamkan kepalanya pada dadanya,dia terus mengecup pucuk kepala Arisha..
Arisha tak kuasa untuk tak menangis,dia membalas pelukan Alvaro.Satu minggu tak bertemu,satu minggu tak saling sapa membuat Arisha gelisah dan memupuk rindu.
"Maaf,maafkan aku yang tak percaya kamu waktu itu,maaf aku mengabaikan kamu satu minggu ini ,maaf aku terlalu bodoh sudah terhasut mereka,maaf..maaf"
"Mas,stop jangan meminta maaf lagi,kamu percaya aku saja,aku sudah tenang"
Keduanya bertatapan,mata mereka saling berbicara kalau mereka saling rindu satu sama lain,maka di detik berikutnya Alvaro memanggut bibir Arisha.
Dia rindu itu,bukan hanya memanggut namun menuntut lebih dan mereka melepas rindu yang menggebu,satu pelajaran yang bisa Alvaro ambil,dia harus selalu mempercayai Arisha,nyatanya banyak yang mengingikannya berpisah.
Semalam setelah pertengkaran mereka,Alvaro mengecek Cctv di depan kamarnya,dia melihat lagi aksi pelayan yang bernama Mia itu,saat menabraknya dan dia merasa curiga dari gelagat Mia yang baru keluar dari dalam kamarnya.
Dan kiriman video dari Mom,memperjelas semuanya kalau Arisha tidak berbohong.
Dan sebenarnya malam itu juga dia percaya Arisha ,namun dia harus segera pergi dan selama satu minggu dia benar benar disibukkan dengan pekerjaan,bahkan selalu pulang larut malam saat satu minggu itu.
Tidak ada masalah tanpa ada penyelesaiannya.
***
...Bersambung...
__ADS_1
Note : Adil ya like dan comentnya😊