Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 81. Bertemu masa lalu


__ADS_3

Setelah hari itu Arisha dan Alvaro sempat berdebat lagi soal anak mereka yang bahkan belum lahir itu,Alvaro berharap Arisha tak sungguh sungguh akan menjadikan anaknya jadi seorang Boy Band..tidak Alvaro tak mau itu.


"Ya terserah dong aku Ibunya,dia mau ke gimana juga aku yang akan membimbingnya"


Bukan apa apa Arisha hanya masih kesal pada suami dan Ayahnya itu selalu membicarakan hal itu itu saja,padahal itu bisa kan dibicarakan nanti saja,pikirnya.


Alvaro tetap tak mau jika harus menjadikan anaknya menjadi seorang Boy Band,tidak akan ada masa depannya nanti ,pikirinya juga.Padahal sih Arisha hanya asal bicara saja karena kesal.


Dan setelah itu juga Alvaro dan Pak Bastian tak pernah membahasnya lagi,tak mau membuat Arisha stres juga,jadi mereka melupakan sejenak perkara itu.


.


.


.


.


***


.


"Mas..ayo katanya mau antar aku beli perlengkapan Bayi,aku udah gak sabar ini,kamu bohong aja deh" Dengus dibalik telepon.


Ya sudah dua kali Alvaro mengatakan akan mengantar Arisha untuk membeli perlengkapan Bayi mereka,membeli berbagai pernak pernik dan berbagai pakaian untuk anak mereka,karena usianya yang sudah tujuh bulan,jadi sudah bisa untuk membeli itu.


Tapi nyatanya pekerjaan dikantor tak bisa Alvaro tinggalkan begitu saja,ada saja hal mendesak yang mengharuskan dia standby dikantornya,yang tak bisa juga dia alihkan pada Sam.


"Maaf Sayang,kita tunda ya..kita beli perlengkapannya nanto diakhir pekan saja,janji aku gak akan ingkar lagi,serius ini ada pertemuan dadakan"


Arisha cemberut,dia sudah mengalah dihari pertama,tapi kali ini tidak bisa,karena dia sungguh sudah gatal ingin segera membeli perlengkapan ini,mempersiapkan segal kebutuhan sang Anak.


"Gak mau,aku maunya hari ini..kamu udah janji,kamu bohong terus ,kamu lebih pentingin urusan kantor dari pada aku dan anak aku" Rajuknya kini ,masih dengan mode cemberut tentunya.


Alvaro sampai menekan ujung hidungnya ,dan mendesah pasrah,kalau sudah merajuk begini akan menjadi susah baginya.


"Sayang,gini aja nanti sore aja ya,pasti aku antar kamu kok,janji sayang ya..ya" Dia tetap memelas meminta Arisha untuk mengerti,karena sungguh ini pertemuan dengan insvestor dari luar negeri dan itu sangat penting bagi kelangsungan perusahaannya.

__ADS_1


"Gak mau,ya udah kalau gak bisa antar..aku berangkat sama Anin aja ya,nanti kamu nyusul aja kesana ,sekalian aku tuh pengen makan sesuatu disana,nih anak kita udah lapar tau" Meski mengeluh,tapi tetap memberi kesepakatan pada Alvaro.


Alvaro mendesah lagi,dia juga tak bisa membantah keinginan ibu hamil itu.


"Ok,tapi kamu tetap ditemani Pak Agung ya,nanti aku nyusul kesana,cuma 2 jam kok..aku pasti nyusul,kamu jangan kecapeaan,Ok" Pada akhirnya dia tetap memberi ijin Arisha,toh dia pikir Arisha sama Anin dan ada Pak Agung.


Eh ngomong ngomong soal Anin,kini dirinya sudah berstatus menjadi kekasihnya Sam,sejak kejadian waktu itu membuatnya kini dekat seperti sekarang,walaupun selalu Anin yang mendekatinya lebih dulu.


***


.


.


.


"Gimana sama Samsul sekarang kamu Nin ?" Tanya Arisha,yang kini keduanya sudah berada di dalam Mall terbesar di Jakarta,dan mereka sedang menikmati makan siang mereka,sebelum berkeliling karena itu permintaan ibu hamil.


"Samsul,samsul..namanya Samuel Sha bukan Samsul,kamu gimana sih,main ganti nama orang aja" Sungut Anin tak terima kekasihnya tetap dipanggil Samsul oleh Arisha.


Arisha tertawa sarkas "Ya mau gimana lagi orang ini bawaanbayi kok" Elaknya.


Arisha kembali tertawa "Udah enak gitu Nin" Elaknya lagi kekeuh.Mereka pun makan dengan sambil berbincang bincang kecil,sekalian juga menunggu Alvaro,karena keinginan kecilnya tetap ingin memilih perlengkapan bersama sang Suami.


"Risha..Arisha kan ?" Hingga sapaan seseorang membuat mereka menghentikan obrolan mereka dan menoleh pada sumber suara yang menegur Arisha.


Arisha mendongkak dan melihat siapa yang menegurnya,dia memicingkan matanya mencari tau ity siapa,namun dia ingat ingat lupa.


"Hem,kamu siapa ?" Tanyanya balik pada akhirnya,karena sungguh lupa.


Pria itu tersenyum manis,menampilkan lesung pipit dipipinya menambah aura manis dan tampannya.


"Apa kabar Sha ?boleh duduk disini ?" Pintanya,belum menjawab rasa penasaran Arisha saat itu,Arisha dan Anin saling bertatapan dan lalu mengiyakan untuk pria itu duduk.


"Wah,kamu sungguh melupakan aku Sha,kamu sungguh lupa aku ?" Ujarnya lagi.


"Bener aku ingat ingat lupa,aku ingat wajah kamu,tapi lupa siapa namanya" Dia menyengir.

__ADS_1


"Tak apa aku memang pantas dilupakan,Fadlan Sha,Fadlan Afriansyah" Dia menekankan nama Fadlan bersama kepanjangannya,mungkin sajà Arisha bakalan ingat.


Arisha menutup mulutnya,kini dia ingat siapa pria di depannya ini,seseorang yang pernah mengisi hari harinya dulu,dan pernah mengisi hatinya juga.


"Kak Fadlan,Astagfirllah..maafkan aku,kakak sungguh udah beda tau,makanya aku lupa,Kakak apa kabar ?kok bisa diJakarta"


Fadlan tersenyum lagi,menampilkan wajah manisnya lagi..wajah yang dulu Arisha sukai,malah kalau Fadlam senyum Arisha selalu dengan sengaja menoel noel lesung pipitnya itu.Dan kini pun membuat Arisha bersemu.


Fadlan Afriansyah adalah kakak kelasnya dulu sejak SMA,mereka kenal sudah sejak lama..sudah sedari kecil dan selalu bermain bersama.Namun saat hati sudah saling suka maka mereka memutuskan untuk menjalin kasih,namun sayang itu kandas..karena Fadlan harus kuliah diluar kota kala itu,namun Fadlan sempat meminta Arisha untuk menunggu.


Tapi takdir berkata lain,Fadlan harus menelan kecewa kala Arisha sudah harus menikah dengan orang lain,bahkan kini Arisha sedang hamil.


"Aku baik,sudah satu tahun ini aku bekerja diJakarta Sha,gimana kandungan kamu ?"


"Ah,seperti itu..alhamdulillah baik kok Kak,dia sangat baik,tinggal menunggu dua bulan lagi lahir"


"Alhamdulillah kalau begitu,sehat sehat ya Sha" Ucapnya tulus.


"Iya Aamiin kak,Eh..ngomong ngomong apa kakak udah menikah ?"


Fadlan terdiam,nyatanya dia belum bisa melupakan Arishanya,Arisha kecilnya itu,tapi dia hanya bisa memendamnya saja.


"Belum Sha,masih mencari jodoh"Jawabnya tapi diselingi sebuah tawa dan mereka pun bercakap cakap ria dibarengi Anin juga.


Menceritakan pengalaman pengalaman mereka selama ini,tak urung mereka tertawa bersama dan tanpa Arisha sadari ada empat pasang mata yang nampak sudah memerah melihat itu.


Siapa lagi kalau bukan Alvaro dan Sam yang sudah datang di sana.


"Sayang,maaf menunggu lama.." Dengan menahan rasa penasarannya akan pria di depannya itu,dia juga menahan rasa cemburu,karena melihat Arisha seperti dekat dengannya.


Dengan dikecup juga ujung pelipis Arisha "Mas,kamu lama deh" Keluh Arisha pada akhirnya.


"Maaf Sayang,tadi bener bener mendesak,kamu sudah makan ?" Tanyanya basa basi,padahal ingin segera bertanya siapa pria di depannya itu.


"Hem,,oh iya Mas,kenalin ini Kak Fadlan,kak Fadlan ini Mas Varo suami aku"


Ya Alvaro tau itu namanya Fadlan,tapi belum tau siapanya Arisha,mereka berkenalan dengan ramah,padahal di dalam hati keduanya saling bertalu,Alvaro yang masih penasaran akan siapa Fadlan,dan Fadlan yang merasa kini sudah tak ada harapan lagi pada Arisha,melihat bagaimana cara Alvaro memperlakukan Arisha.

__ADS_1


***


...Bersambung...


__ADS_2