
Setelah makan siang bersama Arisha memutuskan untuk pergi dan tujuannya kerumah sang Ayah yang katanya sedang berada dirumah.Dia merasa bosan kalau harus menunggu Alvaro sampai pulang.
"Mas,aku kerumah Ayah ya,bosan disini terus" Dia berdiri dan menghamiri Alvaro yang sedang berkutat dengan segala berkas berkasnya.
Alvaro menoleh dan menyimpan pen yang dia pegang "Emmm,sini dulu" Panggilnya pada Arisha.
"Kamu bosan hem ?" Tanpa meminta persetujuan pun Alvaro sudah menarik Arisha ke dalam pangkuannya dan walaupun dapat protes dari Arisha.
"Mas,kamu iih" Keluhnya sambil dengan menepuk bahu Alvaro dan Alvaro hanya terkekeh.
"Diantar supir ya,nanti aku jemput kesana"
"Hem,jangan malam malam pulangnya" Ujar Arisha manja.
"Iya gak akan,tau kok kamu gak akan bisa tidur tanpa aku"
"Haha,kamu terlalu ke geeran Mas..tapi emang bener sih"
"Kamu ini" Alvaro mencubit pipi chuby nya Arisha.
"Ya udah ah,aku kerumah Ayah dulu,awas jangan malam malam" Ancamnya lagi dengan tatapan horornya.
"Iya Sayang,sini sun dulu"
"Aisshhhhh"
Cup
Satu kecupan mendarat dibibir Arisha dan kedua kalinya bukan hanya kecupan,namun lum*tan lum*tan kecil yang Alvaro lakukan,hingga menjadi dalam dan semakin dalam,sampai berhenti karena ada gangguan.
"Maaf Pak,ini lap.." Pernyataannya berhenti tatkala melihat atasannya sedang saling bercumbu,dia memalingkan mukanya dengan cepat,haduh nasib lajang ya begitu,itulah Sam.
"Ck,bisa kan ketuk pintu dulu Sam,," Gerutu Alvaro,dan Arisha langsung berdiri merasa kikuk akan kedatangan Sam.
"Ma..maaf Tuan" Ujarnya merasa bersalah.
"Mas,aku pergi sekarang ya,kamu lanjut aja kerjanya,semangat ya" Dia berjalan dan mengambil tas kecilnya.
__ADS_1
"Sayang,tunggu..aku antar sampai loby ,Ok" Usulnya dan dia ikut berdiri.
"Makasih Sam,udah nyelamatin aku,kalau gak entahlah" Bisik Arisha ditelinga Sam dan tersenyum lucu.
"Hey,apa yang kamu bisikan padanya Sayang" Alvaro menarik pinggang Arisha dan memeluknya dengan posesif.
"Hahaha,gak Sayang ..aku hanya bilang padanya,makasih udah ganggu kita tadi" Ujarnya dengan sambil tertawa dan dapat cubitan kecil lagi dari Alvaro.
"Kamu ini,lihat aja nanti malam..Sam taruh aja di meja" mereka pun berjalan beriringan sampai keloby depan.
Alvaro mengantarkan Arisha sampai masuk ke dalam mobilnya dengan sebelumnya mengecup dahi Arisha dan tak lupa mengecup perutnya yang kini bersemayam calon anak mereka.
*
*
*
Membelah jalanan ibu kota yang padat dengan terik matahari semakin membuat suasana hati ikut panas,padahal mobil sudah ber-Ac tapi tetap aja masih terasa panas,belum lagi karena berbadan dua.
"Duh,,cuaca panas gini sih ya Pak" Keluhnya pada sang supir.
"Assalamualaikum.." Salamnya di depan,dan dapat sapaan salam dari Asisten Pak Bastian.
"Non,Risha..ayo masuk Non" Bi Asih yang menyapanya,yang selama ini menemani Pak Bastian.
"Bi Asih apa kabar ?Ayah ada kan ?"
"Bibi baik kok Non,,Tuan Ada Non lagi dibelakang,biasa ngurusin ikan ikan mahalnya" Ujar Bi Asih sambil tertawa.
Karena itu memang kegiatan hariannya Pak Bastian ,jikalau ada dirumah.
"Ya Udah ,Risha nyamperin Ayah dulu ya Bi"
"Iya Non,maua dibuatin minum apa Non ?",
"Emmmm,jus Alpukat aja"
__ADS_1
Arisha pun melangkah ke dalam dan menuju halaman belakang,dimana Pak Bastian berada.
"Ayah.." sudah teriak dari kejauhan,bahkan lupa kalau sedang hamil ,ia sedikit berlari.
"Eh,cantiknya Ayah..jangan lari lari Sha,inget ada cucu Ayah disini" Tegurnya sambil mengelus lembut perut Arisha,dan Arisha menutup mulutnya lalu menyengir.
"Lupa..saking senengnya bisa ketemu Ayah lagi" Cicitnya lalu memeluk sang Ayah.
Pak Bastian membalasnya tak kalah erat,dikecupnya juga pucuk kepala Arisha dengan Sayang,dan dia ingin bisa menghabiskan masa tuanya bersama Arisha,menebus apa yang belum pernah dia berikan dulu pada anaknya itu.
Sudah tidak ada lagi penghalang bagi keduanya,mereka dipertemukan kembali saat pernah berpisah,
"Ayo duduk,kamu kesini sendiri ?" Pak Bastian mengajaknya untuk duduk dikursi yang ada disana.
"Diantar supir Mas Varo Yah,tadi Risha dari kantor Mas Varo,tapi bosan ya udah kesini aja,pengen ketemu juga sama Ayah"
Pak Bastian tersenyum "Calon cucu Ayah baik baik aja kan ?sehat kan ?nanti kalau udah gede,gantian ya jadi pengganti Oppa"
Entah keberapa kalinya Pak Bastian berkata seperti itu setiap bertemu dengan Arisha ,ya memang beliau berharap anak Arisha dan Alvaro kelak kalau lahir laki laki akan dia jadikan penerus perusahaannya.
Memang kini perusahaan Pak Bastian dan Alvaro menyatu ,tapi tetap saja yang mengatur kini adalah adik dari Pak Bastian sendiri ,jikalau dirinya sedang merasa lelah seperti hari ini.
"Ayah,,belum tentu ini laki laki kan,kan ada Mas Varo yang mengurus perusahaan Ayah juga"
"Ayah yakin calon cucu Ayah ini laki laki,tetap saja Sayang,Ayah butuh penerus ..gak mungkin kamu,Varo juga kan punya perusahaan sendiri sayang"
"Emmm,Ayah..kita bicarakan ini nanti saja,kan belum lahir"
"Iya iya deh"
Pasalnya Arisha bingung,Alvaro juga meminta hal yang sama kalau anaknya terlahir laki laki nanti,dia juga ingin menjadikannya penerus,Arisha menghela nafas panjang,akankah ini menjadi masalah nantinya.
Dan setelahnya mereka bercakap cakap riang,menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama,sampai Alvaro menjemputnya.
Dan jam 20.00 malam barulah Alvaro datang untuk menjemput Arisha dan barulah mereka pulang bersama,setelah sebelumnya berpamitan dengan sang Ayah.
***
__ADS_1
...Bersambung...