Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 48. Berdamailah dengan Masa lalu


__ADS_3

***


"Ada apa Anda disini ?" Ujar Alvaro dengan mencebik tak.suka akan keberadaan Pak Bastian disana.


"Alvaro ?"


"Mas,baru pulang ?" Tanya Arisha berbarengan dengan Pak Bastian.


"Hmmmm,kamu pasti jenuh disini sendiri" Alvaro kecup kening Arisha dan memeluk pinggangnya supay mendekat.


"Ah,iya Pak ini suami Saya " Arisha memperkenalkan Alvaro pada Pak Bastian.


Pak Bastian membelalak lagi saat mengetahui Alvaro sudah menikah ,dia tersenyum rendah.


Alvaro masih menatap Pak Bastian dengan sorot mata yang tajam "Ada keperluan apa anda dengan istri Saya ?"


"Tidak ada,hanya saja ini kali keduanya dia menyelamatkan saya,saya hanya sedang menunggu mobilku diperbaiki" Dia menunjuk mobilnya yang terparkir di depan Vila.


"Kalau begitu silahkan,karena itu sudah selesai" Alvaro mengusir Pak Bastian secara terang terangan.


"Mas,beliau belum menghabiskan minumannya loh,kok kamu suruh dia pulang sih" Decak Arisha yang tak mengerti situasi di depannya ini.


"Gak apa apa Nak Risha,terima kasih sudah bantu saya,semoga Tuhan membalasnya,Oh ya Nak Varo kebetulan kamu ada disini,Om tunggu kedatangannya dipernikahan Airish"


Pernyataan Pak Bastian mampu membuat Arisha menoleh dengan cepat karena mendengar nama Airish,sedangkan Alvaro mendengus kesal dan tersenyum kecut.


"Saya tidak berniat untuk datang,hari ini juga Saya akan segera kembali Ke Jakarta" Jawabnya ketus.


"Lupakanlah itu masa lalu kalian ,kini kalian sudah dapat pasangan masing masing Nak Varo"


"Ck,Maaf Pak Bastian,mobil anda sudah benar benar selesai" Ujarnya lagi terang terangan mengusir Pak Bastian lagi.


"Baiklah,Om hanya bilang,semoga kalian berkenan hadir disana,Nak Risha mungkin kamu bisa hadir disana,karena ada yang harus Saya pastikan tentang kamu"


Sorot matanya teduh,meminta Arisha untuk datang menemuinya segera,sungguh dia merasa Arisha adalah anaknya yang hilang kurleb 23 tahun yang lalu.

__ADS_1


Arisha menatap Alvaro sejenak "Insha Allah Pak,bila suami Saya berkenan Saya pasti datang"


"Tidak,Saya tidak akan datang kesana,sudah cukup perkenalan kita dan Saya tak mau berhubungan dengan keluarganya lagi termasuk anda Pak Bastian terhormat" Sorot matanya kembali tajam,menyiratkan kalau ia tak suka bertemu dengan masa lalunya "Ayo Sha masuk aku lelah" Ajaknya lagi dan merangkul Arisha pergi ke dalam.


Sam yang sedari tadi ada dibelakang Alvaro ,menyapa Pak Bastian sejenak dan ikut berlalu.Ekor mata Pak Bastian masih menatap kepergian Arisha,cairan bening menetes di pipi tuanya.


"Apakah itu kamu Nak ?Indri tolong tunjukan kalau dia anak kita,aku masih berjuang disini mencari anak kita" Batinnya bergejolak mengingat itu.Dia pun melangkah pergi dari sana,tapi dia akan berusaha lagi untuk mencari tau tentang Arisha.


*


*


*


"Mas,kamu kok main usir usir aja sih ?kan gak sopan sama Orang tua juga" Arisha mengomel sambil meraih Jas dan tas yang Alvaro pegang dan menyimpannya ditempatnya begitu juga sepatunya.


Alvaro lagi lagi mendesah dia buka kancing atas kemejanya dan kedua sisi tangannya dia gulung ke atas lalu dia rebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Hari ini kita kembali ke Jakarta,disana aku masih ada pekerjaan" Sahutnya


Omelannya masih belum berhenti,Alvaro menarik tangan Arisha dan kini sudah berada diatasnya lalu dia gulingkan kesebelah ,kini bergani Arisha ada dibawah kungkungannya.


"Udah ngomelnya,kamu bawel sekali sih Sha,urusan itu hanya urusan ku,jadi kamu tak perlu ikut campur" Ujarnya sambil menyingkirkan rambut kecil yang menghalangi wajah Arisha.


"Aissshhh,kamu ya aku tuh lagi ceramahin kamu,gak baik punya dendam dengan orang,hati kamu selamanya tidak akan tenang Mas,lupakan itu meskipun itu sakit"


Alvaro menenggelamkan wajahnya diceruk leher Arisha,dia menciumi area itu.


"Bukan aku dendam pada mereka,hanya saja aku belum mau lagi untuk bertemu mereka Baby,kamu tak akan tau berapa luka itu tersemat dalam hati aku,aku belum bisa berdamai dengan itu"


Ujarnya ditelinga Arisha dan masih bermain diceruk lehernya,Arisha mendesah saat Alvaro menggigitnya.


"Mas,bangun iih kamu berat tau !!" Gerutunya kesal,dan Alvaro bangkit lalu duduk bersandar dikepala tempat tidur.


"Mas,cobalah untuk itu,Maafkan mereka dengan hati lapang,kalau kamu begini terus,kamu hanya tak akan tenang,hidup kamu akan terus dibayangi oleh rasa benci pada mereka,cobalah tatap masa depan,kamu akan damai kalau kamu bisa melapangkan masa lalu"

__ADS_1


Arisha memegang dada Alvaro memberi taunya supaya dia sadar kalau dia salah.


Ya seburuk apa pun masa lalu,separah apapun luka itu,kita hanya harus mampu berdamai dengan itu,kalau tidak selamanya kita akan dihantui rasa benci dan dendam.


"Kamu tau Mas,bahkan kalau sikap kamu begini ,dia yang sudah menaruh luka dihati kamu ini akan tertawa,karena merasa menang melihat kamu tak bisa melupakannya,tunjukan lah kalau kamu sudah bisa berdiri diatas kaki kamu sendiri,dan tunjukan padanya kalau kamu bahagia"


Benar,benar apa kata Arisha kalau dia begini,Airish bisa tertawa menang karena merasa aku belum melupakannya,ya dia kini sudah punya Arisha ,dia sudah punya masa depannya.


Dia membawa Arisha ke dalam pelukkannya dan membenamkan wajahnya di dadanya.Arisha membalas pelukan itu dia merasai Alvaro mengecup pucuk kepalanya beberapa kali.


"Apakah kamu juga gak punya rasa benci dan dendam pada kedua orang tua kamu yang sudah meninggalkan kamu Sha ?"


Pernyataan Alvaro membuat Arisha bangun dan dia membulatkan matanya.


"Mas,kamu tau soal aku ?"


"Hemmmm,aku tau Pak Rudi dan Bu Anggi Orang tua angkat kamu,mereka menemukan kamu di depan rumahnya,apakah kamu tak marah pada mereka yang mungkin saja sudah membuang kamu disana"


Cairan bening turun disela matanya "Tidak,aku yakin mereka punya alasan tentang itu,jadi sebelum aku tau alasan mereka apa ,aku tak berhak untuk marah dan bahkan benci pada mereka,justru aku sedang mencari keduanya,aku berharap bisa bertemu dengan mereka"


Alvaro kembali lagi menarik Arisha ke dalam pelukannya.


"Kamu memang berhati lembut,seperti nya aku memang harus belajar banyak darimu,aku akan bantu kamu cari mereka"


"Kita hanya manusia biasa Mas,selama ada Tuhan kita serahkan semua pada Tuhan atas kesalahan mereka biar Tuhan yang membalasnya,bukan kita..kalau kita merasai punya hati dendam,maka kita sama saja dengan mereka,lapangkan hati kamu Mas,kamu sudah punya aku kan"


Alvaro mengangguk "Ya,aku sudah punya kamu,kamu masa depan aku"


Arisha tersenyum "Berdamai lah dulu dengan hatimu Mas,aku disini yang akan menyembuhkan luka dihati kamu"


Alvaro menarik dagu Arisha dan mempertemukan kedua bibirnya untuk dia k*cup dia l*mat,Alvaro merasai hatinya bergejolak dia sudah jatuh cinta pada sosok di depannya ini.


Dan mereka pun memulai lagi untuk mencari kenikmatan surga dunia itu.


***

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2