Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 62. Baru Saja


__ADS_3

"Sha..Arisha"


Arisha terpekik kaget saat tiba tiba Alvaro datang dan menganggetkannya begitu saja.


"Astagfirllah,Mas..kamu bikin aku jantungan tau gak !!" Rutuknya pada Alvaro sambil mendengus kesal.


"Kamu gak apa apa kan ?apa yang luka ?mana coba aku lihat ?"


Alvaro membolak balikkan tubuh Arisha,kabar soal hampir tertabrak itu,sudah dia dengar dari Sam,dengan cepat kilat dia segera pulang kerumah untuk menemui Arisha.


"Mas,hey..aku gak apa apa,aku cuma masih Syok aja Mas" Ungkapnya,karena memang seperti itu kan.


Alvaro langsung memeluk Arisha "Besok besok aku yang akan menjemput kamu,dan menjaga kamu" Lirihnya dipelukan Arisha.


"Mas,jangan seperti itu,kamu juga punya pekerjaan lain,kan ada pengawal juga nanti"


"Gak,aku masih khawatir keadaan kamu"


Alvaro melepaskan pelukannya dan menggiring Arisha ke tempat tidur,kini keduanta sedang berpelukan satu sama lain.


"Mas,gak perlu khawatir lagi sama aku,tadi ada Sam yang menolong aku"


"Hem,aku tau..Sam sudah cerita padaku tentang tadi ,bagaimana sidangnya ?"


Arisha tersenyum cerah "Aku lulus Mas,alhamdulillah perjuangan ku tak sia sia" Ucapnya penuh syukur.


"Alhamdulillah,jadi mau kerja dikantor aku ?harus jadi saoalnya biar aku bisa menjaga kamu"


"Iya Mas.."


Obrolan mereka kembali berlanjut,sampai sore hari tiba dan mereka saling membersihkan diri lalu makan malam.


Drdrtdrtdrt


Ponsel Arisha berbunyi,nampak ada telepon masuk dari No tak dikenal.Arisha sempat cuek dan mengabaikan telepon itu,tapi itu mengganggu.


"Angkat Sha,kali aja penting" Saran Alvaro,karena merasa terganggu juga,bertepatan dengan itu ponsel Alvaro pun sama berdering.Dan mereka sama sama mengangkat itu.


"Apa ?apa kamu bilang ?orang yang tadi hampir membuat Arisha celaka adalah orang suruhan bibinya Arisha ?"


Dia memejamkan matanya,tangannya terkepal erat,dia meraup oksigen kala mendengar itu.


"Iya Pak,sekarang beliau sudah tertangkap polisi bersama istrinya Pak Bastian juga,dan"


"Syukurlah,besok temani aku menemui mereka,dan apa Sam ?"


Pandangannya beralih pada Arisha yang tergelak dilantai,dengan air mata meluruh dikedua pipinya dengan deras,tanpa mendengar apa kata Sam dia memantikan teleponnya sepihak.


Lantas dia segera menghampiri Arisha dengan penuh rasa khawatir.

__ADS_1


"Sayang,kamu kenapa ?" Dia ikut berjongkok dan meraih bahu Arisha.


"Mas..Ayah Mas" Dia berkata dengan terbata bata masih dengan air mata mengalir.


*


*


*


Suara dentuman sepatu saling bersahutan dikoridor Rumah Sakit ,Arisha berlarian dengan rasa yang begitu khawatir,takut,dan juga sedih ,Alvaro mengikutinya dari belakang.


Kabar itu sungguh mengejutkan keduanya terutama Arisha,baru saja dia bertemu dengan sang Ayah,memeluknya dengan kehangatan dari beliau,belaian yang dia nantikan puluhan tahun.


Kini tubuh itu sudah tergeletak diatas brangkar Rumah sakit,dengan berbagai alat medis mengelilinginya.


"Ayah.." Lirihnya kala sudah berada di depan ruangan Icu sang Ayah.


Baru saja beliau melakukan operasi besar akibat kecelakaan yang terjadi beberapa jam lalu padanya,wajah tua itu tergoler lemas disana,wajah yang baru bisa Arisha lihat dari dekat beberapa hari ini.


Dia tak kuasa untuk tak menangis,kenapa kenapa harus sekarang.Dengan balutan kain steril dia bisa memasuki ruangan dimata beliau berada.


"Ayah.." Air matanya tak kuasa untuk tak mengalir,sampai dia sesegukan


"Ayah,ayah janji akan menemani Risha,kita akan mengunjungi rumah Ibu kan" Dia menarik nafasnya,menahan gejolak rasa sedih dihatinya.


"Bangun Yah,ini Risha putri Ayah"


Dia semakin sesegukan menangis disana,sedangkan Alvaro berada diluar bersama anak buah Pak Bastian.


"Kenapa bisa terjadi ?" Tanyanya pada anak buah itu,hatinya juga sedih kalau melihat Arisha sedih.


Dia bisa merasakan apa yang istrinya rasakan,Baru saja dapat kabar bahagia,baru saja dia memeluk Ayah kandungnya.


"Beliau kecelakaan saat hendak menemui Nona Arisha,Tuan.Diperkirakan rem blong kala itu,supir yang membawa beliau meninggal ditempat" Jelasnya.


Alvaro menghela nafas,dimemijit pelipisnya,dunia terasa kejam,dan kenapa selalu menimpa istrinya itu.


"Dan kamu tau siapa dalangnya ?kenapa tiba tiba remnya blong ?"


Dia mengangguk "Nyonya Anita dan rekannya Tuan"


"Kenapa bisa ?bukankah mereka sudah tertangkap ?"


"Masih ada anteknya yang lain Tuan ,tapi sudah tertangkap" Ungkapnya lagi.


Alvaro geram jelas geram,ingin rasanya dia bunuh saja mereka,tangannya kembali terkepal kuat,tak lama Mom Ambar datang setelah diberi tahu Alvaro.


"Varo.." Pekiknya dan lalu berhambur kepelukannya.

__ADS_1


"Mom.." Alvaro membalasnya.


"Risha mana ?bagaimana keadaan Pak Bastian ?"


"Dia di dalam Mom,Ayah mertua baru saja melakukan operasi ,Dokter bilang keadaannya kritis akibat benturan keras pada kepalanya ,kalau dua hari belum sadar,kemungkinan beliau koma"


Mom Ambar menutup mulutnya,dia tak kuasa menahan semua itu,semua terasa tiba tiba,dia pun menangis.


Arisha sudah keluar dari sana,dengan raut wajah yang sendu dan merasakan sangat sedih,dia berhambur kepelukan Mom Ambar.


"Sabar Sayang,ada Mom dan Varo disini,kamu kuat ya" Dia elus punggungnya,memberikan ketenangan pada menantunya itu.


"Ayah,dia sudah janji untuk menemani Risha dan menjaga Risha Mom"


"Iya dia pasti kembali,dia pasti sembuh ,dia kuat karena ada kamu"


Arisha terdiam,tubuhnya melemah dan dia tergelak ambruk tak sadarkan diri.


***


"Ijinkan saya bertemu Mami Saya Pak,ijinkan saya "


Airish terus memohon pada petugas kepolisian untuk dipertemukan dengan Ibunya yang dia sebut Mami.


"Maaf Nona,jam besuk sudah habis,kembalilah besok kesini"


Airish menghentakan kakinya,dia juga mengepalkan tangannya.


"Si alan,mereka sudah berani bermain dengan kita,Mami..mami tenang aku akan membalas mereka"


Batinnya bermonolog,dendam berselimut dan berkobar dalam benaknya.


Dia tau betul apa yang terjadi,dia juga tau soal kejahatan sang Mami tahun tahun lalu,juga keinginannya yang mau menikah dengan Pak Bastian.Tapi satu hal yang belum dia tau,kalau anak yang dibuang Maminya adalah anak Ayah sambungnya.Yang dia tau,Pak Bastian hanya sudah mengetahui kejahatan Maminya saja.


"Hah,Alvaro lagi..kenapa harus sama dia lagi," Dia mendesah dan segera keluar dari sana,karena semakin banyak yang menatapnya penuh kagum,karena mereka menyadari kalau dia seorang model terkenal.


Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia akan kembali besok lagi.


***


...Bersambung...


Note : Yah,konflik lagi thor..kaya sinetron ya..


Emmm,ngomong2 makasih banyak yang udah mau ngeluarin Votenya dan juga hadiahnya,aku terhura padahal karyaku gak bagus bagus amat ,jauh dari kata bagus,tapi makasih ya udah membantu.


Dan aku gak maksa kalian buat masih lanjut untuk baca,aku hanya mau menyelesaikan apa yang sudah aku rangkum.


Ok,thanks ya🥰

__ADS_1


__ADS_2