Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 36. Obrolan


__ADS_3

Arisha sudah selesai mengganti pakaiannya dengan piyama yang dia bawa,lagi lagi dia dibuat kaget tatkala melihat Alvaro sedang berdiri di depan kamar mandi,sedang bersandar di lemari baju yang ada disana,semacam walk in closet. 


Karena letaknya berdampingan dengan kamar mandi,disana sudah tertata rapi berbagai pakaian,kemeja juga jas Alvaro,Arisha sempat dibuat kagum akan hal itu. 


"Tuan,anda sengaja selalu membuat jantung ku melompat kaget seperti itu ?" Rutuknya pada Alvaro yang masih nampak santai disana. 


Alvaro mendelik ke arah jam ditangannya "30 menit,apa saja yang kamu lakukan di dalam ?aku pikir kamu pingsan disana " Cecar Alvaro,lalu dia berbalik dan Arisha mengikutinya sambil mulut bergerutu tak jelas. 


"Duduk" Alvaro menepuk sofa disebelahnya dan menyuruh Arisha untuk duduk disana. 


Arisha masih berdiri dan terdiam,dengan perasaan yang tak menentu dan sulit diartikan oleh dirinya sendiri. 


"Ada apa Tuan ?" Malah bertanya seperti itu,Alvaro memicingkan matanya,lalu dengan gerakan cepat dia menarik tangan Arisha  


Dan kini Arisha ada dipangkuan Alvaro,Arisha kaget bukan main. 


"Tuan,apa yang anda lakukan !!" Pekiknya kuat,dan berusaha mencoba berdiri lagi,tapi pinggangnya sudah ditahan Alvaro. 


"Aku kan sudah bilang,aku bukan Tuan mu,aku ini suamimu,dan kamu istri ku,ganti panggilan kamu dengan layak"  


Arisha diam membeku,kini tatapan keduanya menyatu,namun sedetik kemudian Arisha kembali memberontak dan mencoba berdiri  


"Lepas Tuan.." Desisnya dan berhasil di lepas dari rangkulan Alvaro.Dia pun duduk disebelah Alvaro. 


"Aku belum terbiasa Tuan,aku belum berdamai dengan apa yang terjadi" Lirih Arisha.


Alvaro terdiam,dan agak hening


"Ok,Pertama aku minta maaf akan ucapan Daddy ku" Alvaro kembali memulai pembicaraan itu. 


"Tuan,apakah anda mau menceraikan saya ?" Pertanyaan Arisha,membuat Alvaro menampilkan wajah dinginnya. 


"Kamu mau saya ceraikan ?" Dengusnya kesal,bukan menjawab malah bertanya balik. 


Arisha terdiam tak menjawab Alvaro. 

__ADS_1


"Aku tak akan menceraikan kamu,dan pernikahkan kita masih berlanjut,bulan depan aku akan adakan resepsi kita,kedua orangtua kamu juga sudah tau" 


Alvaro berdiri,kini sedang menghadap ke arah balkon,menatap langit di malam itu. Arisha menatap kemana arah Alvaro berjalan,lalu tanpa sadar dia mengikuti Alvaro. 


"Terus bagaimana dengan kita selanjutnya ?Daddy anda juga bagaimana ?kenapa kemarin anda tak bisa melakukan banyak hal,bukankah anda sangat berkuasa ?" 


"Kita jalani semua,aku tidak mau mempermainkan sebuah keputusan yang aku ambil,aku sudah berjanji di depan Tuhan dan Ayahmu" Alvaro berkata masih dengan menatap pemandangan di depan nya. 


"Ditempat itu aku bukan siapa siapa,aku tak punya kekuasaan sebesar itu apalagi menyangkut hukum" Alvaro kembali berkata 


"Tapi,kita tidak saling cinta" Lirih Arisha sambil menunduk dan pernyataan Arisha membuat Alvaro menoleh pada Arisha. 


Alvaro meraih bahu Arisha ,hingga kini mereka berhadapan. 


"Aku tanya,apakah kamu tidak mau meneruskan ini ?apa mau berhenti ?" 


Arisha menggeleng namun selanjutnya mengangguk, bak anak seorang balita yang sedang dimarahi,tanpa sadar Alvaro terkekeh,dan membuat Arisha menatap wajah Alvaro.  


Arisha tertegun melihat Alvaro untuk pertama kalinya tertawa seperti itu,walau hanya kekehan tapi terasa renyah kala itu,karena itu pertama kalinya dia melihat senyum Alvaro,yang biasanya menampilkan wajah dinginnya itu.Alvaro pun tersadar lalu dia mengatupkan bibirnya dan kini Arisha yang tertawa . 


Lalu dia duduk di sofa yang ada di depannya ,dan Arisha kembali mengikuti bak anak kucing mengekori induknya. 


"Sekali lagi aku bertanya,jawab dengan jawaban,bukan dengan gelengan atau anggukan" Desis Alvaro selanjutnya. 


Arisha terdiam lama "Baiklah kalau itu yang kamu ingin,besok akan aku urus" Alvaro berkata,sambil akan berdiri karena merasai Arisha tak menjawab. 


Tapi kaos yang Alvaro pakai ditarik oleh Arisha,dan Arisha mendongkak "Tunggu Tuan,bukan seperti itu,ta..tapi" Ucapnya ragu. 


"Tapi apa ?karena tidak ada cinta antara kita ?" Alvaro kembali duduk dan nampak Arisha mengangguk. 


"Apa itu begitu penting untuk kamu ?bagi aku janji suci bukan main main,dan setiap keputusan ku tak bisa aku balikan lagi,soal cinta hanya bagaimana dari kita menyikapinya saja.Kalau aku lebih dulu jatuh cinta sama kamu,maka aku akan berjuang untuk mendapatkan hati kamu,dan sebaliknya,bagaimana ?" 


Arisha masih terdiam " Sekali lagi aku tekankan,kalau kamu masih mau meneruskan ini,maka kita jalani bersama sama,kamu sudah menjadi istriku,dan jika kita sama sekali tidak bisa saling mencintai,aku tetap akan mempertahankan hal itu,kamu tetap akan jadi rekan hidup dan masa depan aku


Dan jika kamu mau berhenti,maka akan aku lepaskan,dan kembalikan kamu pada kedua Orang Tua kamu,tapi tak segampang itu,karena aku tidak mau mengikari sebuah janji" Alvaro semakin mempertegasnya lagi.

__ADS_1


Arisha masih saja terdiam,kini dia dalam dilema,benar apa kata Alvaro pernikahan bukan main main,apalagi kedua orang tuanya sudah menerima semua itu.


Dia juga terdiam merasai ada sesuatu yang menggelitik hatinya,dia tau satu hal lagi mengenai Alvaro,yang dia tau Angkuh,sombong dan selalu seenaknya itu,ada sisi lain yaitu mau bertanggung jawab akan keputusannya sendiri. 


"Aku mau,aku mau meneruskan semua,tapi kita tidak ada perjanjian apa apa kan ?" Tanyanya polos,karena dari kemarin itu yang dia pikirkan. 


Alvaro tersenyum simpul "Kamu pikir ini pernikahan perjanjian kaya dinovel novel ?kamu mau seperti itu ?" Cecar Alvaro. 


"Eh,bukan..aku kan hanya tanya" Arisha menunduk dan mengerucutkan bibirnya membuat Alvaro gemas. 


Wanita aneh,nan konyol itu ternyata menggemaskan juga. 


"Aku tak akan membuat hal semacam itu,kita akan menjalankan peran kita sebagai suami dan istri selayaknya,aku menafkahi lahir batin kamu dan mengerjai hak dan kewajiban aku juga,begitu juga kamu mengerjai kewajiban kamu sebagai istri,aku tak minta banyak,hanya saja aku tak suka dibantah" 


Ck,ujung ujung nya tetap saja ada tak enaknya,gak mau dibantah !! Cebik Arisha dalam hati. 


"Baiklah,tapi beri aku waktu,sampai aku benar benar bisa menerima pernikahan ini,karena semuanya terasa begitu mendadak bagi ku,tapi aku akan menjalankan peran ku sebagai mana mestinya,hanya saja satu kewajiban yang itu..belum bisa aku lakukan "  


Arisha pun akan mencoba perlahan menerima takdir yang ada,ya walaupun masih belum bisa menerima sikap Alvaro,tapi dia teringat akan Ibunya,kalau kita tidak akan tau kalau belum saling mengenal satu sama lain. 


"Aku tak akan meminta itu sekarang,tapi jika nanti aku mau,maka kamu harus memberikannya" Alvaro tau apa yang Arisha maksud dengan itu. 


Arisha menelan ludahnya kasar,dia sadar diri,karena memang itu kewajibannya. 


"Tuan,tapi bisakah tidak ada resepsi ?bisakah pernikahan ini tidak diketahui publik ?"


Permintaan Arisha membuat Alvaro tersenyum getir,padahal dia ingin mengadakan resepsi itu supaya nama baik Arisha tak tercoreng apalagi dikampungnya,tapi Arisha sendiri yang meminta itu.


"Aku tak mau dianggap pedofil,penculik wanita muda yang usianya cukup terpaut jauh dari aku,apa kata mereka nanti,semua sudah aku atur dan ingat aku tak mau dibantah !!" Sergah Alvaro.


Arisha mendesah panjang.


*** 


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2