Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 76. Ngidam aneh


__ADS_3

Usia dibawah 17 tahun pliss lewat ya😅,,Awas tahan nafas gaes😂


***


Nyatanya setelah dikamar Arisha masih saja merajuk dia masih tak mau bicara dengan Alvaro,sampai mereka sudah saling mengganti pakaian karena habis dari luar maka kebersihan tetap harus terjaga.


Arisha membaringkan tubuhnya diatas kasur,rasa mengantuk kembali hadir dia menyelimuti dirinya dengan selimut dengan posisi miring dan membelakangi Alvaro.


Alvaro pun ikut merebahkan dirinya disamping Arisha,dia tersenyum geli karena rajukan istrinya itu,dan dengan entengnya dia memeluk Arisha dari belakang dan menyerukan kepalanya diceruk leher Arisha.


Arisha mengedik geli karena terpaan nafas Alvaro menembus pori pori kulitnya.


"Lepas iih,aku masih marah sama kamu" cicitnya dan berusaha melepaskan tangan Alvaro dari perutnya.


"Gak mau,mau kaya gini aja" Rayu Alvaro dan semakin mempererat pelukannya dengan terus mengelus perut Arisha yang sudah sedikit membuncit.


"Lepas Mas,panas tau" Dia terus merajuk dan minta dilepaskan dengan berbagai alasan.


"Aku tengok ya"


Blusshhh Arisha tau arti kata itu,kalau Alvaro sudah bicara seperti itu artinya dia harus siap dengan terkaman dari suaminya itu,tapi itulah cara Alvaro untuk membuat Arisha tak marah lagi padanya.


"Gak ya..jangan macam macam deh,aku kan bilang masih marah" Sungutnya lagi,padahal jantungnya sudah berdetak tak keruan sama sekali.


Bukan Alvaro namanya kalau tidak bisa melakukan apa yang dia mau,sikap pemaksa dan seenak jidatnya masih saja ada,apalagi kalau soal ranjang,uuhhhh.


Tangannya menyingkap piyama yang Arisha pakai dan merayap lembut diarea perutnya,bukan sampai disana nyatanya tangannya semakin merayap keatas,ketempat yang dia sukai yang selalu akan menjadi candunya dan kini yang terlihat makin sangat berisi,dua gundukan kembar yang paling dia sukai itu dia r*mas perlahan.


Dan terbukti membuat Arisha melenguh,bagaimana pun setiap sentuhan yang Alvaro berikan selalu membuatnya mabuk kepayang,usapan dan sentuhan lembut Alvaro mampu membuatnya melayang terbang sampai kelantai ketujuh.


Alvaro menyeringai kala mendengar lenguhan Arisha,membuat gairahnya semakin membuncah tak keruan,padahal tadinya dia hanya ingin menggoda saja,tapi nyatanya dia malah terbuai.


Alvaro membalikan tubuh Arisha hingga kini dia ada dibawahnya dan dirinya ada diatas Arisha,tatapan keduanya bertemu,tapi dengan cepat Arisha membuang muka,pura pura masih merajuk,padahal dalam hatinya ingin melanjutkan yang tadi.


"De Ayah tengok ya,mau kan ?"

__ADS_1


Alvaro menekuk dan kini berada di depan perut buncit Arisha,dia berbicara di depannya seakan yang dia ajak bicara bisa mendengar dan menjawab,namun memang dia merespon dengan menendang perut Arisha.


"Tuhkan dia aja mau aku tengok" Dengan wajah tengilnya dia berkata dengan sambil alis yang dia naik turunkan,seakan dia menang kala itu dan Arisha hanya mencebik namun lalu tersenyum.


Lalu Alvaro kembali mensejajarkan tubuhnya dengan Arisha,mengecup dahi Arisha dengan lembut lalu ke kedua pipinya dan mendarat dibibir ranum Arisha,mengecup,memanggutnya dengan lembut dan meny*sapnya dengan penuh penghayatan dan nafsu,menggigit gigit kecil bibir Arisha hingga pemiliknya sedikit meringis kecil.


Tangan satunya sudah merayap di belakang punggung Arisha mengelusnya dan mencari pengait bra dan melepaskannya begitu saja.Dan dengan gerakan cepat dia membuka pakaian yang Arisha kenakan,melepaskan apa yang harus dia lepaskan.


Dia menelan salivanya,ini memang bukan pertama kalu baginya namun entah dia selalu dibuat kepayang melihat tubuh mulus istrinya,apalagi kini dia sedang mengandung dan semakin terlihat sangat seksi saja dimatanya.


Ciuman berlanjut menyusuri rahang,leher dan telinga Arisha,kembali membuat istrinya menegang dan menggeliat dan kini dia beralih pada kedua gundukan yang dia sukai itu,mer*mas,mengh*sapnya penuh nafsu.


Tubuh Arisha melengkung,dia pun semakin melenguh dan mend*sah erotis semakin membuat pertahanan Alvaro luluh dan bahkan membuat dirinya tak sabar ingin segera melahap istri cantiknya ini.


Memberikan ken*kmatan yang tiada tara,membawa keduanya pada indahnya surga dunia,dan mereka pun sama sama sudah polos,Alvaro siap memposisikan dirinya untuk menerjang Arisha,membawa kin*kmatan itu semakin dalam.


Dan benar saja saat mereka menyatu keduanya terbuai terbawa suasana yang tidak bisa mereka utarakan,saling menyentuh,menc*um dan menyentak serta diiringi d*sahan dan er*ngan keduanya membuat suasana kamar semakin panas.


Hingga keduanya sama sama sudah diujung ken*kmatan dan siap untuk melepaskan kepuasan,barulah selesai..Keduanya saling berpelukan,saat peluh keringat membasahi keduanya.


*


*


*


"Hum,aku pasti baik baik saja kok" Jawab Arisha,dan seperti biasa dia mengantar Alvaro sampai ke depan rumah.


Nyatanya aktivitas semalam mereka membuat Arisha tak marah lagi,dan mereka kembali berbaikan ,namun ternyata kali ini ada yang membuat mood Alvaro buruk.


"Eh,tunggu.." Sergah Arisha dan menghentikan Alvaro yang baru akan menaiki mobilnya.


"Tunggu,Samsul kamu kesini" Pintanya pada Sam,yang sudah biasa juga sudah ada di depan rumah Alvaro.


Sam memutar bola matanya jengah,sampai hari ini pun nyatanya Arisha masih memanggilnya Samsul tidak berubah.

__ADS_1


"Samuel Nona bukan Samsuĺ" Ralatnya lalu menghampiri Arisha.


"Dih,anak aku yang pingin panggil kamu Samsul,iya kan De" Ungkapnya membawa bawa bayi yang bahkan masih ada di dalam perutnya.


Lagi lagi Sam memutar bola matanya "Ada apa Nona ?" Tanyanya karena tadi Arisha memanggilnya.


"Sini,kamu nunduk aku gak sampai" Pintanya lagi saat Sam sudah mendekat,Sam pun menurut dan sedikit menunduk ,lalu dengan gerakan cepat Arisha menjawil hidung mancung Sam dengan gemas dan lumayan lama.


"Aduh..duh..sakit Nona" Ringisnya tapi Arisha malah cengeesan saja.Dan kalian tau ada wajah merah padam yang kini menghampiri mereka.


"Kamu apa apaan pegang pegang hidung dia" Sergahnya dan meraih tangan Arisha,siapa lagi kalau bukan Alvaro,nyatanya dia cemburu.


"Dih,anak kita tuh yang mau Mas ,dia ngidam pengin nyubit hidung tuh si Samsul,iya kan De" Nah kan lagi lagi dia menyatakan itu karena ngidam.


"Mana ada ngidam kaya gitu,ngidam kamu itu aneh tau gak" Wajahnya cemberut tak suka akan tadi.


"Idih,kamu lebay Mas..beneran ini kemauan anak kita,habisnya lucu liat hidung dia" Tunjuknya lagi pada Sam.


"Gak bisa,kamu cubit aja hidung aku nih,gak kalah lucunya sama hidung dia" Dan dia tak mau kalah.


"Gak mau,orang anak kita maunya nyubit hidung dia kok"


Dan wajah Alvaro semakin meberengut masam saja "Ya sudahlah terserah" Dan kini dia yang merajuk.


"Iihh,Mas jangan gitu deh,kamu lebay pake acara merajuk segala tau" Arisha malah cengeessan melihat Alvaro merajuk.


Dan Alvaro tak menanggapi Arisha dia melangkah kembali dan masuk ke dalam mobilnya dengan wajah yang masih muram.


"Hey,suami jangan marah dong,ayo senyum" Goda Arisha dengan menampilkan wajah imutnya,namun Alvaro cuek aja.


"Jalan Sam " Perintahnya pada Sam.Namun tak urung dia tersenyum,nyatanya dia hanya pura pura merajuk saja.


"Ya ,Ayah marah sama kita De.." Ungkapnya pada calon bayi mereka.


***

__ADS_1


...Bersambung...


Note : Sekian dulu ya Gaes,,nanti aku lanjut lagi kalau gak besok,lusa kalau gak lusa besoknya lagi dan lagi😅


__ADS_2