Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 53. Mencari


__ADS_3

🍁🍁🍁


"Selamat atas pernikahan kalian"


Tangannya bergemetar saat Arisha membalas salamnya,sungguh ingin dia peluk tubuh itu.


"Terima kasih atas kehadiran Bapak disini" Balas Arisha masih menyunggingkan senyum manisnya.


"Kamu cantik.." Lirihnya terdengar oleh Alvaro,sampai dia menoleh pada Pak Bastian,dia tak suka pujian dan tatapan Pak Bastian,sehingga dia salah mengartikan hal itu.


"Dia milik saya.." Sergahnya dan merangkul bahu Arisha agresif,Arisha bingung atas sikap Alvaro.


"Indri dia mirip sekali dengan kamu,sama saat aku menikahi kamu dulu" Batin bermonolog


"Udah..udah yuk Pah lama banget sih,kamu kan sedang tidak baik baik saja" Sela Santi.


Berbeda dengan Santi istri barunya,yang menyelamati Alvaro dan Arisha penuh keangkuhan dan tak ramah.Pak Bastian terpaksa pergi dari sana,karena tarikan tangan dari istrinya.


Kala itu keadaannya masih belum pulih,sejak tak sadarkan diri tempo hari kemarin,tapi dia memaksa untuk bisa menghadiri pesta anak yang dirindukannya, yang hilang beberapa tahun yang lalu itu.


Arisha pun masih memandangi Pak Bastian,seperti saat itu dia merasai ikatan yang aneh dengan Pak Bastian.


"Kamu jangan memandang dia seperti itu,kamu mau jadiin dia saingan aku"


Ketus Alvaro,lagi lagi tak suka juga pada pandangan Arisha pada Pak Bastian pikirannya menjadi buruk.


Arisha mengernyit "Kamu kenapa ?aneh iih,kamu cemburu ?karena Pak Bastian bilang aku cantik ?jangan aneh deh,jangan mikir yang gak gak"


"Cemburu ?iya aku cemburu,ada yang bilang kamu cantik selain aku " Ujarnya terang terangan.


"Cie..cie Mr.Arrogant bisa cemburu juga" Arisha mencoel coelkan jarinya pada pipi Alvaro "Tapi,jangan aneh ah" Ujarnya kemudian.


Alvaro meraih jari Arisha ,lalu menggenggam tangannya dan mengecupnya singkat,lalu dia tarik pinggang Arisha hingga mendekat.


"Aku gak suka tatapan pria itu padamu Sha,dia seperti menginginkan kamu dan merebut kamu dari aku" Bisiknya diteling Arisha ,lalu dia kecup telinga Arisha.


Hingga membuat aliran darah didalam diri Arisha merinding seketika.

__ADS_1


"Aisshhh,mana ada seperti itu Mas ,lepas iih dan jangan mikir yang aneh aneh deh kamu,kamu aja belum bisa melupakan mantan kamu yang tadi,aku bisa lihat dari tatapan mata kamu juga"


Uuhhhh sepertinya Arisha juga sedang cemburu toh.Alvaro terkekeh dan semakin gemas saat melihat wajah Arisha yang cemberut,kini dia pikir kenapa jadi Arisha yang merajuk.


"Kata siapa ?itu tidak benar Baby" wajahnya sudah mendekat dan bibir keduanya hampir berdekatan,namun lagi lagi Sang Mommy menghadang kembali.


"Aishhhhh,tau tempat anak nakal,lihat tamu masih menunggu kalian" Ujarnya dan menunjuk tamu yang hendak akan mengucapkan selamat pada mereka.


Alvaro cemberut masam,berbeda dengan Arisha yang menahan malu.Dan mereka kembali menyambut para tamu yang datang.


Saat sedang sepi ,matanya tertuju pada keberadaan Airish yang sedang bersama dengan Dad Ronald ,disana sangat terlihat bagaimana cara Dad Ronald berinteraksi bersama Airish begitu welcome dan tertawa lepas.


*


*


*


Tamu masih banyak berdatangan,Alvaro dan Arisha juga sudah mengganti pakaian dengan warna berbeda.


"Mas,,aku lelah sekali"


"Nanti aku pijitin,mau ke kamar sekarang ?kamu istirahat aja duluan"


Alvaro memberi saran karena merasa kasihan pada Arisha yang wajahnya juga sudah terlihat pucat.Arisha mengangguk dan Alvaro pun sudah bilang pada Mom Ambar akan keluhan Arisha.


Beliau pun sama menyarankan Arisha untuk istirahat saja disalah satu kamar hotel yang sudah disediakan,dengan meminta salah satu pekerja dan pengawal untuk mengantarkan Arisha sampai kesana.


Untuk keluarga Arisha sendiri Pak Rudi dan Bu Anggi juga keluarga,mereka sudah memilih istirahat lebih dulu,karena mereka lelah selain itu perasaan hati Pak Rudi yang menjadi bad mood karena dapat gunjingan dari Dad Ronald.


***


"Kamu bantu aku cari tau semua hal tentang anak itu,pastikan tidak ada yang terlewat tentangnya,aku yakin dia anak ku ,anak yang selama ini aku cari"


Titahnya pada kaki tangannya,dia benar benar ingin memastikannya lebih detail,dia tidak mau gegabah.


Arisha diantarkan oleh pekerja dan pengawal itu ,Arisha tidak tau kamar hotel mana yang akan dia tempati,,mereka masih berjalan dengan pekerja hotel di depan Arisha ditengah dan pengawal dibelakang.

__ADS_1


Arisha pikir dibelakang masih ada pengawal tadi,tapi saat dia sadar beliau sudah tak ada,kemana perginya pengawal itu pikirnya.Tapi dia tak merasa aneh aneh dia masih mengikuti pekerja hotel itu.


***


Acara masih berlangsung,tamu masih berdatangan saat itu hanya Alvaro dan Mom Ambar yang memyambutnya.


Baru 15 menit kepergian Arisha,tapi hati Alvaro merasakan tidak tenang,entah ada apa dia merasa terus ingat pada istrinya itu.Dan benar saja tak lama pengawalnya yang lain datang dan memberitahu kalau pengawal yang mengantar Arisha sedang terjatuh terkulai lemas.


Alvaro membulatkan matanya,dadanya bergemuruh hebat ada rasa tak nyaman disana,rasa takut dan khawatir pada Arisha.


Dia pun meninggalkan tempatnya dan berlari mengikuti pengawalnya itu,dan benar saja pengawal yang dia utus menjaga Arisha sedang tak sadarkan diri.


"Hubungi Sam,beritahu dia cek semua CCTV hotel" Titahnya pada pengawalnya.


"Pak Sam,sedang mencari keberadaan Nona Arisha Tuan"


Rahang Alvaro mengeras "Kenapa dia tidak memberi tahu Saya dulu,kenapa dia bertekad sendiri !!" Ujarnya penuh Amarah.


"Ta-tadi dia mengikuti dia(tunjuknya pada pengawal yang jatuh pingsan)dan Nona,Tuan.Dia merasa ada yang aneh dengan pekerja hotel tadi" Ujarnya.


"Tetap saja kenapa tidak memberi tahu Saya dulu,cepat hubungi dia !!" Sentaknya lagi penuh amarah.


Dengan masih penuh rasa khawatir dia menunggu kabar dari Sam,dia kecewa padanya kenapa tidak memberitahunya lebih dulu,tapi bukan saatnya dia mengkhawatirkan itu,yang dia khawatirkan keadaan Arisha,dia juga sudah mencoba menghubungi semua keluarganya dan menanyakan dimana Arisha,jawabannya mereka tidak sedang bersama Arisha.


Dia pun mencari ketempat kamar hotel penginapan dia,namun tak ada Arisha juga disana.Dia remas rambutnya merasa frustasi,Sam pun tak bisa dihubungi.


Mom Ambar dan keluarga Arisha sudah tau akan hal itu,mereka pun sama mencemaskan keberadaan Arisha,saat mengecek CCTV Alvaro bisa melihat kemana pekerja itu membawa Arisha ,ternyata dia membawa Arisha keluar dari Area hotel itu bersama sebuah mobil yang Alvaro tak ketahui.


Dibelakangnya nampak Sam menaiki mobilnya dan mengikuti mereka,tidak hanya Sam..terlihat Pak Bastian dan bawahannya ikut dibelakang mereka.


"Oh,Shit !!!!" Dia semakin marah,bisa bisanya dia tidak tau akan hal itu,dia hanya bisa menunggu kabar dari Sam.


Ibu Anggi sudah menangis histeris,anaknya kini tidak tau sedang dimana dan bersama siapa,terlihat dari monitor CCTVpun Arisha yang nampak menangis.


"Pak,ikuti Saya..saya sedang dijalan xxxx" Itu kabar terakhir dari Sam,dan dengan Segera Alvaro mengambil mobilnya dan mengendarinya sendiri dengan kecepatan penuh.


***

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2