
Sudah Dua bulan dari putusnya kesepakatan antara Alvaro dan Arisha itu,kini Arisha menjalankan harinya seperti sebelum bertemu dengan Alvaro.
Semua berjalan sebagaimana mestinya,Arisha dengan kegiatan kuliahnya,dan bermain bersama ketiga sahabatnya.
Dan Alvaro bersama perusahaannya,sudah tidak ada ikatan apa apa lagi diantara mereka,sudah tidak ada perintah aneh lagi dari Alvaro,semuanya sudah berakhir.
Namun kadang takdir berkata lain.
****
Anin dan Dita sudah tau perihal putusnya kesepakatan antara Arisha dan Alvaro itu tanpa belum sempat melihat bagaimana tampang Alvaro yang membuatnya penasaran itu.
"Nin,Ta..ayo kita berangkat sekarang" Seru Arisha saat sudah siap dan mereka akan berangkat ke kampus bersama.
"Ayo girls lets go.." seru Anin
Mereka berjalan beriringan keluar kamar kostan mereka,tapi di depan gerbang mereka berhenti mereka bertiga serempak melihat adanya Fian disana.
"Ciee...udah dijemput pangeran bermotor ninja" Celetuk Anin.
Sudah dua bulan dari hari pemutusan kesepakatan itu juga,Arisha sudah tidak bertemu lagi dengan Alvaro,dan Fian juga sudah tau perihal putusnya itu.
Pipi Arisha sudah merona merah menahan malu "Apaan sih kalian " Serunya malu malu.
"Hei,Fian kamu kesini mau jemput aku apa Dita ?" Celetuk Anin lagi,menggoda Fian.
"Dan ternyata bukan kalian berdua,tapi aku mau menjemput Arisha" Desis Fian,dia tau Anin hanya bercanda.
"Yah,hatiku terluka.." celetuk Anin ,sambil berpura pura memegang dadanya.
"Lebay lu.."sungut Fian,dan gelak tawa dari Anin dan Dita terdengar disana.
"Kamu bareng sama aku ya Sha,,nanti pulangnya juga bareng" seru Fian lagi.
Dan semenjak itu juga Arisha dan Fian semakin dekat ,malah lebih dekat..Fian akan segera menyatakan perasaannya pada Arisha,masa bodolah dia mau terima atau ditolak juga,yang penting dia sudah ungkapkan perasaannya.
"Acie..ciee ,Eh Fian sudah pepet sana..nanti keburu diambil orang,tau rasa lu" ledek Anin lagi.
"Diem lu ah..ikut campur saja" Dengus Fian kesal.
"Udah..udah kalian ini,ya udah yuk Fi kita pergi sekarang" Ajak Arisha akhirnya.
Dan akhirnya Arisha pergi bersama Fian ,dan Anin bersama Dita.
*
*
*
__ADS_1
*
Dan seperti janji Fian,Arisha diantar pulang,namun sebelum pulang mereka mampir dulu ke toko buku favorit Arisha.
Hari hari itu Arisha dibuat sangat riang,bisa berjalan jalan bersama orang yang dia sukai,selepasnya dari Alvaro ,Arisha sungguh merasa senang dan nyaman,tak ada rasa yang lain.
Selepas pulang dulu ke kossan ,Fian kembali menjemput Arisha untuk bekerja paruh waktunya,dan saat dia pulang Fian kembali menjemput Arisha.
"Sha..kesuatu tempat dulu yuk,ada yang ingin aku bicarain" Ujar Fian,mengajak Arisha untuk mengikutinya dan sebuah taman yang mereka pilih.
Taman itu nampak ramai dengan adanya muda mudi disana,selain itu ada beberapa keluarga yang datang juga,karena ada beberapa permainan anak dan yang berjualan.
"Kamu lelah gak ?" Tanya Fian,saat ini mereka sudah duduk disebuah kursi yang ada ditaman itu.
"Gak Kok Fi..duh aku tuh ingin segera menyelesaikan kuliah ku Fi,supaya bisa bekerja ditempat yang sesuai dan aku inginkan"
Ya dia masih harus menunggu beberapa bulan lagi untuk meraih gelar sarjananya.
"Hemmm,sama Sha,nanti kalau sudah lulus kamu mau ambil perusahaan yang mana Sha ?"
"Nah itu aku bingung,tapi katanya di Sanjaya Corp perusahaan yang menyangkut Real estate itu sangat menjanjikan Fi ,itu kata beberapa dosen sih"
"Sanjaya Corp.iya sih pernah dengar juga, apapun pilihannya semoga itu yang terbaik untuk kamu Sha"
"Amin Fi..Oh iya kamu mau bicarakan hal apa Fi tadi?"
"Ah itu.." Fian nampak gugup dia menekuk lehernya.
"Sha,aku tau kita sudah berteman lama,bahkan kita bersahabat,dan mungkin kamu juga menganggap aku sahabat kamu,tapi aku tetap ingin menyatakannya sama kamu,Sha aku suka sama kamu,ah tidak lebih tepatnya aku cinta sama kamu"
Deg
Arisha menatap Fian sebentar,jantungnya memang berdebar saat itu,tapi ada yang sedikit mengganjal ,dia tidak merasa sesenang sebelumnya.Bila dulu dia sangat berharap untuk bisa menjadi kekasih Fian,tapi entah kenapa sekarang.
Jujur perasaannya Sama Fian masih banyak,masih sama seperti dulu dan belum berubah.
Arisha masih nampak diam "Sha ,kalau kamu tidak bisa menjawab,tak apa jangan kamu jawab,sampai kapan pun aku masih ingin menjadi teman kamu kok ,aku hanya ingin mengutarakannya saja" Jelas Fian,karena melihat raut wajah Arisha yang nampak sedang terdiam itu.
"Eh,Gak Fi..sebenarnya aku juga sama kamu " Lirih Arisha akhirnya,dan dia tidak mau mengambil sebuah kesempatan itu.
Fian menoleh dan raut wajahnya nampak berbinar ,saat Arisha bilang juga suka padanya "Serius Sha ?"
Arisha mengangguk dan tersenyum cerah "Kalau gitu,mau jadi pacar aku ?"
Wajah Arisha sudah merona merah,"Iya Fi,aku mau" Jawabnya antusias.
"Yesss..." Fian berseru riang,dia berdiri sambil lompat lompat,serasa sudah mendapatkan sebuah hadiah.
Arisha cekikikan melihat itu,Fian kembali duduk lalu menghadap ke Arisha "Sejak kapan Sha kamu suka sama aku ?" Tanyanya.
__ADS_1
"Sejak pertama bertemu kamu,kalau kamu ?"
"Iyakah ?sejak kita menjadi sahabat" Sahut Fian.
Ingatan Arisha kembali ke beberapa tahun yang lalu,saat dia baru menginjak kan kakinya diJakarta dan masuk ke kampus,untuk pertama kalinya.
"Awww..." Pekik Arisha,karena ada seorang mahasiswa yang menabraknya ,dan dia nampak buru buru sehingga mengabaikan Arisha begitu sja.
"Kamu gak apa apa ?" Ujar Fian.
"Eh,gak apa apa kok kak" Sahut Arisha sambil berdiri,dan Fian membantunya.
"Terima kasih kak"Seru Arisha lagi.
"Sama sama,kamu mau kuliah disini juga ?" Tanya Fian
"Eh,iya Kak..hari ini hari pertama masuk,"
"Sama dong,ambil jurusan apa ?"
"Akuntansi kak"
"Sama lagi dong,Eh jangan panggil kakak dong ,kayanya kita seumuran deh,panggil aku Fian aja "Fian menjulurkan tangannya dan Arisha menyambutnya dengan hangat.
"Arisha," Jawab Arisha.
Dan sejak itu Fian selalu ada untuk Arisha,Fian selalu membantu Arisha kapan pun Arisha butuh,dan sejak saat itu pula perasaannya tumbuh.
Arisha dan Fian masih berada ditaman itu,"Makasih ya udah membalas perasaan aku" Ujar Fian sambil meraih tangan Arisha dan menggenggamnya erat.
"Sama sama Fi..iijhh aku jadi malu deh" Seru Arisha.
"Malu kenapa ?"
"Iya malu aja,sebelumnya kita kan berteman lalu bersahabat ,lalu jadi pacar" Arisha menunduk malu.
"Lalu setelah itu jadi istri" Celetuk Fian,dan membuat wajah Arisha tambah merona,jantungnya berdebar debar lagi tak menentu.
"Jangan aneh deh !!" Sungut Arisha,.
"Gak aneh,tapi bener kan aku akan perjuangain kamu sampai kesana,yang penting saat ini kita coba jalani aja dulu Okay" Fian semakin memperat genggamnya.
Arisha mengangguk,lalu selanjutnya mereka berbincang dan bercanda canda riang,Tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang menatap keduanya.
Dua pasang mata terlihat memerah,menahan amarah didada nya,ada rasa yang tak rela disana.
***
Masih penasaran gak ?apakah Alvaro dan Arisha akan bertemu lagi ?dan hal apa yang akan membuat mereka saling terjebak lagi ?
__ADS_1
Ikuti saja ya alurnya😊
Dan tinggalkan jejak ya,entah Like,Coment atau Vote karena bisa saja diakhir Cerita ada kejutan🤭