Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bonus Chapter 04


__ADS_3

Aku kembaliπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


...***...


"Si al,gegara ada polisi gagal gue habisin dia" Alaska meninjukan tangannya pada udara.


"Semua aman kan ?ada yang luka ?" ujarnya lagi pada semua teman teman gangnya.


"Aman bos,hanya luka lecet saja,bisa kita atasi,santuy" jawab Fandi salah satu dari mereka,Alaska mengangguk.


"Ayo kita jenguk Fajar" ajaknya pada semua dan dengan motor masing masing mereka pergi untuk menengok Fajar salah satu yang sudah dikeroyok musuhnya.


...***...


β€’


β€’


β€’


"Mana Alaska !!" teriakan Alvaro sore hari itu begitu menggema dirumah besarnya,sampai Arisha yang sedang di dapur pun terperanjat kaget,begitu juga dengan Vano dan Zio.


Arisha melenggang pergi menemui suaminya itu dengan langkah terburu buru.


"Ada apa Mas ?baru pulang teriak teriak" tanyanya lembut,sambil menyalami tangan Alvaro.


Wajah Alvaro terlihat merah,rahangnya mengeras,sejak dari tadi dia sudah ingin cepat pulang untuk bisa menemui Alaska anak keduanya.


"Mana Alaska,kamu jangan coba sembunyikan dia !!" bentaknya pada Arisha,Arisha memejamkan matanya,dia yakini ada sesuatu yang terjadi pada Alaska,karena tiap Alvaro membentaknya seperti ini pasti dia sedang marah pada Alaska.


Vano dan Zio yang melihat dari lantas atas sama sama memejamkan matanya juga menutupi telinga mereka,Vano mengerti apa yang terjadi.


"Dek,ke kamar yuk" ajaknya final pada Zio.


Zio sempat menggeleng "Mami,kak..Mami gimana ?" lirihnya,dia tak suka Mami tercinta dibentak walau sama Papinya sendiri.


"Mami,gak papa kok.Papi hanya emosi sedikit,yuk ke kamar" ajaknya lagi,dan Zio pun mau.


Kembali ke Alvaro dan Arisha.


"Mas tahan dulu emosi kamu,kamu harus ingat disini ada Vano dan Zio" tuturnya membenarkan,dia tak mau anak anaknya melihat kejadian ini.

__ADS_1


"Tahan,kamu bilang tahan !lihat kelakuan anak kesayangan kamu,anak yang selalu kamu manjakan,dia selalu buat ulah,sekarang mana dia !!"


Giginya semakin bergemeletuk,dia sudah sangat pusing akan kilah anak keduanya itu.


"Dia belum pulang Mas" lirih Arisha.


"Kamu gimana sih,kamu Maminya seharusnya tau apa yang dia lakukan,dan sampai jam segini dia masih belum pulang,kamu diam aja !kerjaan kamu dirumah apa saja !!"


Deg


Arisha menatap nanar Alvaro,perkataan Alvaro sangat menusuk hatinya,apa dia bilang apa saja kerjaan aku dirumah ?mau tau,aku tiduran,nonton tv,baca buku,luluran,telepon sama ibu ibu sosialita,Puas kamu !! ..batin Arisha menjerit.


Arisha kembali memejamkan matanya,dan selang beberapa detik Alaska baru tiba dengan santai dan tenangnya,tak merasa terjadi apa apa.


"Assalamualaikum,Alaska pulang" salamnya dibalik pintu,tanpa tau apa yang akan dia hadapi di depan nanti.


Alvaro dan Arisha menoleh bersamaan,Arisha menjawab salam Alaska,sedangkan Alvaro tetap mempertahankan ego dan emosinya.


Alaska menghampiri keduanya berniat untuk menyalami tangan keduanya,namun belum sempat di raih.


Plakkk


Arisha membulatkan matanya "Mas !!" teriaknya kini melihat anaknya tertampar sampai dia terhempas ke lantai.


"Sampai kapan kamu selalu berbuat onar hah !!tak kapok kapok kamu selalu begini,apa harus saya masukan kamu ke penjara,agar kamu dapat efek jera !!"


Alvaro menarik nafasnya kasar.


"Saya tak mengajarkan kamu untuk berlaku seperti itu,Saya ingin kamu belajar yang benar,menjadi penerus saya,apa susahnya kamu nurut sama saya !!"


"Aku bukan robot yang selalu diarahkan sama Papi,aku punya impian aku sendiri" selak Alaska,dia tak pernah mau jadi robot Papinya.


Alvaro semakin marah dia berjongkok dia hendak melayangkan pukulan lagi pada Alaska,namun.


"Sebelum kamu pukul dia,pukul aku dulu" Arisha menahannya,menopang Alaska dan menjadi tameng untuk Alaska.


Alvaro melemaskan tangannya,namun dia masih marah.


"Dia begitu karena kamu,karena kamu selalu memanjakan dia,kamu selalu mengijinkan dia pergi kemanapun,kamu terlalu membebaskan dia,asal kamu tau ,kamu itu tidak becus jadi Mami dia"


Deg

__ADS_1


Lagi lagi Alvaro melayangkan pernyataan yang menusuk hatinya bahkan sampai jantungnya,dia selama hanya tak menyetujui apa yang Alvaro mau,apa harus semua anaknya jadi penerus dia,mereka juga punya impian sendiri.


Cairan bening menumpuk dipelupuk mata Arisha,dia sungguh sangat sakit hati akan Alvaro.


Dia berdiri sambil menopang Alaska


"Ya kamu benar Mas,aku memang gak becus jadi Mami dia bahkan aku gak becus jadi Mami mereka juga (Vano dan Zio),selama ini aku memang tak pernah tau apa yang anak anak aku lakukan diluar sana"


Setetes air mata jatuh diantara kedua pipinya,dia menghapusnya kasar.


"Tapi memperlakukan kesalahan mereka dengan cara kasar itu salah Mas,kamu bisa memberi tahu dia dengan cara baik baik,menasehati dia dengan bijak,bukan dengan kekerasan seperti tadi,itu akan membuat mental dia terganggu"


"Diam !!kamu jangan berani berani menasehati aku seperti itu,aku begini supaya dia paham dan dapat efek jera dan dia akui dia salah,apa kamu tau berantem tawuran merokok patut dibenarkan dalam tingkahnya !! kamu mau membela dia yang seperti itu !!"


"Papi !!jangan coba coba membentak Mami,marahin saja aku,jangan Mami !!" Alaska tak suka,sungguh tak suka ini


"Diam !!anak tak tau diri,bisanya bikin onar,bisanya bikin malu keluarga,hentikan semua kelakuan kamu itu !!"bentaknya lagi pada Alaska.


"Dan kamu" tunjuknya pada Arisha "Jangan membela dia terus menerus,biarkan aku beri dia pelajaran"


Alvaro hendak menarik tangan Alaska,tapi Arisha menahannya,tidak tindakan Alvaro tetap salah kalau harus pakai kekerasan.


"Jangan berani berani Mas,dia anak aku !!" sentak Arisha.Namun Alvaro tak menggubris dia masih menarik tangan Alaska,Arisha kembali menahan Alaska,hingga...


Arisha terjatuh karena Alvaro menghempaskan tangan Arisha begitu saja,pelipisnya terbentur pojokam meja,hingga memunculkan sedikit darah.


Alaska membelalakan matanya,begitu juga Alvaro,Alaska segera melepaskan tautan tangannya ditangan Alvaro,dia segera menghampiri Arisha.


"Mami" pekiknya khawatir,tapi Arisha masih tersenyum


"Mami,gak papa Ska" Alaska membantu Arisha berdiri,Alvaro hendak membantu,tapi ditampik kasar oleh Arisha.


"Jangan kasari Mami,aku yang salah bukan Mami" tutur Alaska selanjutnya.


"Mas,aku akan belajar supaya bisa menjadi Mami yang becus untuk ketiga anak ku" lirih Arisha dengan tatapan sendu.


Alvaro terdiam dengan kata kata Arisha,sedangkan Arisha dan Alaska melangkah menjauhinya dan menaiki anak tangga untuk ke kamarnya.


Pertengkaran mereka disaksikan oleh pelayan dirumah itu,mereka menatap nanar keadaan Arisha,selama ini Alvaro tak pernah marah sebesar ini,semua terjadi sejak kelakuan Alaska diatas normal.


Sam pun menyaksikan itu,dia ingin membantu,tapi dia bisa apa.Andaikan ada Mom Ambar.

__ADS_1


...***...


...Gimana gimana ,yuk demo akuπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...


__ADS_2