Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 38. Secuil Perhatian


__ADS_3

"Selamat pagi Tante,maaf gak bantu bantu tadi" Lirih Arisha merasa bersalah,karena saat di kebawah sarapan sudah siap. 


Setelah kejadian dikamar tadi,Alvaro langsung kebawah begitu saja,dan tak balik lagi kesana. 


"Hei,jangan panggil Tante lagi,Mom Sayang..kan Mom udah jadi Mom kamu sekarang" Sergah Mom Ambar,supaya Arisha bisa membiasakan diri. 


"Ah,iya Mom..maaf baru turun,Risha jadi tak enak" Sahutnya lagi melirih. 


"Gak apa Sayang ,Mom mengerti kok" Mom Ambar tersenyum jahil pada Alvaro,tapi yang disenyumi hanya cuek cuek saja. 


"Lihat lah,tidak punya etika sama sekali,masa turun lebih lambat,istri macam apa kamu !!" Decak Dad ronald yang menatap sinis Arisha. 


Arisha menunduk "Maaf Dad.." Sahutnya. 


"Jangan panggil aku Dad,aku tak sudi punya menantu rendahan seperti kamu !!" Lagi lagi Dad menghina Arisha,Arisha mengepalkan tangannya,menahan amarah di dadanya. 


Brakk


"Dad,cukup !! Jangan menghina dia lagi,suka tak suka dia tetap menantu Dad" Alvaro yang menjawab. Lalu dengan gerakan cepat Alvaro menarik tangan Arisha dan akan membawanya keluar dari sana.


"Varo,kalian mau kemana ?" Teriak Mom Ambar.


"Aku sudah tak berselera Mom,aku akan membawa Arisha dari sini" Sahut Alvaro masih berjalan lurus ke depan.


Mom Ambar menatap tajam suaminya itu,sungguh sangat keras kepala sekali pikirnya.


"Mom sangat kecewa pada Dad.." Pekiknya dan pergi juga dari sana,sedangkan Dad Ronald cuek cuek saja tak perduli.


*


*


*


"Tuan,,tunggu,aku memang yang salah,Dad Ronald benar seharusnya aku bangun lebih dulu,dan menyiapkan segalanya" Arisha menunduk.


Alvaro tak menjawabnya


"Masuk.." Titahnya pada Arisha ,agak sedikit menyentak.


Alvaro pun ikut masuk ke sebelahnya "Jalan Pak ,kampus Xxx" Titahnya lagi pada Supir pribadinya.


"Tuan.."


"Diam !!sepulang dari kampus kamu hubungi Pak Agus,biar dia jemput kamu nanti" Alvaro masih mengatur emosinya pada sang Dad.


Dan dia sudah memutuskan untuk tak tinggal di Rumah utama lagi,dan akan memilih untuk dirumah nya.


Arisha pun terdiam dan tak membantah apa kata Alvaro,dan keduanya kini saling diam,tanpa ada yang berbicara,saling berkutat dengan pikirannya masing masing.


"Terima kasih Tuan.." Ujar Arisha,setelah sampai dikampusnya Arisha.


"Hubungi No itu,nanti dia yang akan jemput kamu,lupakan apa yang terjadi tadi" Jelas Alvaro.


"Hemmm,baik Tuan..anda jangan lupa sarapan,tadi anda belum sarapan"


Alvaro melirik Arisha,dia ingat dirinya dan Arisha belum sarapan sama sekali.

__ADS_1


"Kamu juga.." Sahutnya kikuk,karena dia sedang merasai dadanya yang bergemuruh hebat,karena perhatian yang Arisha berikan.


Arishapun melangkah ke dalam kampus,kata kata Dad Ronald masih terngiang ditelinganya.Dia memejamkan matanya dan menarik nafasnya kasar.


Dia sudah ambil keputusan,untuk tetap melanjutkan pernikahan dadakannya itu,maka dia akan belajar untuk lebih menerima keadaan yang ada ,dan terutama membuka hati untuk Alvaro.


Arisha pun memilih pergi ke kantin dikampus,karena waktu juga masih lumayan lama untuk masuk kelas.Dan dia memilih mencari sarapan dulu disana.


***


"Apa saja jadwal ku hari ini Sam ?" Alvaro sudah duduk dikursi kebesarannya.


"Hari ini hanya ada pertemuan dengan PT. Xxx Pak,pukul dua siang" Jelas Sam.


"Baiklah,siapkan nanti berkas berkasnya"


"Baik Pak,Saya permisi"


Alvaro pun kembali berkutat dengan berkas berkasnya ,walaupun pikirannnya sedang tak menentu karena ulah Dadnya,Apa salah dia sudah berusaha mempertahankan hal baik.


Ah,terserah lah..yang penting dia tidak salah,janji itu penting baginya.


Waktu sudah menunjukan pukul dua siang,Alvaro dan Sam sudah bersiap siap untuk pergi ke pertemuan dengan rekan bisnisnya,untuk melakukan kerjasama.


"Mohon maaf Saya telat Pak" Ujar Alvaro menyapa Pak Anggara dari PT. Xxxx .


"Ah,tidak..saya juga baru tiba disini,apa kabar Pak Varo ?" Balas sapa Pak Anggara.


"Saya baik,bagaimana dengan Pak Anggara sendiri ?"


"Saya juga baik,okay kita mulai,apa yang perlu saya lihat"


"Saya sangat puas Pak Varo,saya setuju untuk bekerjasama dengan anda Pak" Jelas Pak Anggara.


"Dengan senang hati ,kalau begitu terima kasih anda sudah setuju" Alvaro nampak senang,dia akan selalu bekerja keras untuk mencapai yang terbaik.


Mereka saling berjabat tangan dan mengakhiri pertemuan mereka ,dengan saling memuaskan satu sama lain.


"Sam,antar aku ke toko perhiasan" Titahnya pada Sam.


Sam menganggukan kepalanya,dan kembali melajukan kendaraannya.Walaupun bingung tapi dia menurut saja apa kata Bosnya itu.


Mereka masuk ketempat toko Perhiasan langganan sang Mom Mesya Jewerly,sudah terkenal diseluruh Indonesia.


"Iya Mom,biar Varo saja yang carikan,Mom urus saja yang lainnya"


"...."


"Semua Mom aja yang atur,Varo ikuti saja apa kata Mom,"


"...."


"Hari ini Varo tak pulang ke rumah utama,Varo pulang kerumah Varo,Varo sudah menyuruh Pak Ano untuk membersihkan semuanya termasuk kamar Varo dan Arisha"


"...."


"Ya,terserah Mom saja,sudah dulu Mom,Varo mau lihat lihat dulu,see you"

__ADS_1


telepon pun berakhir,Sam diam mematung ,dia dengan jelas mendengarkan percakapan itu,Rumah ?Arisha ?banyak pertanyaan dibenaknya saat ini.


Alvaro sedang serius mencari satu set perhiasan untuk Arisha,dia teringat dihati akadnya kemarin,tak sempat memberikannya pada Arisha.


Hingga satu pasang cincin dan kalung juga gelang yang Alvaro pilih,pemilik toko akan segera menyiapkan yang terbaik untuk itu.


***


Sepulang dari kampus,Arisha sudah ada yang menjemput,Anin dan Dita merasa aneh Arisha yang tiba tiba dijemput dengan mobil mewah.


Mobil itu yang menjadi mahar Arisha kemarin,dan Alvaro sudah menyuruh supir untuk menjemput Arìsha.


"Sha,bisakah kamu menjawab pertanyaan yang ada dibenak kita ?" Seru Anin


"Emmm,itu supir suruhan Bibi aku,ya mereka sengaja katanya khawatir sama aku" Lagi lagi dia harus berbohong pada kedua sahabatnya itu.


Salah memang,tapi berat untuk menceritakan semuanya,dia merutuki diri sendiri kala itu.


"Ooooo" Jawab keduanya kompak.


"Ya udah ah,aku pulang dulu,see you" Arisha pamitan pada keduanya,intinya sih menghindar dari mereka.


"Woii,Risha tunggu..kita belum selesai bicara" Teriak Anin dan Dita,tapi mobil yang dinaiki Arisha sudah melaju.


"Sorry manteman" Lirihnya merasa bersalah.


Arisha kembali dibuat menganga saat memasuki rumah megah disalah satu perumahan terkenal disana.


Rumah itu memang jarang ditempati Alvaro,tapi rumah itu masih terawat rapi,karena para pelayannya yang rutin membersihkannya.


Arisha turun dari mobil itu,tepat di depan pintu utama,di depan pelayan sudah menyambut kedatangan Arisha,Arisha jadi merasa kikuk.


"Selamat datang Nona" Sambut salah satu pelayan.


"Iya.." Arisha tersenyum risih,merasa tak pantas diperlakukan seperti itu.


"Saya Ema Nona,kepala pelayan disini,saya sudah diperintahkan Tuan untuk menyambut Nona disini" Sahut Ema kepala pelayan disana.


"Saya tak pantas diperlakukan begini Bu,saya hanya orang biasa,jangan panggil saya Nona"


"Itu sudah ketentuan Nona,anda istri Tuan Alvaro,maka anda Nona dirumah ini"


"Tapi.."


"Mari Nona,saya antarkan ke kamar anda"


Arisha pun mengikuti Bu Ema kemana dia mengantarnya,rumah itu memañg tidak seluas rumah Utama,tapi bagi Arisha rumah itu tetap besar dan megah.


"Silahkan Nona,semua barang barang anda sudah kami tata disini,begitu juga pakaian pakain anda ada di ruang ganti,semua keperluan anda sudah tersedia disini.


Lagi lagi dia kagum melihat enterior kamar itu,sama luasnya dengan di rumah utama,hanya saja ruang ganti dan kamar mandi terpisah oleh sekat,dan begitu juga untuk ranjang.


"Terima kasih Bu Ema"


"Sama sama Nona,kalau anda butuh sesuatu panggil saya,silahkan istirahat " Bu Ema pamit undur diri dari sana dan kembali pada tugasnya dibawah.


Arisha merasa seperti cinderella,di dalam waktu singkat dia merasai beberapa kemewahan seperti ini,ya mau bagaimana lagi,dia sudah menikah dengan seorang pembisnis.

__ADS_1


***


......Bersambung......


__ADS_2