Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 68. Gertakan


__ADS_3

"Mas,kamu kok gak ngabarin aku satu minggu ini sih ?"


Tangannya terus bermain diatas dada bidang Alvaro,membuat pola abstrak yang tak tentu,tubuh mereka masih sama sama polos setelah pergulatan mereka tadi.


"Maaf,tiap hari aku pulang larut malam sekali,setiap mau ngabarin malam aku selalu tak tega,atau bahkan aku langsung tidur karena lelah,keesokannya aku harus kembali mengontrol proyek"


Tangannya pun sama meraba raba apa yang dia sukai,bahkan setelah dua kali pelepasan pun nyatanya belum membuat Alvaro puas.


"Mas,geli iih..udah jangan pegang pegang itu"


Arisha mencegah tangan besar Alvaro untuk tak memegang kedua buah dadanya itu,yang selalu membuatnya geli geli tapi emmmm..


Alvaro menggulum senyum "Suka sih,kamu makin berisi aja tau gak" Bisiknya ditelinga Arisha "Lagi yuk" Ujarnya kemudian dan mendapat pelototan dari Arisha,namun dia malah terkekeh geli.


"Bercanda Sayang" Sergahnya lalu memeluk Arisha erat.


"Aku tak sabar untuk menanti esok hari,aku ingin menghajar orang dibalik semua ini" Tangannya tiba tiba mengepal.


Saat Airish yang memancingnya dulu,dia tau ada sesuatu yang tak beres,ternyata benar hanya saja dia yang terlalu bodoh terlalu terhasut pada apa yang mereka katakan termasuk pelayan itu.


"Jangan Mas dia wanita"


"Tapi dia yang sudah membuat aku salah paham sama kamu Sayang, besok ke dokter ya,kita konsultasi soal ini lagi" Tunjuknya pada perut Arisha "Dua hari aku ambil libur"


"Iya Sayang,tapi aku gak mau kamu macam macam sama Mia,kamu tau kan dia hanya suruhan dan dibawah tekanan orang,harusnya juga begitu kan,nanti kamu sakit loh"


"Tadi kamu panggil aku apa ?" Pendengaran dia hanya terfokus ke awal saja,saat Arisha memanggilnya Sayang,rasanya ah berdebar sekali.


"Hah,maksudnya ?"


"Tadi kamu panggil aku apa,ayo ulangi..aku ingin mendengarnya,ayo ulangi Sha"


"Iih,emang aku panggil apa ?" Godanya pura pura lupa ,padahal dia ingat ,tapi sengaja.


"Iih ayo ulangi please" Ujarnya memelas.


Arisha terkekeh "Iya Sayang" Ulangnya dan membuat wajah Alvaro merona,lantas dia menggulum senyum lalu melabuhkan bibirnya dengan bibir Arisha,menggulumnya kuat kuat dan memanggutnya dalam sedalam cintanya.

__ADS_1


***


Plak..plak


Dua kali tamparan Mom Ambar berikan pada Airish,dia geram sekali saat tau Airish ada dibalik kesalah pahaman anak dan menantunya.


"Mom" pekiknya kuat dan mengelus kedua pipinya yang sudah merah.


"Jangan panggil aku Mom,aku bukan Mom mu !!" Sergah Mom Ambar,dengan tangannya menunjuk wajah Airish.


Dihatinya bersyukur Airish pergi meninggalkan Alvaro,dan tak menjadi pedamping Alvaro.


"Dengar Airish,sekali lagi kamu ganggu Alvaro dan Arisha,hadapi dulu Saya" Tukas Mom Ambar dengan penuh emosi dan amarah.


Airish malah tersenyum miris "Sayangnya,aku masih akan melakukan itu Mom,terlebih Arisha penyebab Mami aku dipenjara !!!!"


Setelah pertemuannya dengan Dad Ronald hari itu,Airish sudah mendapatkan informasi dari pengacara yang dia pakai untuk membantu sang Mami,emosinya membara saat tau kenyataan kalau Arisha adalah anak kandung Pak Bastian yang tak lain Ayah tirinya itu.


Ambisi untuk membalas dendam semakin kuat,maka dia menerima tawaran bekerja sama dengan Dad Ronald dengan yakin.


"Berani melangkah sekali lagi,lihat apa yang akan terjadi !!Mami kamu pantas berada dipenjara,dia harus membayar lunas apa yang dia lakukan,memisahkan anak dan ayah puluhan tahun,dan sekali lagi kamu nekat,maka kamu juga akan berada ditempat yang sama dengan Mami kamu itu"


"Ck,ck,ck Mom Ambar nyatanya bukan aku saja yang mengharapkan Arisha dan Varo berpisah,orang terdekat kalian lah yang lebih berambisi akan hal itu"


Dia menyeringai menakutkan,dia juga memberi tahu perihal rencana Dad Ronald secara tidak langsung.


"Mungkin saat aku diam,orang itu yang akan melakukannya lebih dulu" Ujarnya lagi.


"Siapa ?siapa dia hah !!"


"Hahaha,kalau aku kasih tau permainan tidak akan menyenangkan Mom,yang pasti lindungi saja Menantu kesayangan Mom itu"


Dia berdiri,bahkan tak ada rasa takut dibenaknya sama sekali yang ada sikap angkuh,bahkan niat jahatnya semakin menggebu.Dan dia melangkah dengan seribu kesombongan yang dia punya.


Mom Ambar terduduk,dia berfikir siapa yang ingin merusak keluarga anaknya,orang terdekatnya ?tapi siapa.


"Astagfirllah" Pikirannya tertuju satu pada seseorang yang selama ini tak pernah mendukung Alvaro ya Suaminya sendiri,dengan menutup mulutnya dia menggelengkan kepalanya,se akan tidak percaya akan semua itu.

__ADS_1


"Tidak,tidak mungkin kan " Hatinya terus menampik semua,tapi tiap apa yang suaminya katakan terkadang membenarkan hal itu.


"Sampai kapanpun Dad tak akan merestui mereka"


"Dad tak akan membuat mereka bahagia"


"Dia tidak layak jadi pendamping Alvaro"


Semuanya berkelebat begitu saja,Mom memejamkan matanya ,kalau semua itu benar sungguh dia tak akan memaafkan suaminya itu Ayah dari anaknya,orang yang menemani dirinya puluhan tahun ini.


Maka setelah dari ini dia menemui Dad Ronald,tapi ternyata Dad Ronald sudah kembali lagi keluar Negeri.menghubungi lewat telepon,nyatanya tidak aktif,menghubunginya ke asistennya pun sama.


***


"Segera lepas saja ya,saya kasih vitamin lainnya untuk menyuburkan,Insya Allah tidak akan terjadi apa apa"


Dokter Rara memberi tahu soal pertanyaan Alvaro,yang dia takuti takut terjadi apa apa pada rahimnya Arisha gara gara Pil kontrasepsi itu,tapi nyatanya itu tidak apa apa.


"Benar tidak ada efek apa apakan dok ?" Tanyanya lagi belum puas sama sekali,dia benar sangat khawatir.


"Insya Allah tidak Pak,maka itu ibunya rutin minum Vitamin ini ya" Dokter Rara memberikan resep obat itu pada Alvaro dan Arisha.


Lalu memberikan saran saran lainnya dan memberi keyakinan pada pasangan itu untuk tetap berikhtiar dan berdo'a pada Tuhan.


Setelah selesai berkonsultasi,Alvaro dan Arisha menengok dulu Pak Bastian yang masih terbaring lemah diatas brangkar rumah sakit.


Masih banyak alat alat medis disekujur tubuhnya,Arisha dan Alvaro terus mengajaknya mengobrol menceritakan semua yang mereka lalui.


Keduanya berharap ada keajaiban datang,Arisha masih berharap Ayahnya sembuh,menemani harinya yang dulu hilang,dia ingin merasakan itu juga,jalan jalan kecil bersama Ayah,pergi picnic bersama Ayah,pergi camping berdua sama Ayah,dan melakukan hal apapun bersama Ayah,dia menginginkannya.


Alvaro terus berusaha menyemangati Arisha untuk tetap kuat,Insya Allah do'anya akan terkabul,keinginannya juga akan terkabul,Aamin.


***


...Bersambung...


Note : Doubel Up lagi ya,kemarin sibuk ngadain acara hari jadinya Anak aku,jadi maafkan tidak update🙏🙏,,

__ADS_1


Masih pada setia gak nih,mana dong likenya😃


__ADS_2