Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bonus Chapter 09


__ADS_3

Lanjut yuk


...***...


"Idih ngegembel" Alexa kembali menepuk Alaska dengan tempat pensil kali ini.


"Aw..aw sakit Al,siapa juga yang ngegembel,kalau ngegembel aku gak pake baju serapi ini"


"Ishh..ishhh,udah ah kamu bikin gak fokus aja sih"


"Haha,siapa juga yang gak fokus,dari tadi aku fokus kok,kamunya aja yang jadi salting,padahal aku kan cuma bilang gitu"


"Cuma bilang gitu,tapi sukses membuat jantung aku berdebar debar kek gini,dasar Alaska" batinnya bermenolog seperti itu.


"Udah ah ayo lanjut belajar lagi deh" gerutu Alexa,dia ingin menyembunyikan wajahnya yang kini terlihat merona.


Alaska semakin tertawa jail,tapi itu membuat hati Alexa senang karena sudah melihat Alaska yang beberapa waktu lagi sempat hilang.


"Kamu tuh kaya delman kota pada hari minggu tau gak Al,,"


Alaska memulai lagi "Apaan sih,nyamain aku kaya delman,aku manusia ya bukan delman tau"


"Iya tapi kamu Istimewa buat aku"


Arghhh rasanya Alexa ingin sekali berteriak kegirangan saat itu,hatinya kembali berbunga bunga,apa yang Alaska bilang,dia ISTIMEWA.


"Ishh..iishhhhh udah Alaska jangan ngegembel aja" gerutu Alexa kembali,dia pukul pukul Alaska dengan buku.


Bukan bukan dia tak suka,tapi dia sangat suka,hanya saja dia malu mengatakannya.


...***...


"Vano lihat ini bagus gak ?"


Kini beralih pada pasangan lainnya,Revano dan Inara,mereka pun sudah berjajnji ah bukan Vano yang berjanji yang akan mengantar Inara ke perpustakaan kota juga dlanjut ke toko buku.


"Coba aku lihat" Vano meraih buku yang tadi Inara pegang.


"Bagus ini,mau pinjam ini ?"

__ADS_1


Keduanya ada diperpustakaan kota terlebih dahulu,Vano sudah belajar tentang dunia bisnis sedari kini karena tuntutan sang Papi,menuruti apa yang Papinya mau adalah jalan terbaik baginya,apalagi dia yang merasa sadar diri kalau dirinya anak pertama dikeluarga Sanjaya,dan akan menjadi penerus Sanjaya group kelak.


Walau sedikit terbebani,apalah daya kalau dia tak bisa berbuat apa apa,menentang Papinya bukan yang dia mau,memberikan yang terbaik untuk Papinya adalah pilihannya.


Begitu juga Inara,Inara terlahir dari rahim seorang Ibu yang tak punya Ayah,kenapa tak punya Ayah..Bisa dibilang Inara anak yang terlahir dari hubungan gelap antara Ibu dan Ayahnya,hasil kesalahan Ibunya dulu.


Ibunya terjebak dengan cinta seorang Pilot yang sudah beristri dan punya anak,dulu Ibunya seorang pramugari yang terkenal akan kecantikannya,namun kesalahannya itu membuat hidupnya berantakan,di usir kedua orang tuanya,dikeluarkan dari pekerjaannya,dan juga dihina oleh keluarga Lelakinya.


Dia sempat menyerah saat mengandung Inara,karena dia merasa sudah tak punya apa apa dan siapa siapa lagi,dia mengasingkan diri sampai ke Bandung,namun dia berpikir Inara bukan kesalahannya,ini kesalahan dirinya yang mau saja berbuat tidak senonoh dengan lelaki yang beristri.


Maka dia tetap bertahan dan berjuang menjaga kehamilannya dengan sisa sisa tabungan yang dia punya,hidup seorang diri diBandung hingga Inara tumbuh jadi seorang gadis cantik seperti dirinya kini,Inara adalah anugerah yang istimewa dalam hidupnya.Hingga kini dia kembali ke Ibu Kota Jakarta.


Kalau ditanya bagaimana lelaki itu,dia sempat ingin bertanggung jawab akan kehamilan Ibu Inara,namun dia ancam oleh keluarga dan keluarga istrinya,kalau jabatannya sebagai pilot akan dilepaskan dan akan dihapus dari kartu keluarga.Maka kalian tau apa jawabannya.


Maka dari itu Inara sedang belajar menggeletuti dunia hukum,dia ingin menjadi pengacara hebat,dan membuktikan pada dunia kalau dia bisa hebat walau tanpa dukungan seorang Ayah.


"Kamu yakin mau menggeluti dunia hukum,apa akan sulit untuk kamu ?"


Keduanya sudah duduk dibangku bangku yang ada diperpustakaan itu,keduanya pun sudah mengambil buku yang akan mereka pinjam dan pelajari.


"Yakin lah Van,harus yakin" yakinnya sangat yakin.


"Iishhh aku pengennya itu,bisa membuktikan kalau aku bisa hebat"


"Ya..ya..ya alasannya selalu itu saja" Vano mengulas rambut Inara gemas.


"Aishhh,jadi kusut tau rambut aku" Inara memanyunkan bibirnya dengan lucu.


"Hey,jangan gitu bibirnya,suka pengen nyium" ucapnya lirih namun masih sedikit terdengar oleh Vano.


Mata Inara membelalak, "Kamu bilang apa tadi ?" tanyanya kemudian.


"Gak,udah lanjut baca aja" Vano jadi gelalapan karena merasa sudah keceplosan tadi.


"iihhh Vano tadi ngomong apa ?" rengek Inara kemudian.


"Gak,,gak gak ada apa apa" Vano berdiri,karena dia jadi salah tingkah alhasil dia pura pura cari buku.


Mata Inara tak berhenti memerhatikan kemana Vano pergi,sampai dia hilang dipandangan matanya.

__ADS_1


Sedangkan Vano dia terus merutuki ucapannya tadi,sungguh kesalahan baginya,dia pikir tidak akan terdengar oleh Inara namun salah.


...***...


Malam pun tiba


Semua sudah berkumpul dimeja makan untuk melaksanakan makan malam bersama,Vano,Alaska dan Zio sangat senang dengan kehadiran Oma Ambar disana


Mereka sampai selalu menempel sama Oma,bahkan mereka saling memperebutkan Oma nya itu,mereka juga selalu menceritakan banyak hal pada Oma.


Malam itu Ketiga anak jagoan itu melihat ada aura berbeda dari Arisha,setelah beberapa waktu yang lalu terlihat selalu cemberut atau jarang tersenyum perihal masalah waktu itu.


Namun malam ini,Arisha selalu tersenyum dan selalu ikut bercanda dengan ketiga jagoannya.


"Ayo mari kita makan" serunya dengan antusias,setelah menaruh satu persatu nasi dan lauk pauk di piring mereka termasuk Oma.


Namun selain itu suasana rumah malam itu terasa beda,biasanya dimeja makan pasti selalu hening karena Alvaro selalu mengingkan keheningan saat makan,dan malam ini dimeja makan itu penuh dengan candaan,bahkan ketiga jagoan itu tak segan selalu saling bercanda.


Arisha yang melihat itu merasa kalau ketiga anaknya selalu tertekan ketika ada Alvaro,dia pun merasakan hal yang sama,jujur dia merindukan Alvaro yang dulu,tak seperti sekarang yang sangat keras.


Dia bahkan takut dan teringat akan kejadian beberapa tahun silam pada dirinya dulu,Daddy Ronald yang bgitu terobesi dengan harta dan jabatan sehingga menghalalkan segala cara untuk selalu mendapatkan itu bahkan sampai harus menjadi keras pada anaknya sendiri.


Dan diapun takut Alvaro akan seperti itu pada Ketiga jagoannya,padahal Arisha ingin Ketiga anaknya mencari pilihannya dan jalan hidupnya sendiri tanpa ada paksaan atau tekananan dari Orang dewasa.


Oma yang melihat Arisha melamun pun mengerti apa yang ada dipikirannya.


"Sha," dia memegang lembut tangan Arisha,dan Arisha terperanjat kaget tentunya,dia mengalihkan atensinya pada Mom.


"Ya Mom"


"Mom tau apa yang ada dalam pikiran kamu,tenang Insya Allah Varo tak akan seperti Opa mereka,dia pasti berbeda,kita sama sama memberi dia pengertian akan hal ini nanti ya,kamu gak usah takut"


Mom tersenyum hangat,dan terus meyakinkan Arisha akan hal itu dan Arisha pun mengangguk.


...***...


...**Pasti pada lupa alur,maaf ya lama banget aku ngilang,dan aku sering banget ngilang😔😔....


...met baca aja ya😄**...

__ADS_1


__ADS_2