Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 83. Kedatangan Airish


__ADS_3

Tok..tok..tok


Arisha sedang santai dirumah,dia juga sering merasa lelah akhir akhir ini,maka dia lebih banyak melakukan aktifitas di dalam ruangan.


Dan rasa tak sabar akan penantian sang Bayi pun Arisha tak pernah bisa lepas memandang kamar Bayi mereka nanti,segala pernak pernik sudah siap untuk menyambut sang pewaris itu,karena sudah terpatri kalau Bayi mereka tetap akan menjadi pewaris kedua perusahaan besar milik Ayah dan Kakeknya.


"Iya,siapa masuk aja" Untuk sekedar berdiri pun rasanya agak sulit untuk Arisha.


Terihat Bu Sri masuk " Maaf ganggu Non"


"Gak kok gak ganggu Bu,ada apa Bu ?"


"Itu Non dibawah ada seseorang yang ingin bertemu"


Karena memang ada yang bertamu siang hari itu,dan Bu Sri tak tau siapa dia,karena memang tak tau.


"Siapa Bu,mau ketemu saya ?"


"Iya Non,katanya saudara Non,wanita Non" Ujar Bu Sri lagi,dan Arisha mengangguk walau gak tau itu siapa.


"Siapa ya ?" Gumamnya,tapi dari pàda menebak nebak,akhirnya dia turun kebawah menghampiri tamu yang bu Sri maksud tadi.


Terlihat dari belakang ,wanita berambut panjang,Arisha masih menduga duga siapa dia,Arisha pun mendekat dan setelah dekat matanya membulat penuh.


"Kak Airish !!" Pekiknya lumayan nyaring kala itu.


Setelah beberapa bulan tidak ada kabar sama sekali dengan Airish,kini Arisha sedang berhadapan dengannya,tentu antara kaget dan sedikit tàkut menyelimutinya.


Airish berdiri dan tanpa aba aba langsung memeluk Arisha begitu saja,jelas Arisha semakin terpekik kaget kala itu.


"Sha,maafkan aku..maaf" ujarnya dibalik pelukan itu,Arisha mengerjapkan matanya dan menajamkan pendengarannya,Airish meminta maaf ?.


"Kak,duduk dulu yuk" Ajak Arisha setelahnya,dan mereka duduk disofa besar diruang tamu.


Airish menangis dengan menggenggam tangan Arisha,Arisha meraba iba tentunya melihat Airish menangis,sebagaimana pun dia bersaudara,dia anak dari tantenya kan,adik dari ibunya.


"Kak,kakak kenapa ?kenapa kakak nangis ?"


"Sha,maafin aku,dulu pernah berniat bahkan mungkin sudah mencelakai kamu,aku nyesel kak" lirihnya lagi masih dengan menangis.


Yang Arisha tau,kabar terakhir Airish itu kecelakaan hebat dan sekarang dia ada di depan matanya,dengan keadaan mungkin sehat walau terlihat agak kurus,setidaknya dia merasa lega kalau Airish sudah sembuh dari kecelakaan itu.


"Kak.."


"Kamu boleh hukum aku Sha,aku pantas dihukum,hukum aku Sha..karma buat aku belum seberapa" dia kembali menangis,bukan nangis pura pura,air mata itu turun deras dengan lirih.


"Kak,semua udah berlalu,kakak apa kabar sekarang ?"

__ADS_1


Begitulah Arisha,dia tidak pernah mau mempunyai hati dendam atau apapun,selama orang itu sungguh sungguh berubah dan meminta maaf,kenapa kita tak bisa memberikan kesempatan itu ?.


"Kakak masih merasa bersalah sama kamu dan Varo,terutama sama kamu Sha..rasanya hukuman kakak kemarin dan sekarang masih kurang,kakak nyesel Sha..Maafin kakak juga Mami Kakak."


"Udah kak,semua udah terjadi..aku udah maafin kakak,kita lupakan ya,kakak jangan nangis lagi"


"Tapi kakak masih merasa bersalah Sha"


"Kak,kakak udah minta maaf sama Risha,maka Risha maafin Kakak,kita perbaiki keadaan yang ada kini,lupakan yang kemarin ya"


"Sha,kakak sangat baik..banyak kesalahan yang Kakak lakukan,tapi kamu memaafkan kakak begitu saja,kakak jadi merasa malu sama kamu Sha"


"Kak,semua orang pasti punya kesalahan,dengan kakak begini sudah membuktikan kalau kakak sungguh sungguh menyadari kesalahan kakak,dan kakak juga sudah berusaha memperbaiki itu semua"


Airish masih terisak dalam tangisnya.


"Sudah ya kak,jangan nangis lagi..ayo diminum dulu"


Arisha menyodorkan gelas berisi air putih untuk Airish,dan Airish menerimanya dan kini dia sedikit tenang.


"Kamu apa kabar Sha ?kandungan kamu sudah besar,"


"Ah,kabar aku baik kak,kandungan aku juga baik,hanya tinggal menunggu beberapa bulan lagi kak"


Airish tersenyum,walau rasa iri masih mengintainya karena melihat Arisha bisa sebahagia seperti ini ,bahkan dia bahagia dengan mantan pacarnya yang dia sakiti dulu.


"Pak,lapor ada wanita berambut panjang dan tinggi datang kesini,dia berniat untuk bertemu Nona Arisha"


"Si alan.." Pekiknya saat dia menyadari itu Airish,dia menyuruh pengawal untuk membawa wanita itu keluar,tapi saat pengawal melihat wanita itu dan Nonanya sedang dalam situasi sedih,maka diurungkan.


Maka saat ini dirinya berada,karena ketakutannya dia rela meninggalkan pekerjaannya.


"Arisha.." Teriaknya dibalik pintu,dan segera membawa Arisha dalam pelukannya lalu dia menatap tajam Airish.


"Untuk apa kamu kesini,keluar !!" Teriaknya pada Airish.


"Mas.." Tegur Arisha.


"Kamu baik baik aja kan ?dia tidak apa apakan kamu kan ?semua pengawal disini tugasnya apa sih,bukannya usir wanita ular ini !!"


Airish kembali menangis,pantas dia dibilang begitu,pantas dia dihina begitu.


"Mas,aku baik baik aja,Kak Airish gak macam macam sama aku"


"Bohong Sha,sekali ular tetap ular" Itu suara Mom Ambar,dia pun segera pulang kala mendapat telepon dari orang rumah mengenai kedatangan Airish.


"Ngapain kamu kesini lagi Hah !!" Mom Ambar menarik rambut Airish dengan kasar,dan Airish meronta kesakitan,tapi dia memang pantas diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Mom,,Astagfirllah,lepasin Mom..kasihan Kak Airish" Dia tau Airish kali ini sangat bersungguh sungguh.


"Sha,jangan bela dia..dia hanya pura pura saja,kamu harus tau" Alvaro terus meyakinkan Arisha akan itu.


"Kak Airish !!" Teriak Arisha lagi,kala Mom Ambar menghempaskan Airish kelantai dengan keras,sampai ringisan ngilu terdengar dari Airish.


"Pergi dari sini wanita ular !!" Sungut Mom Ambar lagi.


"Mom,Mas..Airish datang kesini mau minta maaf,dia tidak berbuat apa apa sama Risha,Risha masih baik baik saja"


Arisha mendekat dan membantu Airish berdiri


"Sha,kamu jangan percaya sama dia !!dia hanya pura pura saja supaya kamu percaya begitu saja,kamu ingat apa yang dulu dia lakukan sama kamu,sekali begitu tetap begitu" Alvaro menahan emosinya.


"Mas,Kak Airish udah berubah..dia sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya itu Mas,jangan menghakimi dia seperti itu,semua orang pantas berusaha lebih baik dan menyadari apa kesalahannya Mas"


"Alah dia pasti pura pura Sha,kamu jangan percaya begitu saja Sha" Mom Ambar sama emosinya kalau nelihat Airish.


"Mom,apa salah kalau seseorang berusaha untuk memperbaiki kesalahannya,dan dia sudah meminta maaf ,apa harus kita mengabaikannya,tidak memaafkannya"


Alvaro dan Mom Ambar terdiam.


"Aku percaya Kak Airish sungguh sungguh menyesali kesalahannya,dia sudah meminta maaf pada aku dan padamu juga Mas"


"Tapi aku gak percaya Sha,dia dulu sudah punya niat jahat sama kita,terutama kamu.Apa harus aku percaya begitu saja ?dia jago akting,bahkan dulu saja aku tak tau dia hanya pura pura saja mencintai aku"


Ingatannya kembali ke masa itu.


"Mas,aku tau tak segampang itu,tapi tidak ada salahnya kini kita percaya,dia dengan sudah berniat meminta maaf saja,itu sudah membuktikan dirinya menyesal"


Alvaro mendengus kesal,kadang dia ingin memarahi Arisha yang terlalu baik atau polos.


"Sha,aku pulang saja..maaf sudah menganggu kamu,aku memang pantas diperlakukan seperti ini,Aku pulang Sha" Sela Airish.


Wajahnya seketika pucat,dia memegang kepalanya,rasa nyeri terasa tapi dia tahan.


"Kak.."


Airish hanya tersenyum,ini ganjaran untuknya.Namun saat dia baru diambang pintu.


Brakk


"Kak Airish !!" Pekik Arisha.


***


...Bersambung...

__ADS_1


Maafkan diriku yang rada jarang update😄


__ADS_2