
"Bu Ema,ada yang bisa saya bantu ?" Arisha baru saja turun setelah selesai mandi sore dan berniat akan membantu Bu Ema yang sedang di dapur.
"Tidak ada Nona,Nona duduk saja..Nona ingin makan malam apa ?" Tanya Bu Ema.
"Apa aja aku suka,aku bantu ya Bu ,please" Arisha sedikit memohon untuk dapat membantu mereka yang sedang berkutat dengan peralatan masaknya.
"Tidak Nona,Tuan Alvaro bisa marah ,biar kita melakukan tugas kita masing masing Nona" Tutur Bu Ema memohon juga supaya Arisha mengerti.
Arisha pun tak mau memaksa lagi,"Ya sudah aku duduk disini aja,temani aku ngobrol ya Bu Ema"
Bu Ema agak kikuk dan sulit untuk mengikuti apa yang Arisha mau "Please,kalau gak mau ,ya udah aku paksa untuk membantu disana" Tunjuknya pada dapur masak.
Bu Ema pun mengalah dan kini mereka duduk dikursi ruang makan,sambil mengolah adonan untuk dibikin dessert.
"Bu Ema udah lama bekerja disini ?"
"Dari Tuan Alvaro kecil Nona"
"Hah !!lama juga ya,setau aku Orang tuanya Tuan Alvaro itu kan gak tinggal disini ,berarti kalau Tuan Alvaro gak disini juga,disini kosong ?"
"Iya Nona,hanya ada kami disini,kami sudah diberi kepercayaan untuk mengurus segala hal disini"
"Ah,seperti itu," Arisha manggut manggut saja dan obrolan lainnya mereka lanjutkan ,sampai terdengar suara mobil di depan pintu utama.
"Sepertinya Tuan Alvaro Nona yang datang" Ujar Bu Ema,lalu berdiri dan disusul Arisha.
Benar saja itu Alvaro baru pulang dari kantornya dan jelas bersama Sam.
"Selamat datang Tuan" Bu Ema sedikit membungkukkan badannya untuk menyambut kedatangan majikannya.
Alvaro balas dengan angguka,Bu Ema berniat akan membawa Jas dan Tas yang terlampir ditangan Alvaro,tapi di sanggah oleh Alvaro.
"Kamu yang bawakan " Ujarnya pada Arisha "Ini sudah menjadi tugasnya Bu Ema,dia kan istri aku" Desisnya dengan senyum simpulnya.
Arisha pun meraih itu,walau sempat menggerutu tak jelas tapi dia melakukannya " Ah,iya benar Bu Ema,ini sudah menjadi tugas aku sebagai Istrinya" Arisha menekankan kata istri pada Bu Ema.
Alvaro kembali berwajah datar dan kembali melangkah ke dalam,dibelakangnya ada Sam dengan kembali banyak pertanyaan di dalam benaknya.
"Hai,Sam.." Sapa Arisha.
"Iya Nona" Sahut Sam,sebenarnya dia ingin bertanya akan hal yang mengganggunya akhir akhir ini,tapi dia simpan.
"Sayang,ayo kita masuk kamar" Alvaro lagi lagi tak suka pada cara Arisha menyapa Sam tadi,dia pun merangkul bahu Arisha.
"Sam,tunggulah disana..dan kamu ikut makan malam disini" Ujarnya kemudian sebelum kembali melangkah.
***
"Lepas Tuan.." Desis Arisha saat di dalam kamar.
"Mulai hari esok kamu harus membiasakan diri untukmempersiapkan segala keperluan aku,dan menyambut saat aku pulang" Titahnya pada Arisha.
__ADS_1
"Iya Tuan,dengan senang hati akan aku lakukan,Tapi Tuan aku masih bingung soal pemilihan baju yang akan anda pakai"
Alvaro menggulung lengan kemejanya dan membuka dua kancing teratasnya,lalu mendekat pada Arisha dan semakin mendekat hingga Arisha terpojok pada dinding.
"Apapun yang kamu pilih,aku akan pakai Nona Varo" Desisnya ditelinga Arisha,membuat Arisha jadi semakin gugup dan merasa geli saat merasakan hembusan nafas Alvaro menerpa telinganya itu.
"Dan,sekali lagi aku tegaskan jangan panggil aku Tuan,ganti nama panggilan kamu Nona.." Desisnya lagi.
"Emmm ..itu anu..emmm anu,aku harus panggil apa Tuan ?" Jawab Arisha gugup ,karena kini mereka sedang bertatap muka.
"Apa saja,yang lebih layak ,Sayang juga boleh"
"Emang harus ya"
"Harus dong,kamu kan istri aku dan aku suami kamu,orang akan beranggapan aku majikan kamu"
"Kan bukannya sebelum resepsi,kita masih pura pura jadi orang asing"
"Kamu ingat,aku tak mau dibantah"
Arisha sedikit menyebik kesal.
"Baiklah bagaimana kalau aku panggil anda Mas saja,Mas Varo" Jawab Arisha sengena nya.
Alvaro terkekeh,kini dia yang merasa geli akan jawaban Arisha " Emang aku Ikan Mas,tapi boleh juga lah,lakukanlah apa yang kamu suka,tapi jangan panggil aku Tuan lagi"
Arisha mengangguk " Mau aku siapkan airnya ?kata Bu Ema anda kalau sepulang kerja selalu memilih mandi air hangat"
"Ya,bukannya kita sama sama saling belajar untuk mencari tau masing masing tentang kita ?"
"Benar,baiklah kita harus mengobrol banyak nanti,soal air aku akan mengisinya sendiri,siapkan saja pakaian santai untuk aku"
"Baiklah,anda bisa menjauh kan,aku sedikit pengap" Ujar Arisha yang masih berada dikungkungan Alvaro.
Alvaro tersemyum jahil,lalu dia mengecup bibir Arisha singkat,membuat Arisha membeliak kaget dan pipinya sudah berrona merah.
Alvaro hanya cuek cuek saja dan bergegas masuk ke kamar mandinya,Sedangkan Arisha masih mematung disana,dengan memegang pipinya yang sudah memanas.
Tapi ternyata dikamar mandi Alvaro merasai apa yang Arisha rasa,bahkan jantungnya berdegub kencang,padahal cuma mengecup sudah membuat tubuhnya memanas.
"Shit !!! bibirnya terlalu menggoda" Rutuknya dalam hati.
***
"Ayo Sam.." Ajak Alvaro pada Sam.
Kini mereka sudah berada di meja makan yang sama,bersama Sam juga.
"Emmm,kamu mau apa Tuan,eh Mas.." Arisha terkekeh saat dirinya memanggil Alvaro dengan sebutan lain.
Sam membeliak,sungguh dia ingin tau apa sebenarnya terjadi pada mereka,terlalu kepo memang,tapi kalau boleh jujur dia sempat tertarik pada Arisha.
__ADS_1
"Itu saja" Tunjuknya pada iga bakar yang menggoda kala itu "Kenapa kamu terkekeh begitu ?"
"Gak apa,aku merasa geli saja memanggil anda seperti itu,eh kamu" Arisha menutup mulutnya,belum terbiasa.
"Biasakan Sha,,Sam makanlah,aku tau apa yang ada didalam pikiran kamu,nanti juga kamu tau"
Sam menunduk dan dia pun ikut makan malam disana,setelah selesai Alvaro bergegas keruang kerjanya bersama Sam,karena masih ada yang harus mereka bahas,sedangkan Arisha keruang Tv untuk menyaksikan serial favoritnya.
"Aku dan Arisha sudah menikah,tiga hari yang lalu diBandung" Alvaro menjelaskan apa yang ingin Sam tanyakan.
Sam sedikit kaget ,menikah ?mereka menikah ?kok bisa ?
"Ada kejadian tak terduga yang mengharuskan kita menikah mendadak,aku pun tak bisa berkutik saat itu,ya beginilah jadinya"
Alvaro mengedikkan bahunya,mengingat akan kejadian tempo hari bersama Arisha.
"Bantu aku Sam,mungkin bulan depan kita akan melakukan resepsi"
" Baik Tuan,akan saya lakukan perintah anda"
Walau Alvaro sudah menjelaskan semuanya ,tapi tetap saja hatinya tak nyaman kala itu.
Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 malam,Sam sudah pulang dijam 21.00 tadi,Alvaro merenggangkan tangannya,dia sudah sangat lelah.
Hingga dia pun bergegas untuk ke kamar dan akan tidur,dikamar Arisha masih sedang menonton tv,setelah tadi diruang tv lalu berpindah ke kamar.
"Kamu belum tidur ?" Seru Alvaro dan ikut duduk disamping Arisha.
"Aku nunggu kamu,"
Satu alis Alvaro naik " Nunggu aku,kenapa ?" Tibatiba senyum jahil muncul dibibirnya.
"Aku takut tidur sendiri ditempat asing dan luas kaya gini,aku merinding" jawab Arisha sambil bergidik ngeri dan takut.
Alvaro mendekat dan semakin mendekat,hingga punggung Arisha menempel pada sofa ,satu tangannya dipakai untuk menyangga disofa.
"Takut,apa pengen aku peluk saat tidur ?" Desisnya pada telinga Arisha lagi.
"Jangan mesum deh " Replek Arisha memukul kecil bahu Alvaro.
"Mesum sama istri sendiri,tak apa kali Sha,mau macammacam juga tak apa kan ?"
Arisha menelan ludahnya ,tangannya sudah berkeringat dingin,lidahnya tibatiba kelu,dan tiba tiba atmosfir di dalam kamar itu menjadi panas,seperti panas dalam tubuhnya.
"Bibirmu begitu menggoda" Begitu juga dengan Alvaro yang sama sama merasa panas,apalagi melihat bibir ranum Arisha di depannya.
Cup
***
Nungguin ya adegan selanjutnya ,hahah
__ADS_1
...Bersambung...