Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bonus Chapter 13


__ADS_3

Cahaya matahari masuk di sela sela jendela,cahayanya menyinari kelopak mata wanita yang sedang bergelung dengan selimutnya dan ditemani seorang pria yang memeluknya erat.


Dia memicingkan matanya karena sinar cahaya itu,matanya terbuka perlahan lahan dan melihat ke arah cahaya itu muncul.Sudah terlihat terang di depan matanya,hingga dia tersadar berarti hari sudah pagi dan dia melewati ibadah wajibnya itu,dia pun tersentak.


"Astagfirullah,udah jam berapa ini ya" dia Arisha yang bertanya pada dirinya sendiri.


Sang suami Alvaro masih menikmati tidurnya dengan posisi telungkup dan ada diatas bahu Arisha sedang memeluknya erat.


Pergumulan mereka semalam ternyata menghabiskan waktu hingga tengah malam,nyatanya Alvaro selalu meminta lagi dan lagi malam itu,hingga dini hari keduanya baru terlelap tidur.


"Mas,bangun udah siang ini" Arisha menggoyangkan badan Alvaro,namun sang empu tak terusik sama sekali.


"Mas,minggir dulu,aku mau bangun ini,mau siapin sarapan anak anak dan mempersiapkan mereka sekolah" itulah tugasnya sebagai seorang istri dan ibu dari tiga orang anak,sudah menjadi kebiasaan baginya melakukan hal itu.


"Emmmmhhh,,masih mau gini" Alvaro malah mengeratkan pelukannya hingga Arisha terbawa miring dan Alvaro malah menjadi bersarang di atas dua buah dadanya.


"Aduh Mas,lepasin dulu deh,ini udah bener bener siang" rutuk Arisha lagi,kini merasa kesal.


"Mereka udah besar Sayang,udah pada bisa sendiri,giliran aku yang dimanjain kamu" tutur Alvaro,masih sambil mata terpejam rapat.


Arisha menepuk dahinya,apa katanya pengen dimanja,ya ampun Arisha merasa jadi punya 4 anak kalau begini,lagian juga gak sadar apa semalam dia dibuat kewalahan karena nya.


Dan adegan dewasa pun terjadi lagi dipagi hari itu,Arisha pun tak bisa berkutik,karena sudah terbuai juga dengan sentuhan sang suami.


Hingga mereka kembali saling terlelap dan saling memeluk kembali.Kek pengantin baru aja ya mereka itu.


...***...


Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi,posisi mereka masih sama seperti tadi,tidak terusik apapun.Suara ketukan pintu ketiga anaknya pun tidak mereka dengar karena keasyikan.


Hingga suara gedoran pintu dari seseorang lah yang mampu membangunkan keduanya,karena suaranya begitu keras dan menggema.


"Aisshhhh,siapa sih itu !!" kesal Alvaro harus terbangun.


Arisha pun ikut terbangun dan membenahi posisinya menjadi duduk dengan selimut menutupi tubuh polosnya.


"Lihat dulu deh Mas,itu siapa" saran Arisha,lantas ia melihat jam dan terpekik saat melihat jam berapa itu.


"Astagfirullah,Mas udah jam 8.Anak anak pasti udah pergi" rutuk Arisha,sampe bibirnya manyun.


Alvaro malah terkekeh dan dia malah mengecup bibir Arisha itu dan membuat Arisha makin kesal.Suara gedoran pintu terdengar lagi.

__ADS_1


"Siapa sih ah,ganggu aja" sungut Alvaro lagi,tapi sambil memakin kimono malamnya dan berjalan ke arah pintu untuk tau siapa yang dibalik itu.


"Kamu ?ngapain,ganggu kesenangan orang aja" dia makin kesal saat tau siapa yang datang,siapa lagi kalau bukan Samuel asisten dia sendiri.


"Maaf Pak,kalau saya menganggu waktu anda,tapi Saya harap anda tak lupa kalau hari ini ada meeting penting dengan Pak Andrew" tutur Sam menjelaskan detail jadwal Alvaro.


Alvaro sedikit berdecak "Gak bisa apa kamu saja yang wakilkan,hari ini aku ingin punya banyak waktu untuk Arisha" jelasnya pada Sam.


Namun Sam menggelengkan kepalanya "Tak bisa Pak,beliau hanya ingin bertemu dengan anda langsung,kalau Saya yang wakilkan bisa bisa batal kerjasamanya"


Lagi lagi Alvaro berdecak kesal.


"Ya sudah tunggu dibawah,aku siap siap dulu" pintu di tutup dengan keras,membuat Sam mundur selangkah dan mengelus dadanya.


"Gak ingat apa,dia sering ganggu moment aku sama Anin,giliran diganggu marah,gak enak kan rasanya" batin Samuel.


Dia sangat sering merasakan gangguan itu,sedang enak enaknya harus tertunda karena perintahnya.Emang dasar ya Bos selalu seperti itu.


Alvaro masuk kembali dan tak mendapati Arisha disana,mungkin Arisha sedang mandi dan diapun menyusul Arisha,kebetulan pintu tak terkunci.


Arisha tak kaget lagi siapa yang datang "Siapa Mas ?" dia bertanya siapa tadi yang mengetuk pintu kencang kencang.


"Biasa,Sam"


...***...


Sedangkan sebelumnya


Vano,Alaska dan Zio sudah bersiap dengan alat alat sekolahnya,mereka sama sama sudah rapi dan ketiganya meluncur ke bawah untuk sarapan pagi.


Sudah jadi kebiasaan juga mereka selalu sarapan pagi,biar otak encer katanya.Mereka sudah duduk ditempat masing masing,namun tak mendapati kedua orang tuanya disana.


"Papi,Mami mana sih,Zio kan lapar" rengek Zio dan Vano juga Alaska hanya menggidikan bahunya tanda tak tau.


"Zio susul dulu deh" Zio berlari kembali keatas dan mengetuk pintu Kamar utama Mami,Papinya.


Diketuk beberapa kali,namun tak ada jawaban jua,hingga Vano dan Alaska menyusul.


"Kok lama Zio,ada gak ?" Alaska yang bertanya.


"Dari tadi diketuk ketuk,tapi gak ada jawaban sama sekali Kak,mereka lagi apa sih ?masa belum bangun jam segini" celoteh Zio,masih di depan pintu kamar Alvaro dan Arisha.

__ADS_1


q


qp⁰Vano terdiam sesaat,dan selanjutnya merangkul bahun kedua adiknya.


"Sarapan sendiri aja yuk,lupain Mami dan Papi" tuturnya sambil berjalan lagi ke arah bawah.


"Tapikan gak sopan kalau makan ngedahuluin Orang tua" jawab Zio.


"Iya,iya kali ini gak apa apa,Mami dan Papi lagi gak bisa diganggu tau" jelas Vano,membuat Zio tambah bingung berbeda dengan Alaska.


"Ah,iya benar kata kak Vano,udah yuk sarapan sendiri aja" Vano dan Alaska bertos ria mengerti apa yang terjadi.


Mereka pun sarapan bertiga saja dengan disajikan oleh pelayan dan berangkat sekolah tanpa berpamitan pada Mami dan Papi.


...***...


"Bi,anak anak tadi pada sarapan kan ?" setelah selesai menyiapkan dirinya dan membantu Alvaro,Arisha segera turun ke bawah.


"Udah Non,mereka sarapan dulu kok,tadi mereka nunggu Non sama Aden tapi gak turun turun,jadi sarapan tanpa kalian"


Arisha mendengus dan terlihat Alvaro sudah disampingnya.


"Ya udah Bi,makasih ya udah bantu siapin sarapan mereka" dan itu Alvaro yang berkata.


"Gara gara kamu sih Mas" rutuk Arisha.


"Mereka udah besar Sha,biarin aja napa"


Arisha pun tak mau mendebat lagi " Kamu mau sarapan dulu,Mas ?"


"Kayanya gak akan sempet Sha,bekelin sandwich aja deh nanti aku makan dimobil,udah mepet juga waktunya" Alvaro melihat jam ditangannya.


Arisha pun mengangguk dan menyiapkan apa yang Alvaro mau.


"Aku berangkat ya,hati hati dirumah,nanti aku pulang siangan"


Arisha mengantarkan Alvaro sampai ke depan "Kenapa siang,biasanya malam ?" tanya Arisha.


"Kan aku bilang,kalau aku akan menyempatkaj waktu buat kalian,jadi sebisa mungkin aku akan pulang cepat" tutur Alvaro.


Dan Arisha hanya mengangguk,dia menyalami punggung tangan Alvaro dan Alvaro mencium kening Arisha,keduanya berpisah dipagi hari itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2