Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 46. Jalan jalan


__ADS_3

"Sha,geli.." Desis Alvaro.


Pertautan itu sudah terjadi lebih dari dua jam,dua kali mereka melakukannya,dan kini mereka sudah merasa lelah,bahkan mereka melewatkan sarapan pagi mereka.


Arisha terkikik "Mas,jangan di ulangi lagi,gak suka tau dibentak bentak kaya gitu !!" Bibirnya mengerucut lucu.


Mereka masih berada ditempat tidur ,masih saling berpelukan dibawah selimut yang sama.


Cup


Alvaro mengecup singkat bibir Arisha,sangat singkat karena kalau lama dia tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Mas,kamu iih" Decak Arisha kesal.


"Maaf,mungkin sebuah alasan dan tak bisa dibenarkan sikap aku ini,Maaf ya Sha..gak akan aku ulangi"


Ujarnya merasa bersalah,dia tau tak seharusnya melampiaskan segala kepenatannya pada Arisha,dia tidak punya salah apa apa.


"Mas.." Arisha masih memainkan jari jarinya di dada Alvaro.


"Sha ya ampun geli,kamu mau aku tidak tidak lagi ?" Decaknya frustasi,sentuhan jarinya membuat gairahnya kembali.


"Mesum iih" Dia pukul kecil bahu Alvaro.


"Ya kamu yang mulai,tadi ada apa ?"


"Emmmm,Mas..kalau aku hamil gimana ?"


"Hamil ?ya bagus dong,aku menanti kehadiran Alvaro junior" Ujarnya sumringah dan membayangkan tentang bayi kecil yang akan meramaikan waktu mereka.


"Mas,kalau aku menundanya bagaimana ?aku masih ingin bekerja,sebentar lagi akan wisuda,aku ingin bisa membalas jasa Bapak,Ibu dan Kak Via"


Alvaro membelai rambut Arisha,benar dia menikah dengan wanita yang usianya berbeda jauh,dia tau Arisha pasti punya impianya sendiri.


"Kalau aku tak mau bagaimana ?usianya sudah ingin segera punya baby Sha,walaupun sebelumnya tak pernah terpikirkan,begini saja kalau Tuhan memberikan kepercayaan secepatnya pada kita,kamu jalani saja setelah dia lahir kamu masih bisa bekeja kok,bukankah kamu mau kerja di Sanjaya Corp kan ?kamu tau itu perusahaan aku,jadi aku bisa mengatur waktu kamu disana"


Arisha terdiam mencerna apa yang Alvaro katakan, bukan dia egois tidak ingin segera punya anak ,tapi dia belum siap..dia masih ingin meraih apa yang dia mau,bahkan sebelum dia mencobanya.


Walaupun sekarang Alvaro bilang begitu,belum tentu nanti kan ?.


"Iyakah ?Sanjaya Corp perusahaan kamu ?


"Ya,kamu bisa bekerja disana,tapi tetap dengan syarat..tapi soal waktu nanti akan aku spesialkan"

__ADS_1


"Mas,mana bisa begitu,meski aku istri kamu,tetap profesional dong"


"Gimana aku aja,aku kan Bosnya"


"Ck,sombongnya kambuh"


"Udah kita gak usah bahas itu dulu,pokoknya kalau kamu cepat hamil alhamdulillah,kalau belum ya kita berusaha"


Arisha tak mau berdebat lagi,diapun mengiyakan apa kata Alvaro.


"Jalan jalan yuk,nanti aku cuma ngecek resort aja,sisanya kita jalan jalan,kita nikmati waktu kita disini,mau kan ?" Ajak Alvaro selanjutnya.


"Mau..mau,dari kemarin pengen jalan jalan sendiri gak seru,ayo mandi dulu"


Alvaro menjawil hidung Arisha "Ceria amat,mandi bareng yuk"


"Iihh mesum aja bisanya"


"Gak apa mesum sama istri ini"


Dan mandi pun bukan sekedar mandi ,lagi lagi mereka olahraga menguras tenaga yang nikmat.Setelahnya mereka sarapan yang hampir makan siang,Sam mencebik melihat kelakuan Bos dan Istrinya itu.


***


The Lost world castle adalah pilihan destinasi jalan jalan mereka,tempat yang menyuguhkan berbagai aktraksi yang memukau,berasa sedang diluar negeri disana bisa berfoto selfie dan menikmati alam yang ada.


Arisha benar benar tak menyangka,Alvaro ternyata bisa menyeimbangi kekonyolan dia,Alvaro bisa membalas candaan Arisha.Senyum ceria masih nampak tersemat dibibirnya.


"Mas,kesana yuk fotoin aku,spotnya sangat bagus itu" Serunya sambil memberikan ponselnya pada Arisha,dengan malas Alvaro ambil dan memfoto Arisha.


Bukan satu dua kali,tapi hampir memenuhi isi galery nya,Alvaro saja sampai menggelengkan kepalanya,tapi tak urung dia turuti apa yang Arisha mau.


Dia pun tak bisa berbohong kalau dia juga merasa bahagia,ah..dia benar benar menemukan dunianya dulu yang hilang,dia sudah menemukannya kembali dan itu bersama Arisha.


Jantungnya selalu berdegub kencang kala dekat dengan Arisha,kadang dia merasa gugup juga,dia juga selalu ingin berdekatan dengan Arisha,dekat hatinya berbunga bunga,saat jauh dia rindu,apakah itu cinta ?


Dan dia akui saat diBandung,dia didesak untuk menikahi Arisha,dia senang..entahlah itu yang dia rasakan,dia ingin memiliki Arisha,dan dengan cara itu dia bisa memilikinya.


"Kamu senang ?" Alvaro merangkul bahu Arisha,dan mengecup pucuk kepalanya singkat.


"Senang,makasih ya Mas" Ujarnya masih melahap es krim ditangannya.


Arisha ingat perkenalannya dengan Alvaro sangat menyebalkan,bahkan dia benci dengan sikap Alvaro dulu,dan saat dia dinikahi Alvaro,dia merasa frustasi karena tidak siap dan takut,tapi setelah mencoba mengenal Alvaro sampai detik ini ,dia tau beberapa hal dari diri Alvaro,jantungnya juga sering berdebar kencang,tapi dia belum mengartikan kalau itu Cinta,bahkan nama Alvaro belum ada dihatinya.

__ADS_1


Dia hanya sedang berusaha menjalankan apa yang terjadi,mungkin seiring berjalan waktu dia bisa membuka hatinya untuk Alvaro.


"Emmmm,Mas..type wanita yang kamu sukai yang kaya gimana sih ?"


Kini mereka sudah duduk digazebo yang ada disana,mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal.


"Kaya kamu"


"Eh !!" Arisha mengerjap ngerjapkan matanya "Mas serius iih"


"Aku serius,kamu tau saat diBandung kita tibatiba di desak menikah ?kamu tau alasan nya apa kenapa aku mau menikahi kamu ?"


Arisha menggelengkan kepalanya


"Karena aku ingin memiliki kamu,tanpa sadar itu yang aku rasakan dulu"


"Kamu sedang mengakui perasaan kamu Mas ?"


"Gak,aku hanya memberi tau kamu,, tapi aku belum mengartikan aku cinta kamu atau gak" Kilahnya ,tapi matanya berkata lain.


"Kenapa ?kenapa ingin memiliki aku Mas ?"


"Balik yuk,udah mau gelap,bukannya mau beli oleh oleh" Alvaro mengalihkan pembicaraan mereka mencoba menghindar dari sebuah pengakuan.


"Iihh,Mas jawab dulu" Arisha mengejar Alvaro yang sudah lebih dulu jalan.


"Gak,ayo Sha jangan banyak nanya lagi" Dia kembali merangkul Arisha dan membawanya pergi dari sana,dan sisa waktunya sebelum petang mereka habiskan dengan membeli oleh oleh khas Jogya.


Arisha cemberut tak mendapati jawaban yang dia pertanyakan.


Hingga sampai makan malam tiba,mereka memilih makan malam diluar ,karena tadi terlalu tanggung untuk kembali ke Vila.


"Sha,tunggu ya aku terima telepon dulu" Ujarnya saat mereka selesai makan malam dan akan pulang,tapi saat dimobil Alvaro mendapat telepon dari rekan bisnisnya.


Arisha mengiyakan ,dia masih menunggu..tangannya pun gatal dia membuka buka laci dashboard mobil,dan dia lihat ada yang menarik,dia ambil dan dia mengartikan itu sebuah kartu undangan.


Arisha nampak berpikir dia seperti pernah mendengar nama itu,nama yang tertera dibalik kartu undangan pernikahan.


"Airish ?kaya pernah dengar"


***


...Bersambung...

__ADS_1


"Hai semua readers udah bulan ramadhan lagi ya,Minal aidzin Walfaidzin Mohon Maaf lahir dan Batin ya🙏🙏,dan selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankannya🤲🤲😊😊"


⚘ Lita ⚘


__ADS_2