Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 49. Lagi ?


__ADS_3

"Mas,seriusan hari ini kita pulang ?"


Arisha baru saja menyelesaikan ritual mandinya dengan Alvaro pastinya,kini dirinya sedang mengeringkan rambutnya.


"Sini aku yang keringkan,iya kita harus segera kembali,disana kerjaan sedang menantiku,lagian juga kita kan harus mempersiapkan juga untuk acara resepsi kita"


"Ah,iya ya aku lupa akan hal itu,malas sebenarnya harus ada acara begitu Mas,terus kamu gak akan hadir dinikahan mantan kamu itu ?"


"Ck,ngapain dibahas lagi sih !!" Decaknya kesal "Aku kirim aja nanti hadiah buat mereka,sudah puas !!"


Arisha tertawa "Biasa aja kali Mas,gak usah kaya gitu juga,iya iya deh gimana kamu aja"


"Oh iya Mas,Bapak tadi namanya siapa sih ?aku lupa nanyain"


"Pak Bastian" Sahutnya singkat,dan Arisha hanya menganggukan kepalanya.


Alvaro membungkukkan tubuhnya sejajar dengan Arisha,tanpa aba aba dia mel*mat bibir ranum Arisha yang sudah menjadi candunya itu.


Arisha membeliak dapat serangan yang tiba tiba itu,dia mencoba berontak tapi tangannya di tahan oleh Alvaro.


"Mas,kamu iih kalau mau cium bilang dulu,jangan asal aja,aku kan kaget" Sungutnya sambil mengelap bibirnya yang basah.


Alvaro terkekeh "Ya aku mau cium kamu,boleh gak ?"


"Gak..gak,yang ada nanti malah minta lebih,cape Mas..lagian kan kita harus segera mengejar pesawat kita" Rengeknya mencoba menghindar dari terkaman Alvaro.


"Bentar aja Sayang.."


Blushhh


Panggilan Sayang yang Alvaro sebutkan membuat kedua pipi Arisha merona merah semerah tomat,jantungnya juga berdebar tak karuan,matanya mengerjap cantik,Alvaro suka itu.


Dengan gerakan cepat Alvaro meraih tubuh Arisha dan kini berada dalam pangkuannya,dengan masih sama sama memakai bathrobenya.


"Mas,turunin" Pekiknya

__ADS_1


"Gak mau,ayo kita lakuin lagi ,jam penerbangan udah aku ganti jadi malam" Ujarnya sambil meraih bibir ranum Arisha dan memanggutnya lembut.


Arisha sudah tidak bisa menjawab lagi,karena kini dia terbuai dengan panggutan yang Alvaro berikan,panggutan itu berubah jadi lu*atan ,dan belitan l*dah keduanya beradu satu sama lain.


Tangan Alvaro sudah bergelya ,dia r*ba dan dia r*mas salah satu gundukan yang dia sukai,keduanya tidak besar juga tidak kecil,tapi membuat aliran darahnya mengalir panas penuh gairah.


Pikiran Arisha sudah terkontaminasi oleh hal hal itu,kini dia menyukai itu yang Alvaro sentuh sangat membuatnya begitu terbuai,bahkan dia nikmati.


D*sahan dan er*ngan mengudara dibalik kamar Vila itu,keduanya sama sama mencari kepuasan satu sama lain.


Dan Siang itu Alvaro tak melepaskan Arisha lagi,siang itu mereka habiskan waktu berdua,tanpa memperdulikan orang lain yang sedang meratapi kejombloannya (Samsul).


Mereka bahkan sampai lupa makan siang,saking sibuknya mencari kenikmatan surga dunia itu,dan Alvaro menyesal ,menyesal kenapa tidak sejak dulu menikah kalau nyatanya seenak itu.


*


*


*


Di sepanjang perjalanan pulang mereka,Arisha cemberut merasa kesal pada Alvaro,karena siang tadi sampai sore dia sudah dibuat Alvaro tak bisa bergerak sama sekali.


Arisha mendorongnya " Aisshhhh,,jangan macam macam deh Mas" Dia pukul kecil tangan Alavaro.


Alvaro suka menggoda Arisha,dia suka cemberutnya Arisha karena baginya itu cantik.Perjalanan Jogya-Jakarta menghabiskan waktu yang tak sebentar ,lagi lagi Arisha harus merasakan jetlag ,dia masih belum terbiasa akan itu.


Dengan sabar dan sigap Alvaro membantu Arisha,memakaikan minyak angin pada tengkuk dan perut Arisha,memberikannya obat juga.Arisha merasa tersanjung kala itu,hingga sampai dia terlelap tidur dalam pelukan Alvaro.


***


Dan waktu berjalan dengan cepat,hanya tinggal satu minggu menuju ke acara resepsi keduanya,segala persiapan sudah hampir sempurna dan tentu Mom Ambar yang menyiapkannya.


Dan saat Airish menikah Alvaro tidak datang ,bukan dia tidak mau datang,hanya saja ada pekerjaan yang tak bisa dia tunda sama sekali,lagian dia pikir dia sudah memberi hadiah sebuah karangan bunga untuk mantannya itu.


Kini dia sudah tak peduli lagi pada Airish,dia sudah tutup semuanya,dia juga sudah melupakan kan lukanya,dia belajar dari sana,tidak sepenuhnya salah Airish,karena dia begitu karena kesalahannya sendiri.

__ADS_1


Kini dia akan membuka masa depannya bersama Arisha,dia sudah memiliki Arisha seutuhnya,hanya tinggal cari cara membahagiakan wanitanya itu.


Undangan sudah tersebar kepada sodara,kerabat dan relasi relasi bisnis Alvaro,banyak yang tak menyangka Alvaro.yang tiba tiba memutuskan untuk menikah,bahkan selama itu mereka tak melihat Alvaro menggandeng seorang Wanita setelah Airish.


Tak banyak relasi bisnis yang kecewa pada pilihan Alvaro,karena sebelumnya mereka pernah dijodoh jodohkan oleh Mom dan Dad nya,tapi tak membuat mereka sampai memutuskan kontrak atau berselisih akan hal itu.


Ketakutan akan Dad Ronald tak sepenuhnya terjadi,para relasi yang pernah anaknya ditolak Alvaro masih mau bekerja sama dan masih menjalin erat silahturahmi,walaupun tak sedikit juga yang agak menyindir akan pilihan Alvaro yang memilih anak dari kalangan orang biasa,tapi sekali lagi mereka tak berhak menghujat,toh itu pilihan Alvaro kan.


"Wow..wow..wow Maskot bujangan kita udah mau merried,gila wanita mana yang mampu menaklukan hati batu seorang Alvaro ,aku kasih ribuan jempol padanya" Ledek Doni.


Kini ketiga sahabat itu sedang berkumpul disalah satu Cafe,bukan diclub lagi.


"Lu gak baca kartu undangannya,disana tertera nama Arisha..gue gak nyangka pilihan lu jatuh kedia yang bodynya jauh dari Airish" David memperagakan gerakan tubuh seorang wanita yang bak gitar spanyol.


"Arisha ?siapa dia,gue butek kalau soal mengingat bro,tapi tapi nih ya..lu bener bener serius mau merried Var ?secara lu pernah bilang,lu gak akan pernah merried lu mau milih melajang seumur hidup lu,lu juga bilang lu udah punya rumah,perusahaan dan uang dan itu cukup bagi lu" Desak Doni lagi.


"Heh,dia itu sedang kemakan omongannya sendiri Man..bilangnya aja begitu,nyatanya dia butuh juga wanita" Ledek David kali inj.


"Hemmm,gue nyesel..nyesel kenapa gak dari dulu gue merried,rasanya.." Alvaro mengingat adegan panas yang dia lakukan dengan Arisha.


Doni dan David saling bertatap bingung,secara selama ini kan Alvaro tak suka bermain dengan para wanita,yang mereka tau Alvaro masih tersegel,tidak seperti keduanya yang sudah lebih dulu merasakan surga dunia.


"Lu,ñgehamilin anak orang ?atau udah nyicil dulu sebelum Sah ?ah...lu muna,lu sama aja kaya kita !!" Sergah Doni.


"Varo,lu gak macam macamin wanita itu kan ?apa karena lu gak tahan,dan sebagai gantinya lu nikahin dia gitu ?" kali ini David yang berkata.


"Otak kalian udah terkontaminasi wanita malam,jadi pada begitu nih,yang halal lebih enak bro" Selorohnya lagi.


"Tunggu..tunggu,lu kan baru mau merried minggu depan,bingung gue" Doni menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


"Gue udah halalin dia beberapa minggu yang lalu Bro,,hanya gue baru mau resepsi minggu besok,semua terjadi begitu saja,tapi gue gak nyesel menikah dengan dia,yang gue sesali kenapa gak dari dulu aja"


Dan Alavaro menceritakan apa yang terjadi kala itu sampai dia menikahi Arisha,dan sampai sekarang kalau dia sudah jatuh cinta pada Arisha,tapi mulutnya tak bisa berkata,baginya dengan perbuatan saja sudah cukup.


Dan ledekan ledekan Alvaro dapatkan dari kedua temannya yang sangklek itu,yang ngakunya belum nikah tapi sudah tidak bujang.

__ADS_1


***


...Bersambung...


__ADS_2