
Arisha kembali terlelap saat pergelutan mereka pagi tadi,Arisha benar benar sudah merelakan tubuhnya pada Alvaro,dia sudah menyempurnakan ibadahnya.
Pengalaman ini pertama bagi keduanya,hingga membuat keduanya terbuai dan sama menggila,menginginkan terus dan terus saling memberi kenikmatan,kegiatan mereka harus terhenti kala ponsel Alvaro terus berdering dan Arisha pun sudah nampak lelah melayani nafsu Alvaro.
"Astagfirllah,lupa.." Pekik Alvaro ,dia melihat jam sudah menunjukan pukul 10.00 siang ,sedang dia sudah ada janji pukul 09.00 pagi.
Sedari tadi pun Sam sudah menelepon Alvaro,dan bahkan beberapa kali juga mengetuk pintu kamarnya,tapi Alvaro menulikannya karena sedang mencari pengalaman barunya,yang mungkin akan menjadi candu baginya.
Dia segera mandi dan berganti pakaiannya,tujuan nya keJogya bukan untuk bersantai santai atau untuk berbulan madu,tapi memang dia di sana benar benar ada pekerjaan,dan karena Arisha ikut maka dia tidak bisa melewatkan itu.
Dia tersenyum di depan cermin,Ah,,kalau tidak ada janji dia ingin kembali menyergap tubuh Arisha,dan mengulang olahraga panas itu ,dia pun menghampiri Arisha yang masih terlelap dalam tidurnya masih dalam keadaan polos dibalik selimut.
Dia kecup bahu Arisha ,kening,pipi dan berakhir dibibir dia ***** sebentar,ada sedikit pergerakan dari Arisha,tapi dia kembali tertidur.
"Maaf,aku harus pergi " Ujarnya kemudian dan pergi dari Vila, menghampiri Sam.
***
"Eughhhh.." Erang Arisha saat dia terbangun dan hendak ke kamar mandi,dia merasakan sakit dipangkal pahanya.
Dia mengerdarkan pandangaannya kesekitar kamar di Vila itu,mencari keberadaan Alvaro,namun yang dicari tak ada.Dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Alvaro ,namun tak di angkat angkat.
Dia mendengus kesal "Huh,katanya tidak akan meninggalkan,tapi buktinya ditinggalkan juga setelah dia mengtidak tidak aku"
Pikirannya berkelana ,dia mengingat kalau dinovel novel setelah berhubungan dan setelah bangun pasangannya akan perhatian padanya menggendongnya sampai kamar mandi,hadeh pikiran macam apa itu .
Dia pun beranjak pergi ke kamar mandi dengan melilitkan selimut pada tubuhnya,bercak darah nampak diatas sprei,dia tersenyum mengingat kejadian pagi tadi.
Acara mandi pun berlangsung,di dalam bathup di redam tubuhnya yang masih terasa sakit apa lagi dipangkal pahanya itu,tapi dia sudah lega sudah memberikan kewajibannya sebagai seorang istri,dia percaya kalau Alvaro tak akan meninggalkannya.
Memerlukan waktu 30 menit untuk berendam dan membersihkan tubuhnya,setelahnya dia sarapan yang sudah tersaji diatas meja,sepertinya Alvaro yang menyiapkannya,dia pun melahap sarapannya dengan riang.
"Ah,,padahal lagi diJogya,pengin deh jalan jalan,tapi masa sendiri sih " Gerutunya sendiri,ah tapi dia ingat tujuan Alvaro kesana kan bukan untuk jalan jalan santai,tapi untuk bekerja.
Dia pun memutuskan jalan jalan sendiri tak jauh dari Vila,ditemani Bi Inah..tadi Alvaro yang bilang dan menhijinkannya asal sama Bi Inah.
"Membosankan.." Keluhnya,ya jalan jalannya terasa tidak menyenangkan,walau dia menghabiskan waktu itu bercakap dengan Bi Inah.
Hingga waktu makan siang tiba,dia pun pulang ke Vila,dan membantu Bi Inah memasak untuk makan siang,dia mencoba menanyakan kapan Alvaro akan pulang,namun tak ada jawaban.
Dia pun mengabaikannya karena dia tau Alvaro sedang sibuk pada pekerjaannya.Setelah makan siang,dia pun hanya menonton tv dan tidur lagi,tidak ada kegiatan yang menyenangkan disana.
***
Saat jam makan malam tiba,Alvaro masih belum nampak batang hidung,ditelepon juga tak diangkat sama sekali.
"Bete deh,apa sih yang dia kerjakan ?gak bisa apa balas pesan aku" Gerutunya lagi kesal.
Dan tepat pukul 21.00 malam Alvaro dan Sam baru datang,penampilan Alvaro sudah tak serapi pagi tadi,semuanya acak acakan dan raut wajahnya terlihat tak bersahabat.
"Mas,kamu pulang juga" Arisha sedikit berlari menghampiri Alvaro dipintu depan,namun tanggapan Alvaro begitu dingin,bahkan tak melirik Arisha sama sekali,dia terus berjalan ke arah kamarnya.
Arisha diam mematung melihat expresi Alvaro yang tak baik,membuatnya sedikit tak enak.Dia mencoba bertanya pada Sam,tapi Sam hanya memberi tepukan dibahunya Arisha,mengingatkan untuk sabar saja.
__ADS_1
Arisha pun pergi ke kamar mengikuti Alvaro,terlihat Alvaro baru membuka pakaian atasnya.
"Mau aku siapin air hangat Mas" Ujarnya sambil meraih jas dan kemeja yang Alvaro lempar.
"Gak usah" Jawaban singkat itu semakin membuat Arisha tak enak,terlihat Alvaro memasuki kamar mandi dan setelahnya terdengar suara gemericik air di dalamnya.
Arisha menunggu sampai Alvaro selesai mandi,dan beberapa menit kemudian Alvaro sudah keluar dengan hanya memakai handuk dibawah pinggangnya.
Arisha masih malu malu menatap tubuh setengah telanjangnya Alvaro "Ini bajunya Mas,sudah aku siapin"
Alvaro menghentikan tangannya saat akan mengambil baju setelah Arisha berkata demikian.Tak ada percakapan apa pun diantara mereka,tak ada sepatah kata juga yang Alvaro katakan.
Dia langsung merebahkan tubuhnya begitu saja,setelah memakai pakaianya tapi hanya bawahannya saja yang dia pakai,Arisha lupa itu sudah kebiasaan Alvaro tiap malam.
"Mas,udah makan malam ?" Arisha bertanya ,tapi tak ada sahutan dari Alvaro.
"Mas.." Arisha mengguncang tubuh Alvaro.
"Jangan ajak aku bicara malam ini" Cecarnya pada Arisha dan sedikit menyebik tangan Arisha.
Arisha diam mematung di sana,kenapa juga dengan suaminya itu ,Ah..Arisha tidak mau ambil pusing,dia anggap Alvaro memang sedang lelah.
"Ah,mungkin dia kelelahan,biarkan saja lah" Batinya berkata.
Dia pun ikut merebahkan dirinya dan juga mencoba untuk tertidur,mencoba cuek juga akan apa yang terjadi tanpa memperpanjang itu.
***
Terlihat Sam disana yang akan mengambil air minum.
"Pagi Sam.." Sapanya pada Sam
"Pagi juga Nona.." Sahut Sam membalas sapaan Arisha,lalu keduanya terdiam.
"Nona,lebih baik anda jangan bertanya apa apa dulu pada Pak Alvaro"
Pernyataan Sam membuat Arisha melirik cepat dan mempertanyakan apa yang dia maksud.Tapi Sam tak menjawabnya dan malah berlalu dari sana.
Arisha pun tak menganggap apa kata Sam,dia kembali ke kamar,terlihat Alvaro masih terlelap tidur,dengkuran halus terdengar dari sana.
"Mas,bangun yuk..kita sarapan dulu" Arisha mencoba membangunkan Alvaro karena mentari juga sudah semakin menampakan dirinya.
"Mas.." Tegurnya lagi pelan pelan.
"Apa sih !!kamu menganggu tidurku " Suara Alvaro agak meninggi membuat Arisha berjinjit kaget.
"Ini udah pagi Mas,ayo sarapan dulu" Arisha tak gencar untuk membangunkan Alvaro.
"Kamu dengar tidak,jangan mengganggu tidurku,pergi sana !!" Sentakan kembali Alvaro layangkan pada Arisha
Arisha menutup matanya sejenak,mencoba menahan emosinya untuk tak ikut marah pada Alvaro.
"Terserah deh,niat baik malah dibentak bentak,iiihh nyebelin banget sih" Gerutunya sendiri.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 pagi,Arisha sedang dibelakang sedang memberi makan ikan disana,terlihat Alvaro yang sudah rapi dan akan pergi bersama Sam.
Arisha menghampiri Alvaro "Mas,,sudah mau pergi ?tidak sarapan dulu"
"Gak.." Jawabnya tanpa minat.
"Sarapan dulu Mas,nanti sakit loh..malam juga gak makan malam kan"
"Kamu tuli,aku bilang gak ya gak !!" Lagi lagi Alvaro menyentak Arisha,dia sempat terkaget akan hal itu tapi dia jadi ikut emosi.
"Bisa gak sih gak usah teriak teriak kaya gitu ?bisakan secara baikbaik saja jawabnya,aku gak tau ya kamu sedang ada masalah apa,tapi cobalah masalah diluar jangan kamu bawa bawa kerumah" Arisha menarik nafas sebentar.
"Apa ini yang kamu niatkan,setelah menikmati tubuh aku kamu mengabaikan aku ?"
Alvaro membeliak saat Arisha berkata begitu,rasa bersalah menghinggapinya,dia meraup wajahnya kasar.
"Ya sudah sana pergi saja,menyesal udah kasih perhatian juga" Rutuknya lagi sambil berbalik dan pergi dari sana.
"Sha,tunggu " Alvaro menghalau tangan Arisha,tapi Arisha menepisnya.Dia berlari sampai ke dalam kamar.
Rasa kesal merajalela benaknya,dia benar benar kesal pada Alvaro,dan dia tau dia belum terlalu mengenal bagaimana Alvaro.
"Sha.." Alvaro memeluk Arisha dari belakang,Arisha mencoba menepisnya lagi.
"Pergilah.." Usirnya dengan nada ketus
"Maaf..maafkan aku" Ujar Alvaro masih belum melepaskan pelukannya.
Arisha berbalik kini keduanya saling berpandangan "Bukannya kita sedang saling mengenal satu sama lain Mas,aku tak tau kamu sedang ada masalah apa,tapi bisa kan kamu tidak melampiaskannya sama aku,bahkan bisakah kamu terbuka pada aku" Lirih Arisha.
"Maaf..maaf kan aku" Hanya kata itu yang lagi lagi terlontar dari bibir Alvaro,Alvaro memeluk lagi Arisha,Arisha tak menolak namun tak membalas juga.
"Kamu jadi membuat aku berpikir yang tidak tidak Mas,setelah kemarin kamu meniduri aku lalu setelahnya kamu maki maki aku,maka aku berpikir kamu hanya ingin..." Ucapan Arisha terhenti kala Alvaro meraup bibirnya ,mel*matnya bibir itu .
Ci*man itu terlepas " Jangan berpikir seperti itu,aku tak ada niat jelek itu,maaf..aku hanya sedang ada pikiran yang belum bisa aku jelaskan pada kamu ,Maaf Sha..aku sudah membentak kamu kemarin dan tadi"
Ucapnya tulus
"Jangan ulangi,kalau kamu gak mau aku berpikiran buruk lagi pada kamu" Sahut Arisha,Alvaro mengangguk.
Dan dia kembali memanggut bibir Arisha,memberi kecupan kecupan kecil disana dan gigitan lembut juga supaya Arisha segera meresponya.
Ci*man itu semakin memanas kala Arisha membalasnya,tangan Alvaro sudah bergelya meraup kedua gundukan yang sudah menjadi candu baginya,sedikit bermain disana.
Dan pertautan pun terjadi,mereka mengulang yang terjadi tempo hari,Alvaro meminta Sam mengundur waktunya untuk meninjau resort itu dan Sam mengerti.
Pagi itu di dalam kamar Vila begitu terasa panas,akan aksi aksi keduanya yang saling memberi kenikmatan satu sama lain,dan peluh keringat sama sama mereka rasakan ,er*ngan dan de*ahan pun menggema disana,memberi tahu kalau keduanya sedang gila ,gila menggapai surga dunia.
Alvaro berharap tidak akan pernah mau untuk bertemu lagi dengan DIA,seperti hari kemarin.
***
...Bersambung...
__ADS_1