
Tibalah di hari yang sangat ditunggu bagi Natta, namun Kayna? gadis itu mendadak gugup menatap pantulan dirinya di depan cermin. Kayna juga merasa bahagia dengan pernikahannya di hari ini. Namun tidak dapat dipungkiri rasa tidak percaya masih menyelimuti dirinya.
"Tenang Kay," ujar Olin mencoba menenangkan Kayna.
"Ngaco banget, tiba-tiba gugup gini Lin," keluh Kayna diangguki oleh Olin tanda mengerti.
"Paham kok aku, btw kamu cantik banget asli," puji Olin membuat Kayna menoleh ke arahnya tanpa berucap.
"Seriusan Kay," kepala Olin mengangguk kecil.
"Bukan itu Lin, tapi aku masih ngerasa kayak mimpi," ujar Kayna mendapat senyuman dari Olin.
"Paham deh, aku yang temen kamu aja berasa seperti mimpi liat kamu kayak gini, masih nggak nyangka aja kamu sama Natta bakal nikah Kay," ujar Olin dengan binar pada matanya.
"Peluk dulu," titah Kayna langsung disanggupi oleh Olin.
Tepat di saat keduanya sedang berpeluk hangat sebagai penenang. Airin datang bersama dengan mama Mita.
"Kay," ujar Airin membuat pelukan Kayna dan Olin terlepas.
"Udah siap kan sayang?" tanya mama Mita membuat Kayna terdiam sejenak. Sebelum akhirnya mengangguk pelan.
Di sebuah ruangan yang sudah disulap sedemikian indah dan megah. Kayna berjalan diiringi Olin dan juga Airin di sampingnya. Semua yang sudah berada di sana termasuk juga Natta langsung terpaku akan kedatangan Kayna. Kayna selalu cantik setiap harinya. Namun di hari ini Kayna sangatlah cantik dan lebih terlihat menawan lagi.
"Kedip Nat," bisik Arka mengejek Natta.
"Ck, pantes sih Natta ngotot banget dapetin Kayna, cantiknya nggak kaleng-kaleng," komentar Dio membuat Natta melirik Dio dengan sinis.
"Weh...santai sih, aku teman berkelas bro," lanjut Dio tahu akan pandangan mata Natta yang terlihat mengintimidasi karena ucapannya.
Buset Kay, jadi nggak sabar pengen cepet malam Batin Natta menatap Kayna yang kini sudah berada tepat di depannya.
"Bagaimana, dimulai sekarang?" tanya pak penghulu yang langsung disetujui oleh orang-orang yang berada di sana.
Akad nikah yang diadakan keluarga Natta dan Kayna memang tidaklah ramai orang. Hanya kerabat dekat juga rekan bisnis yang memang sudah dipercaya.
"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu dijawab oleh semua saksi juga yang berada di sana secara bersamaan. "Sah."
"Alhamdulillah," ujar pak penghulu seraya menghafalkan beberapa doa.
__ADS_1
"Cieee nikah," bisik Natta menggoda Kayna.
Bukannya tegang atau serius. Natta justru menampilkan sikap yang berbeda. Ia seakan lupa jika di hari ini bukan hari bahagianya saja, namun saat yang sangat sakral.
"Bisa diem nggak?" kesal Kayna melirik Natta.
Yang tadinya Kayna merasa lega karena semua berjalan dengan lancar, kini tergantikan rasa kesal karena ulah Natta.
"Kalian jangan berantem, kalau mau berantem nanti di kamar," ujar oma Natta seketika membuat keduanya menoleh ke belakang.
Bukan hanya Kayna saja yang syok. Melainkan juga Natta yang syok melihat adanya omanya di sana. Padahal Natta sudah sangat mewanti-wanti kepada kedua orang tuanya untuk tidak memberitahu omanya terlebih dahulu. Namun lihatlah, perempuan tua itu kini sudah berada di tengah-tengah dirinya dan Kayna.
"Oma?" kaget Natta membuat perempuan tua itu terkekeh.
"Anak nakal, nikah nggak kasih tahu oma? sebagai hukumannya, beri oma cicit sepuluh Natta," ujar oma seketika membuat semua yang berada di sana terdiam seketika. Sebelum akhirnya suara tawa terdengar mendengar celotehan perempuan tua yang mereka anggap sebagai lelucon.
"Mama bisa aja," ujar bunda Delia diiringi senyum.
"Oma nggak main-main ngepranknya." Arka ikut berkomentar.
"Dari dulu mama memang paling bisa bikin kita ketawa," ujar pak Rian diangguki yang lain.
"Apanya yang lucu? saya tidak main-main," ujar oma secara lantang.
Kemudian wanita tua itu menatap Natta dan beralih menatap Kayna seperti mengamati.
"Kamu lumayan juga, kalau begitu segeralah nanti malam dimulai saja prosesnya, sembilan bulan ke depan saya tidak mau tahu harus sudah menimang cicit saya," ujar oma membuat semua yang berada di sana seketika terdiam.
"Tapi oma-" ujar Natta terhenti. Karena tangan Omanya sudah mengisyaratkan agar tidak ada protes dari Natta.
"Tidak ada tapi-tapian. Kalian semua di sini saksinya, sekarang tanggal berapa Delia?" tanya oma kepada bunda Delia.
"31 juli Oma," balas bunda Delia diangguki oleh oma.
"April tahun depan, cicit saya sudah harus keluar," ujar oma setelah itu melangkah mendekati pak penghulu.
"Terimkasih, anda paling berjasa di sini," ujar Oma menjabat tangan pak penghulu yang terlihat sedikit kebingungan.
_______________
__ADS_1
Malam ini Kayna resmi sudah menjadi seorang istri dari Arnatta. Ia melirik ke arah pintu kamar mandi yang di dalamnya terdapat Natta sedang mandi. Secepat kilat Kayna mendekat untuk mengunci pintu kamar mandi dari arah luar. Namun sayangnya ide dari Kayna itu kalah cepat dengan Natta yang tiba-tiba membuka pintu kamar mandi dan membuat tubuhnya harus terjatuh di dekapan Natta.
Deg
Lagi-lagi degupan jantung Kayna berpacu dengan sangat cepat. Ia teramat gugup karena kejadian itu.
"Nggak sabar Kay?" tanya Natta membuat Kayna mendelik dengan gelengan di kepalanya.
"Terus?" tanya Natta dengan tangan sengaja menarik tubuh Kayna agar semakin menempel pada tubuhnya.
"Aku mau ke kamar mandi," jawab Kayna seketika membuat Natta terkekeh.
Bodoh, itu jawaban yang sangat bodoh dari Kayna. Kenapa tidak berterus terang saja jika ia berniat untuk mengunci Natta dari luar.
"Mandi bareng?" tanya Natta lagi terdengar seperti menggoda.
Lagi-lagi Kayna hanya menggeleng. Namun detik berikutnya ia mengangguk karena tangan Natta yang sengaja menekan kepala Kayna agar mengangguk.
"Kamu curang Natta," protes Kayna pada akhirnya.
"Gadis seperti kamu memang harus dicurangi Kay, kamu terlalu cerdik sampai buat aku tergoda, tapi btw sebentar lagi kamu bukan seorang gadis lagi," bisik Natta membuat Kayna meremang seketika.
Natta bukan hanya membisikan kata-kata untuk memancing Kayna agar terlena. Namun juga sengaja mengusap lembut pada sekitar leher jenjang milik Kayna. Hal itu yang membuat Kayna tiba-tiba merasa lain.
Dengan setatus mereka sekarang yang sudah sah sebagai suami istri. Tentu ada getaran lain yang timbul dari dalam diri mereka untuk melakukan sesuatu hal yang lebih.
"Ingat kata-kata oma tadi?" tanya Natta menatap manik mata Kayna dengan begitu lekat.
"Sebaiknya kita mulai saja dari malam ini," lanjut Natta seketika membuat Kayna memejamkan matanya.
"Katakan Natta kamu mencintai aku," titah Kayna langsung disanggupi oleh Natta.
"Aku mencintai kamu Kayna, sangat mencintai kamu," balas Natta dengan senyum tipis.
Detik berikutnya, Natta dibuat terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari Kayna. Gadis itu sudah mengecup bibir Natta dengan begitu lembut dan begitu memabukan. Namun tidak begitu lama, karena setelahnya Kayna melepaskan dan kembali menatap dalam manik mata Natta.
"Anak sepuluh, dimulai dari sekarang," ujar Kayna membuat Natta tersenyum dan langsung mengangkat tubuh Kayna untuk dibawa ke atas ranjang mereka.
END
__ADS_1
______
Gaes jangan lupa baca ceritaku My Teacher Aslan. Yang ini aku tamatin, karena emang ceritanya beda sama yang aku buat di laptop, berhubung tuh laptop rusak jadi di bab 10 aja alurnya udah beda. mon maap ya kalau dicerita yang ini feelnya kurang dapat banget 🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️