Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Curhat Berujung Debat


__ADS_3

Setelah pujian yang Natta berikan pada Kayna. Seluruh wajahnya terasa sangat panas, dapat Natta lihat bagian pipi Kayna yang mulai merona. Kayna bulshing sendiri mendapat perlakuan dari Natta.


Diawal segala tindakan Natta selalu membuat Kayna kesal dan dibuat seperti merasa sial, namun kali ini tindakan Natta diawal bisa mematahkan ucapan Kayna yang selalu menyebutkam Natta pembawa sial, seperti saat-saat diawal mereka bertemu.


"Apa sih?" selanya seraya mencoba kembali berdiri dengan normal.


"Ikut aku Kay!" tidak ingin menunggu Kayna menjawab atau tidak menyetujui ajakannya. Natta menarik tangan Kayna untuk segera pergi bersamanya.


Setelah kepergian keduanya. Seseorang tiba-tiba muncul dari balik dinding tidak jauh dari tempat mereka tadi. Airin melihat apa yang Natta lakukan kepada Kayna. Termasuk ketika tangan Natta sigap menangkap tubuh Kayna yang akan terjatuh karena ulahnya..


Puncaknya ialah ketika Natta menarik Kayna untuk pergi. Di situ Airin benar-benar ingin marah dan juga cemburu. Merasa tidak pantas jika Kayna yang mendapatkan itu semua dari Natta. Meski sudah sering Natta tolak secara langsung, nyatanya sampai saat ini Airin masih buta akan perasaannya terhadap Natta. Tega mengorbankan perasaan Arka demi untuk mendapatkan Natta.


"Ternyata dia Nat? dia yang udah bikin kamu semakin jauh dari aku?" ujar Airin melihat kepergian Natta dan juga Kayna.


Dan di sinilah Kayna dan juga Natta berada. Di taman sekolah dekat kolam ikan kecil bagian pojok. Keduanya duduk dibawah pohon pendek namun cukup rindang. Meski tadi Kayna sempat protes nyatanya tenaga Natta jauh lebih besar hanya untuk menyeret Kayna sampai di tempat tujuan mereka saat ini.


"Kenapa?" tanya Natta setelah duduk di sebelah Kayna.


Kepala Kayna menggeleng. Matanya mengamati gerakan ikan yang berada di kolam kecil di depannya. Ingatannya tertuju dimana tadi malam ia menemukan pesan misterius dari nomor yang tidak dikenali.

__ADS_1


"Aku dari kecil hidup sama mama aja sejak nenek meninggal," ujar Kayna membuat Natta menoleh ke arahnya.


Dari kata-katanya Kayna seperti akan bercerita dengan Natta tentang kehidupannya. Natta mulai menatap Kayna dengan serius.


"Kamu tahu Nat? sosok papa belum pernah aku rasakan, jangankan untuk merasakan melihat saja tidak pernah," lanjut Kayna dengan sudut bibir sedikit tertarik ke atas.


Natta paham arah obrolan Kayna kemana. Mungkin saja Kayna sudah mulai terbuka dengannya. Awalnya juga Natta ingin bertanya tentang keberadaan ayah Kayna, semenjak ia menumpang di sana Natta belum pernah bertemu dengan sosok laki-laki dewasa sebagai pasangan mama Mita atau ayah Kayna.


Satu tangan Natta terangkat, ia menggenggam tangan Kayna yang berada di sebelahnya. Sontak saja apa yang Natta lakukan kembali membuat Kayna terkejut.


"Jangan pegang-pega-"


"Sssttttt," satu jemari Natta ia gerakan pada bibir gadis itu.


"Kay, aku siap kok jadi sosok yang mengganti papa kamu," ujar Natta seketika membuat Kayna terdiam.


Jantungnya kembali berdetak dengan tidak normal. Apa yang Natta katakan sangat ingin Kayna tegaskan untuk menolak.


Mata Kayna mulai menajam menatap Natta yang masih menatapnya dengan lekat. Kayna ingin marah dan merasa tidak pantas jika Natta menggantikan sosok ayahnya. Apa benar Natta dan mama Mita mempunyai suatu hubungan? apa nomor yang tadi malam tidak Kayna ketahui itu juga salah satu nomor Natta? nomor khusus untuk dirinya dan mama Mita.

__ADS_1


"Aku janji bakal jagain kamu Kay, panda cantiku," ujar Natta mengacak rambut Kayna dengan lembut.


Dug


"Auw! kenapa malah mukul sih?" protes Natta merasakan sakit yang sebenarnya tidak seberapa. Hanya saja dilebih-lebihkan oleh Natta. Biasa Natta memang banyak tingkah untuk membuat Kayna memeprhatikannya.


"Itu buat kamu yang udah bikin aku tegang tadi," ujar Kayna membuat Natta terkikik.


"Ngapain ketawa?" sinis Kayna melirik ke arah Natta.


"Memangnya punya kamu bisa tegang Kay?" tanya Natta menaik turunkan alisnya.


Tidak mengerti apa yang Natta maksudkan Kayna tampak menautkan kedua alisnya berpikir. Baru setelah ia sadar akan pikiran nakal Natta Kayna kembali memberi sebuah pukulan yang cukup keras pada Natta.


Dug


"Kay!" protes Natta kali ini benar-benar merasa kebas karena pukulan yang diberi Kayna.


"Apa? makanya nggak usah ngeres kalau masih mau aman," ancam Kayna beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Yakin ngancam Kay?" teriak Natta membuat Kayna mengacungkan jari tengahnya tanpa menoleh dan meneruskan jalannya.


"S**l," umpat Natta dengan keberanian Kayna.


__ADS_2