
Sudah sekitar seminggu berlalu Kayna bekerja dengan Natta. Selama itu pulang Natta dengan segala tingkah juga tindakannya terus mencari cara untuk menjahili Kayna atau sekadar menggoda saja.
Bu Mita sudah tidak lagi bekerja dengan pak Rian. Bukan tanpa sebab, namun beliau tidaklah cukup percaya diri jika satu kantor bersama dengan anak semata wayangnya. Beliau memilih resign dari pekerjaan, begitu juga dengan pak Rian yang tidak keberatan meski sesungguhnya masih sangat membutuhkan tenaga beliau.
Kayna baru saja tiba di kelas. Ia duduk di bangkunya seraya menunggu kedatangan Olin. Biasanya di jam segitu Olin sudah lebih dulu datang, namun sepertinya gadis itu pagi ini akan sedikit terlambat dan tidak seperti biasanya.
"Lama banget si Olin, biasanya paling semangat dengerin cerita si Natta di kantor," gumam Kayna melirik ke arah pintu kelas.
Ting
Pesan masuk di ponselnya membuat Kayna bergegas untuk mengambilnya di dalam saku. Benar saja itu pesan dari Olin yang sedang ditunggu-tunggu, namun isi pesan tersebut membuat Kayna merasa janggal dan juga aneh.
Olin
__ADS_1
Kay, ke belakang sekolah sekarang
"Ngapain?" gumam Kayna bingung, namun ia tetap melakukan apa yang Olin perintahkan. Kayna beranjak dari duduknya dan langsung keluar dari kelas.
Dengan rasa bingung dan juga penasaran yang tinggi. Langkah Kayna mulai mendekat ke arah belakang sekolah. Namun sepi tidak adanya orang di sana. Lagian jika pagi sangat jarang siswa/i berada di tempat tersebut. Kecuali siswa nakal yang sengaja untuk menikmati seputung rok*k agar tidak terlihat oleh guru.
"Ngaco si Olin!" dumel Kayna berniat untuk pergi.
Belum sempat melangkah untuk pergi dari tempat tersebut. Mata Kayna sudah dibuat terbelalak saat dirasa ada seseorang yang menarik pergelangan tangannya. Ia diseret paksa untuk menuju ke pojokan belakang sekolah.
suara Kayna tidak dapat didengar lagi. Gadis itu sudah tidak sadarkan diri karena ada yang sengaja membiusnya.
"Nah, ini kan hp aku ketinggalan. Hampir aja!" keluh Olin mengambil ponselnya yang tadi ia rasa seperti tertinggal di toilet sekolah.
__ADS_1
Olin baru saja masuk sekolah. Karena perutnya tiba-tiba terasa mules, tanpa menaruh tasnya terlebih dahulu kedalam kelas ia langsung menuju ke toilet. Dan bodohnya tas yang dibawa olehnya tidak ia bawa masuk ke dalam, sengaja ia taruh di dekat wastafel agar mempermudahnya, namun hal itu sengaja digunakan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan.
Melihat kesempatan emas di depan mata jelas tidak disia-siakan oleh seseorang tersebut.
Berbeda dengan Natta yang akhirnya harus memutar balik mobil miliknya. Ini untuk yang pertama kalinya Natta menggunakan mobil untuk ke sekolah. Sebelumnya dia membawa motor besar yang jika dikehidupannya yang sekarang harganya tidak seberapa.
"Om Givan sama tante Mita mau kemana?" gumam Natta tanpa sengaja melihat adanya mama Mita yang berada didalam mobil pak Givan.
Niat Natta untuk langsung pergi ke sekolah terurungkan. Ia sendiri cukup penasaran dengan hubungan atau dibalik rahasia yang mungkin saja sengaja mama Mita sembunyikan dari Kayna.
"Aku harus cari tahu," ujarnya melajukan mobilnya semakin kencang.
Terus mengikuti mobil rekan bisnis ayahnya. Natta tidak lagi berniat untuk pergi ke sekolah. Ia harus mendapatkan setidaknya informasi tentang pak Givan juga mama Mita. Sampai dimana mobil pak Givan berhenti di sebuah rumah makan klasik dengan tema barat jaman dulu. Natta juga berhenti di tempat tersebut dengan tetap menjaga jarak agar tidak kentara.
__ADS_1
Mama Mita turun dari mobil sebelum pak Givan berhasil membukanya. Itu jelas membuat Natta semakin yakin jika keduanya dekat bukan karena persoalan pekerjaan. Melainkan ada sesuatu yang memang harus dicari tahu.