
Setelah meminjam ponsel milik mama Mita, Natta bergegas untuk segera pamit dari rumah itu. Pertolongan mama Mita tadi pagi sudah lebih dari cukup menurutnya.
"Terimakasih tante," tangannya menyerahkan ponsel yang baru saja dipinjam olehnya.
"Sama-sama. Ini bekal untuk kamu ya nak," tidak hanya Kayna saja yang diberikan bekal oleh mama Mita.
Natta juga mendapat bekal yang sama speertu Kayna dari beliau. Mama Mita tahu anak di depannya ini sedang mengalami kesusahan karena sebuah masalah yang sedang dihadapi. Namun masalah apa, beliau tidak ingin bertanya atau pura-pura tidak tahu saja. Dilihat dari manapun seorang Natta yang kini masih berada di depannya ini bukanlah gelandangan seperti yang tadi pagi dilihat.
"Serius buat aku tan?" tampak raut tidak percaya diberikan dari Natta untuk beberapa detik. Sebelum akhirnya senyum itu terbit bersamaan dengan tangan yang mengambil kotak bekal pemberian wanita di depannya.
__ADS_1
"Makasih banyak tan, tante udah banyak banget nolongin aku, aku terima ya?"
Mama Mita tersenyum bersamaan dengan anggukan di kepalanya. "Sama-sama. Maaf tante harus segera berangkat kerja. Ini hari pertama tante kerja, bukan tante mau ngusir kamu Natta, tapi-"
"Aku paham kok tan, sekali lagi terimakasih. Natta juga pamit ya tante," setelah pamit Natta langsung mencium tangan mama Mita dan keluar dari rumah itu.
Seperti orang yang benar-benar sedang kesusahan. Natta kembali berjalan kaki untuk bisa sampai ke depan jalanan besar untuk mencari kendaraan. Tadi ia sudah menelpon salah satu sahabatnya untuk meminjam uang.
"Yakin mau sekolah di sana?" tanya Arka melirik wajah tampan di sebelahnya.
__ADS_1
"Nggak percaya? Kendaraan aja numpang sama kamu apa lagi buat bayar sekolah," balas Natta seketika membuat tawa Arka terdengar.
"Bagus sih unggulan juga. Tapi masih kalah jauh sama sekolah kamu dulu Nat," jelas Arka masih tidak habis pikir dengan apa yang terjadi dengan Natta.
"Dio tahu?" tanya Arka mendapat gelengan kepala dari Natta.
"Aku kerja sama dia," balas Natta seketika membuat tawa Arka semakin terdengar.
"Gila. Kamu emang udah nggak waras Nat, lagian apa susahnya sih nurut sama pak Adit? kamu tinggal pergi ke kantor setelah pulang sekolah. Pak Adit cuma nyuruh kamu buat belajar. Bisa apa enggaknya juga pasti beliau maklumi Nat," jelas Arka panjang lebar. Namun malah membuat kepala Natta terasa pusing.
__ADS_1
"Udah jalan gih. Aku lagi nikmati masa mudaku tanpa perintah," titah Natta membuat mobil Arka melaju menuju tempat yang di tuju.
Arka adalah salah satu sahabat Natta dari SD. Mereka tidak satu sekolah ketika SMA karena Arka harus melanjutkan pendidikannya di sekolah milik orang tuanya. Sekolah unggulan di kota tersebut meski bukan sekolah terbaik. Dan kini Natta berniat untuk melanjutkan pendidikan di sekolah milik keluarga sahabatnya. Tujuannya jelas agar semakin susah orang suruhan ayahnya mencarinya. Meski tidak seyakin itu nyatanya tadi malam Natta benar-benar dibiarkan tidur di depan ruko kecil dengan keadaan kedinginan. Itu cukup membuktikan jika mungkin saja Ayahnya tidak lagi menyuruh orang untuk mengikuti Natta atau malah justru membiarkan anak itu sengsara terlebih dahulu.