Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Rencana Natta


__ADS_3

Tidak peduli orang-orang di sekitarnya. Kayna berjalan cepat untuk menemui seseorang. Setelah mencari keberadaannya di kelas tidak dapat ditemukan olehnya. Gadis itu melangkah semakin jauh lagi.


Deg


Langkah Kayna terhenti melihat pemandangan di depan sana. Masih cukup jauh jaraknya, namun atmosfernya sudah terasa sampai di tempatnya kini berdiri.


Natta dengan segala pesona yang dimilikinya baru saja turun dari motor besar miliknya. Motor yang sudah sering membawa Kayna pergi kemana-mana. Memberi kenangan Kayna dan juga pemiliknya.


Bukan hanya Kayna saja yang berdiri mematung di tempatnya. Namun juga beberapa siswi yang kebetulan melihat kedatangannya. Mereka semua sengaja tidak beranjak hanya untuk melihat Natta lebih lama lagi.


"Ck, buang-buang waktu," keluh Kayna berlalu pergi.


Jika Kayna akan menemui Natta sekarang memang bukan di waktu yang tepat. Pasalnya akan banyak siswa/i yang melihat.


"Kenapa balik ke kelas lagi?" heran Olin tidak dijawab oleh Kayna.


Gadis itu sedang mencoba menormalkan kembali napasnya.


"Natta nggak ma-" ucapan Olin terhenti tatkala melihat kedatangan Natta dengan diikuti beberapa siswi di belakangnya. Tidak begitu dekat memang, namun Olin dapat mengerti jika siswi-siswi tersebut sengaja mengikuti Natta.


"Suk," lanjut Olin dengan mulut setengah terbuka. Tatapan matanya mengikuti langkah Natta berpijak. "Kay, Natta kenapa jadi ganteng banget gini?" lirih Olin membuat Kayna menatap Olin kesal.


"Kapan kamu bilang Natta nggak ganteng?" ujar Kayna masih dengan rasa kesal.


"Tapi yang ini beda. Natta kaya ada aura-aura yang keluar, ah....gemes banget deh kalau bukan gebetan kamu," puji Olin semakin membuat Kayna mencebik kesal.


"Apa lebihnya coba dari Natta kalau bukan pembohong besar," decak Kayna tidak tetap tidak setuju dengan apa yang dikatakan Olin barusan.


"Kay, minggir gih!" usir Syifa baru saja datang.


"Mau aku aja yang duduk sama Natta!" lanjutnya lagi membuat Kayna seketika beranjak dari duduknya.


Mau tidak mau Kayna memang harus kembali ke tempat duduknya semula.

__ADS_1


"Kay, amanin ya itu hati," goda Olin ditanggapi acuh oleh Kayna.


Kembali ke tempat duduknya. Natta seakan bersikap biasa saja. Ia sendir cukup canggung untuk menyapa Kayna apa lagi menggodanya seperti biasanya. Setelah Kayna tahu siapa dirinya, Natta jadi segan untuk memperlakukan Kayna seperti biasanya.


"Aku mau ngomong," ujar Kayna pada akhirnya.


Mendengar suara Kayna yang seperti mengajaknya mengobrol membuat Natta seketika menoleh. Namun ada yang beda dengan Natta saat ini, terbukti dari jantung Kayna yang tiba-tiba terpompa dengan sangat cepat setelah saling beradu pandang dengan Natta.


Benar kata Olin tadi. Natta terlihat beda dari biasanya. Ketampanan Natta seakan bertamba kali lipat setelah Kayna mengetahui siapa cowok di depannya ini. Natta bukanlah sembarang remaja pada umumnya. Dia tuan muda besar yang sedang berperan sebagai remaja biasa memiliki kelebihan ketampanan saja.


Jika semua siswi di sekolah tahu siapa Natta sebenarnya. Sudah dipastikan mereka semua akan semakin tergila-gila.


"Kay," panggil Natta tidak mendapat respon dari Kayna.


"Kayna," seru Natta masih tetap sama.


Melihat wajah bengong Kayna saat ini membuat Natta tidak bisa menahan diri untun tidak gemas. Meski canggung namun sisa-sisa kejahilan pada dirinya untuk Kayna masih tetap ada.


Menyunggingkan senyumnya tipis. Kayna merasa sedikit malu ketahuan Natta sedang melamun. Apa lagi objek dari mata Kayna ialah Natta sendiri. Sudah pasti tanpa Kayna beralasan pun Natta tahu jawabannya sendiri. Kayna sedang melamunkan dirinya.


"Mau ngomong apa?" tanya Natta lagi-lagi membuat Kayna hampir saja kembali melamun dan berpikir tentang Natta di waktu itu juga. Suara Natta tiba-tiba berubah menjadi sangat lembut sekali.


"Kay, mau ngomong kan?" tanya Natta dijawab Kayna dengan anggukan kepalanya.


"Apa?" Natta semakin gencar menatap manik mata indah milik Kayna.


Apa lagi melihat wajah cantik Kayna yang sedang bengong. Cantik dan lucunya bertambah kali lipat bagi Natta.


"Kamu ganteng," ujar Kayna reflek mendelik setelah mengucapkannya.


Seakan baru saja tersadar dari komanya. Kayna langsung menutup mulutnya yang sudah lancang mengatakannya. Mengatakan sesuatu yang nantinya akan menjadi bumerang untuknya. Kayna seharusnya protes dan marah dengan Natta. Namun lihatlah kini, apa yang dilakukan atau dikatakan oleh Kayna justru sebaliknya.


Sudut bibir Natta seketika tertarik ke atas. Ia semakin percaya diri dan menyingkirkan rasa canggung yang sedari tadi terus meliputi dirinya. Rasa ingin kembali menggoda juga mendapatkan Kayna kembali muncul.

__ADS_1


"Setelah istirahat ikut aku ya?" bisik Natta karena bel masuk sudah berbunyi.


Seperti yang sudah Natta katakan tadi. Setelah bel istirahat, Natta tanpa sepatah kata langsung menarik tangan Kayna untuk mengikutinya. Gadis itu menurut saja. Ia tidak lagi mencoba berontak atau bertanya kemana Natta akan membawanya.


Kayna tidak lagi bertanya-tanya setelah tahu siapa Natta sekarang. Meski ia melihat dengan jelas bagaimana pak satpam memberikan jalan untuk motor Natta keluar dari gerbang sekolah. Sudah pasti karena koneksi yang dimiliki Natta tidak jauh berbeda dengan Arka sebagai anak pemilik sekolah.


"Mau kemana sih?" tanya Kayna setengah berteriak.


"Nanti kamu juga tahu sendiri," balas Natta dengan senyum tipis di bibirnya.


"Pegangan Kay," titahnya dengan ekor mata melirik ke arah spion motornya.


Natta dapat melihat dengan jelas wajah jutek Kayna yang tetap tidak mengurangi kecantikan yang dimiliki oleh gadis itu. Bahkan sikap keras kepala Kayna justru yang disukai oleh Natta. Meski pernah hampir saja membuatnya menyerah kala itu, namun ternyata takdir masih mempunyai rasa iba untuknya. Hubungan keduanya kini semakin membaik. Dan Natta juga tidak menyangkal apa yang menimpa mama Mita ada kaitannya dengan hubungan dirinya dan Kayna yang semakin membaik saat ini.


Jika waktu itu keduanya tidak pulang dari puncak ketika liburan, mungkin saja ceritanya tidak akan seindah sekarang.


"Nggak salah?" tanya Kayna setelah keduanya berhenti tepat di depan gerbang sekolah elit.


"Enggak Kay, aku emang sengaja ngajak kamu ke sini," balas Natta seraya turun dari motornya.


Tidak lama setelahnya Dio keluar dari gerbang sekolah itu seorang diri. Merasa tidak paham Kayna menatap Natta yang juga sedang menatapnya, namun pandangan mata Natta terlihat sangat serius.


"Kay," sapa Dio menyunggingkan senyum tipisnya.


"Ini maksudnya apa?" bingung Kayna menatap Natta dan Dio secara bergantian.


"Biar aku jelasin," ujar Dio mendapat gelengan kepala dari Natta.


"Nggak perlu Di, biar aku aja," tolak Natta menatap Kayna dengan dalam.


"Mulai nanti kamu nggak bekerja sama Dio lagi Kay," ujar Natta menatap dalam manik mata Kayna.


"Dan sekarang aku kasih waktu kamu Di buat ngomong sama Kayna. Karena setelahnya Kayna akan sangat sibuk kerja denganku," ujar Natta menatap Dio penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2