Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Perasaan Aneh


__ADS_3

Pukul 9 malam Kayna masih berdiri di depan kafe untuk pulang. Sementara Olin sudah pulang beberapa menit yang lalu. Kebetulan kakanya sudah menjemputnya dan harus segera pulang karena ayahnya sedang sakit. Biasanya Olin akan pergi setelah ojek yang Kayna pesan tiba. Namun malam ini berbeda. Kayna berdiri seorang diri di depan kafe.


"Kay, sendiri?" tanya salah satu pegawai yang juga ingin pulang.


Kepala Kayna mengangguk. "Iya, Olin udah duluan tadi," balas Kayna diangguki oleh pegawai tersebut.


"Bareng aku aja Kay," tawarnya membuat Kayna terdiam.


Ingin mengiyakan, namun Kayna sudah lebih dulu memesan ojek.


"Makasih, aku udah pesen ojek kok tadi," balas Kayna diangguki oleh pegawai tersebut.


Mau tidak mau akhirnya pegawai tersebut pamit untuk pulang terlebih dahulu. Sementara Kayna masih di tempatnya menunggu ojek pesanannya.


Beberapa menit sudah berlalu, namun ojek pesanan Kayna belum juga tiba, Kayna kini mulai gelisah. Ia terus melihat aplikasi yang tadi ia gunakan untuk memesan, detik berikutnya ojek yang tadi sudah berada di perjalanan mengatakan jika tidak bisa datang karena ada masalah mendesak. Dari situ Kayna mulai sedikit panik. Masalahnya sudah mulai larut, kafe juga sudah tutup beberapa menit yang lalu. Kebetulan Dio juga pulang awal sebelum kafe tadi tutup.


"Gimana ini?" panik Kayna mencoba memesan ojek online lagi.


Brummn


Brumm


Brummm


Natta dengan motor besarnya datang tepat waktu. Entah ini suatu kebetulan atau memang sebenarnya Natta sudah memantau sedari tadi.

__ADS_1


"Naik gih," titahnya tidak mendapat jawaban dari Kayna.


"Ck, sok jual mahal banget," cibir Natta membuat Kayna mendelik tajam.


"Naik Kay, nggak usah kepala batu ini udah semakin malam mama kamu pasti khawatir," jelas Natta membuat keangkuhan Kayna akhirnya melunak.


Namun tetap, tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Kayna seakan gengsi untuk menyetujui tawaran dari Natta.


"Oke, aku duluan kala gitu."


"Natta," panggil Kayna dengan terpaksa.


"Iya, aku mau. Ini karena terpaksa ya? karena aku nggak mau bikin mama khawatir," ujar Kayna seraya naik ke atas motor.


"Pegangan!" titahnya.


"Nggak usah ngebut sih," balas Kayna sedikit memegangi hoodie yang Natta kenakan.


"Nanggung Kay, buruan pegangan," tanpa menunggu jawaban dari Kayna, Natta justru dengan sengaja menarik tangan Kayna agar melingkar pada pinggangnya.


Tidak menolak juga tidak mengiyakan. Kayna menyukai sutuasi seperti ini, tetapi ia malu untuk berterus terang menyetujui apa yang Natta minta.


Sampai di depan rumah. Terlihat mama Mita yang sudah menunggu di depan rumah. Buru-buru beliau menghampiri kedua remaja yang baru saja pulang.


"Kalian-pacaran dulu?" tanya mama Mita tanpa basa-basi.

__ADS_1


Sontak saja Kayna melotot dengan gelengan di kepalanya. Sementara Natta tersenyum menyukai pertanyaan mama Mita barusan.


"Niatnya sih mau ngedate dulu tante, tapi udah malam banget," balas Natta semakin membuat Kayna mendelik.


"Apa sih Natta? Enggak ma enggak! kita nggak pacaran, tadi Kay terpaksa aja ikut Natta pulang. Ojek pesanan Kay tiba-tiba ada urusan mendadak," jelas Kayan diangguki oleh mama Mita.


"Ya udah sih nggak usah ngotot gitu Kay, lagian mama juga nggak percaya kalau kalian percaya, Natta mana mau sama cewek galak kayak kamu," ujar mama Mita semakin membuat Natta menahan senyumnya.


"Tapi aslinya Kayna baik kok, sedikit keras kepala aja emang," ujar Natta diangguki setuju oleh mama Mita.


"Dah lah terserah mama sama kamu aja Nat, aku capek mau istirahat," seloroh Kayna masuk.


"Ayo Nat masuk!" ajak mama Mita membuat Natta terdiam.


"Kenapa?" tanya mama Mita melihat Natta yang tidak seperti biasanya.


"Aku malam ini tidur di rumah temen aja tante, maaf udah ngrepotin."


Deg


Samar-samar mendengar ucapan Natta membuat langkah kaki Kayna terhenti tiba-tiba. Ia ingin sekali berbalik dan bertanya kenapa nggak tidur di sini saja? Tetapi rasanya sangat berat hanya untuk bertanya hal demikian.


Barulah setelah suara motor Natta perlahan mulai menjauh. Rasa sesak di dada Kayna semakin terasa, ada sesuatu yang tiba-tiba hilang.


"Kay, masih di sini?" tanya mama Mita membuat Kayna nyengir dengan perasaan yang tiba-tiba seperti tersentil karena sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2