Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Pelaku Tragedi Belakang Sekolah


__ADS_3

Sampai di sekolah. Kayna sudah ditunggu oleh Olin yang memang sengaja berdiam di parkiran sekolah. Kedatangan Natta dengan mobil mewahnya jelas menyita perhatian banyak siswa/i, terlebih ada Kayna yang ikut juga bersama dengannya.


"Kay!" panggil Olin semangat, saking semangatnya Olin sengaja membukakan pintu mobil untuk Kayna.


"Udah baikkan kan?" tanya Olin lagi mendapat anggukan kepala dari Kayna.


"ayo ke kelas!" ajak Kayna diangguki oleh Olin.


Sebelum benar-benar pergi. Olin melirik ke arah Natta seperti meminta persetujuan untuk membawa Kayna.


"Jaga dia Lin," ujar Natta diacungi jempol oleh Olin.


"Siap bos Natta," balas Olin terkekeh.


Kayna dan Olin menuju ke kelas. Merasa risih juga terus menjadi pusat perhatian di sekolah. Kayna sangat tidak nyaman.


"Kamu itu lagi jadi bahan gosip tahu Kay, sampai anak-anak di kafe juga," beritahu Olin membuat Kayna menatap Olin tidak percaya. "Oh ya?"


"Nanti aku ceritain semuanya," tangan Olin menarik Kayna untuk segera masuk ke kelas.


Sementara Natta tidak langsung masuk ke kelas. Dia sengaja pergi ke ruang guru seperti permintaannya kemarin. Memeriksa rekaman CCTV agar dapat mengetahui siapa yang sudah berniat jahat dengan Kayna.

__ADS_1


Sampai di ruang guru. Natta meminta untuk ditunjukkan rekaman CCTV, para guru juga sudah mengetahui jika Natta memang sudah meminta ijin langsung kepada ayahnya Arka. Meski kepala sekolah yang bertanggung jawab, namun orang tua Arka juga ikut andil dalam hal ini. Kasus yang menimpa Kayna tidak boleh sampai terulang lagi.


Terlihat dua orang siswa yang juga memakai seragam sama di sekolah tersebut. Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat tangan Kayna yang ditarik lalu dibekap secara paksa dengan sesuatu yang mungkin saja sudah dikasih obat bius. Karena setelahnya Kayna tidak lagi terlihat berontak.


Tangan Natta mengepal. Ia tidak terima melihat Kayna disentuh oleh cowok lain terlebih dengan cara yang kasar seperti didalam rekaman CCTV tersebut, sudah tahu siapa pelakunya, Natta segera pergi dari ruangan yang sebenarnya sangat privasi dan hanya boleh dimasuki oleh petugas sekolah juga para guru.


"Natta," panggil Arka melihat Natta baru saja keluar dari ruang guru.


"Ikut aku Ar," balas Natta membuat Arka mengikutinya.


"Kamu sudah liat rekaman CCTV nya?" tanya Arka diangguki oleh Natta.


Memang sebelumnya Arka juga sangat yakin jika pelakunya pasti tidak jauh dari tempat kejadian.


Brak


Natta menendang salah satu meja paling depan di kelas yang ia kunjungi sekarang. Kelas Arka dan juga Airin. Sontak saja hal itu membuat Arka menyipitkan matanya tidak percaya.


Jadi kejadian yang menimpa Kayna di belakang sekolah ialah ulah dari teman sekelasnya? namun siapa pelakunya.


"Arka, Natta." Airin yang baru saja berangkat terkejut melihat adanya Natta di kelasnya.

__ADS_1


"Irin," balas Arka menatap ke arah Airin.


"Dimana Oki dan Paul?" tanya Natta membuat beberapa siswa/i yang berada di kelas tersebut saling tatap bingung.


"Nat, maksud kamu mereka yang-?"


"Iya Ar, aku harus segera menyelesaikan ini," ujar Natta membuat Arka menggeleng tidak percaya.


Mereka salah satu teman yang cukup dekat dengan Arka ketika di kelas.


"Ada apa ini?" kedua siswa yang sedang dicari oleh Natta tiba-tiba datang.


Keduanya masih santai seperti tidak tahu jika tindakan keduanya sudah membuat salah satu siswa menahan dendam yang membara.


Bugh


Tanpa menunggu lama lagi, Natta langsung melayangkan pukulannya setelah menghampiri Oki, tidak puas melihat Paul yang terlihat baik-baik saja. Natta kembali melayangkan sebuah pukulan, kali ini Natta layangkan untuk Paul.


"Kalian, ikut aku! bawa Ar!" titah Natta membuat Arka meminta beberapa teman sekelasnya yang lain untuk menyeret Paul dan Oki keluar dan mengikutinya.


Tujuan Natta saat ini ialah ke ruang guru. Oki dan Paul akan disidang dalam kasus ini.

__ADS_1


__ADS_2