Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Terkejut Dengan Kedatangan Natta


__ADS_3

Bukan hanya suasana di rumah sakit saja yang Kayna rasakan sunyi. Namun hatinya pun merasa demikian. Natta sama sekali tidak memberi kabar untuknya. Dan Kayna sendiri tidak cukup yakin untuk menghubunginya terlebih dahulu.


"Kay, makan dulu," menghampiri Kayna. Olin membawakan makanan untuk mereka.


"Kamu dulu aja Lin, aku nggak laper," balas Kayna membuat Olin menghela napas dalam.


"Tentang dia, jangan dipikirin dulu Kay," tangan Olin memegang pundak Kayna untuk menguatkan.


"Kalau bisa udah dari tadi Lin,," terdengar helaan napas dari Kayna yang cukup dalam


Dari sini Olin bisa melihat bagaimana tidak semangatnya Kayna setelah kepergian Natta. Entah karena baru menyadari perasaannya atau karena sebelumnya sudah menghabiskan waktu berharga bersama dengan Natta.


"Kemarin pagi, aku bisa melihat pagi yang begitu indah karena dia," teringat dengan kejadian kemarin pagi ketika masih di vila Natta mengajaknya pergi ke perkebunan teh yang cukup tinggi. Keduanya menikmati sinar matahari dengan hawa yang masih sejuk. Embun pun masih terlihat di sekitarnya.


"Kay, lakukan apa yang menurut kamu benar, jangan turti ego kamu, tapi hati kamu Kay," beritahu Olin. "Aku sarapan dulu ya? ditinggal ke sekolah nggak papa kan?" tanya Olin dijawab Kayna dengan kekehan.

__ADS_1


"Nggak boleh, kamu harus bolos bareng aku," balas Kayna membuat Olin mendelik.


"Bolos kerja sih oke aja Kay, tapi sekolah, aku udah bayar mahal," kekeh Olin diangguko oleh Kayna.


Sementara Olin sedang sarapan di depan ruang inap mama Mita. Kayna masih setia menjaga mamanya yang sedang istirahat. Tidak lama setelah itu. Dio datang berkunjung sudah lengkap dengan seragam sekolahnya.


"Kak bos," sapa Olin dijawab Dio dengan senyum tampannya.


"Aku masuk dulu," balas Dio diangguki oleh Olin.


Melihat kedatangan Dio membuat Kayna langsung beranjak dari duduknya. Ia sendiri terkejut melihat kedatangan Dio yang tiba-tiba.


"Kak Dio," sapa Kayna dijawab Dio dengan senyum tampannya.


"Bagaimana keadaan mama kamu Kay?" maaf ya kemarin sore aku belum sempat ke sini. Kafe sangat ramai," jelas Dio membuat Kayna tampak merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Aku yang seharusnya minta maaf. Gara-gara aku liburan kaka sama teman-teman kaka jadi gagal." Kayna merasa semakin bersalah. Karena setelah kepulangannya semua yang ikut liburan pun akhirnya pulang.


"Tidak Kay, itu tidak benar. Bagaimana bisa kita menikmati liburan sementara salah satu sahabat kita saja sudah ikut pulang bersama kamu! Natta memang selalu ceroboh," ujar Dio membuat Kayna terkekeh.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Dio. Selain melakukan sesuatu sesuka hati sendiri. Natta itu ceroboh tidak memikirkan ke depannya bagaimana jika ia melakukan sesuatu hal. Seperti mengambil ciuman pertama Kayna contohnya. Tanpa disadari karena tindakannya itu Kayna jadi menyimpan rasa lebih dengan Natta. Tidak bisa menata apa lagi menjaga hatinya untuk tidak jatuh hati dengan Natta.


Mendengar percakapan yang terjadi di antara Dio dan Kayna. Ada perasaan senang dalam diri mama Mita. Beliau sudah terbangun setelah kedatangan Dio ke ruangannya tadi.


Berhenti mengunyah makanannya. Olin seketika terdiam di tempatnya melihat pemandangan di lorong rumah sakit dengan jarak yang masih cukup jauh.


Di depannya. Natta datang bersama dengan dua wanita dan juga laki-laki yang berpakaian rapih dan pastinya jika orang melihatnya pun jelas tahu kedua orang tersebut bukanlah orang sembarangan.


Masih teringat jelas bagaimana laki-laki tersebut berbicara dengan bos di kafenya waktu itu. Yang membuat Olin tahu rahasia besar salah satu teman kerjanya.


"Omo... Natta kenapa bisa sama orang tuanya ke sini? apa ini?" kaget Olin semakin susah menelan makanannya.

__ADS_1


__ADS_2