
Arka datang seorang diri menghampiri Natta yang sedang dihukum bersama dengan Kayna. Tepat di depan Natta kini Arka berdiri dengan tawa yang terkesan mengejek.
"Kesalahan apa yang buat tuan muda Arnatta sampai bisa dihukum?" ejek Arka tidak mendapat respon dari Natta.
Bersikap cuek seolah kesal dengan kedatangan tiba-tiba Arka. Natta sengaja tetap berdiri dan menatap lurus ke depan. Kedatangan Arka sangat mengganggu waktu Natta berdua dengan Kayna.
"Asli Nat, kamu yang sejak dulu jiwa disiplinnya tinggi seketika berubah sejak-"
Ucapan Arka seketika terhenti menyadari adanya Kayna yang juga berada di sana. Namun karena bagi Arka Kayna itu gadis biasa yang tidak ada hubungan apapun dengan Natta, juga Arka yang mengenal Kayna sebagai gadis yang ditaksir oleh salah satu sahabatnya jelas membuat Arka kembali tertawa. Tidak akan menjadi masalah jika ia mengatakannya di depan Kayna tentang siapa Natta sebenarnya, setidaknya lelucon yang akan dia buat untuk Natta tidak akan ada imbas apa-apa nantinya untuk Natta sendiri.
"Bentar-bentar aku harus mengabadikan moment ini untuk om," lanjut Arka mengambil ponsel di sakunya.
__ADS_1
"Ka, nggak berguna banget jadi ketua OSIS!" cibir Natta malas.
"Berisik! ini langka Natta!" balas Arka mulai mengambil foto Natta bersama dengan Kayna.
"Kak tolong jangan! kalau mau foto Natta aja!" cegah Kayna menutupi bagian wajahnya.
"Santai-santai, btw diliat-liat kalian cocok juga ya?" goda Arka semakin membuat Natta kesal.
Yang tadinya hanya malas menanggapi Arka kini berubah jadi kesal. Bukan karena candaan atau godaan dari Arka barusan, tetapi karena menurut Natta tidak akan lucu kalau Arka sampai benar-benar mengambil fotonya sedang bersama dengan Kayna dengan niatan akan dikirimkan kepada ayahnya. Meski hanya sebuah candaan tetapi Natta sampai terbawa suasana jika menyangkut keluarga juga Kayna.
"Oke-oke, santai sih Nat, aku cuma pengen buat Dio kepanasan," ujar Arka semakin membuat Natta bertambah kesal.
__ADS_1
"Berhenti aku bilang!" seru Natta menatap tajam Arka.
Diam, Arka terdiam menatap Natta dengan tatapan yang susah untuk diartikan. Baru setelahnya kembali tertawa seraya melempar botol minuman yang sengaja dia bawa untuk Natta.
"Aku ke kelas dulu," pamit Arka tanpa merasa bersalah setelah memainkan emosi Natta.
Setelah kepergian Arka. Barulah Kayna yang sedari tadi diam melirik ke arah Natta yang masih mencoba menstabilkan emosinya.
"Sabar, percuma aja emosi orangnya juga udah pergi," beritahu Kayna diangguki oleh Natta pelan.
Tidak tahu saja Kayna jika yang Natta khawatirkan ialah Kayna sendiri. Natta tidak ingin gara-gara kejahilan Arka hubungannya dengan Kayna kembali tidak baik-baik saja. Setelah apa yang dilakukannya dengan Kayna. Ini untuk yang pertama kalinya bagi Natta mengungkapkan perasaannya, juga pertama kalinya bagi Natta menyukai seorang gadis. Jadi pantas saja jika apa yang Natta ungkapkan kepada Kayna terkesan memaksa juga tidak ada romantisnya.
__ADS_1
Hidup dikeluarga Aditama jelas menuntut Natta untuk selalu bersikap disiplin selama ini. Bahkan jati diri Natta yang sebenarnya sempat terkubur karena tuntutan dari orang tuanya. Diusia yang masih sangat muda Natta sudah sering memimpin rapat di kantor Ayahnya. Hal itu jelas membuat Natta merasa seperti direnggut kebebasannya. Baru ketika ia memutuskan untuk keluar dari rumah, hidup sesuai apa yang Natta inginkan, ia bisa menjalani kehidupan normal tanpa bertemu dengan orang-orang penting atau memiliki kedudukan penting lagi.
Natta bisa menikmati kebebasan yang sejak dulu sangat ingin dia inginkan.