Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Kabar Bahagia


__ADS_3

Malam ini Natta sengaja berkunjung ke rumah Arka. Ia ingin meminta bantuan kepada kedua orang tua Arka agar bisa melihat CCTV di sekitar sekolah. Orang yang sudah berniat jahat pada Kayna akan Natta balas.


"Masuk, papa di rumah juga," ujar Arka setelah membuka pintu untuk Natta.


Masuk ke dalam rumah Arka. Natta dikejutkan dengan adanya Airin di sana. Namun ia tidak begitu mempedulikan adanya Airin.Tujuannya saat ini ialah meminta ijin kepada orang tua Arka agar ia diperbolehkan untuk melihat rekaman CCTV sekolah.


Baginya, apa yang dialami oleh Kayna itu sudah sangat fatal. Meski Natta mencoba bersikap santai, namun dalam hatinya tetap saja harus melakukan tindakan yang serius untuk seseorang yang sudah berniat jahat dengan Kayna.


"Sorry Nat, aku nggak tahu kalau ada tragedi dengan Kayna," ujar Arka diangguki oleh Natta.


"Ka." Airin beranjak menghampiri Arka dan juga Natta yang sedang berjalan menuju ruangan ayah Arka.


"Nat, Kayna baik-baik aja kan?" tanya Airin membuat Natta mengangguk pelan.


"Dia baik-baik aja," balas Natta kembali diangguki oleh Airin dengan lega.


Namun ada yang mengganjal dari hari Airin saat ini. Mengingat apa yang dikatakan oleh Sasa ketika di sekolah. Dari mata Sasa sangat terlihat jika gadis itu sudah merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Meyakinkan dirinya akan baik-baik saja. Airin berusaha untuk tidak khawatir, karena jika rekaman CCTV itu terlihat, pelaku sebenarnya akan terungkap.


"Terimakasih om," balas Natta setelah mendapat ijin dari ayahnya Arka.


Ia keluar dari ruangan dengan perasaan yang lega. Besok pagi Natta akan meminta bantuan pihak sekolah agar dapat melihat rekaman CCTV tersebut.


"Gimana? aman kan?" tanya Arka diangguki oleh Natta.


"Thank Ar, aku pamit dulu," pamit Natta buru-buru untuk pergi.


"Lah...nggak duduk dulu Nat?" teriak Arka mendapat gelengan dari Natta.


"Ck, bilang aja mau modus ngurusin Kayna biar bisa deket," gumam Arka menggelengkan kepalanya.


Tanpa diduga apa yang Arka katakan barusan sedikit membuat hati Airin sakit. Namun tidak banyak yang Airin lakukan saat ini. Arka berada didekatnya.


Kembali ke rumah sakit. Natta berniat untuk menjenguk Kayna. Dokter juga sudah memperbolehkan Kayna untuk langsung pulang sebenarnya. Hanya saja Natta yang ngotot meminta Kayna agar tetap dirawat sampai benar-benar pulih.

__ADS_1


Padahal gadis itu sama sekali tidak mengalami luka yang parah, hanya ada sedikit goresan pada tangannya, luka itu didapatkannya ketika ia ditarik paksa menuju ke kebun atau belakang sekolah.


Setelah memarkirkan mobilnya. Natta tidak langsung keluar, lagu-lagi ia melihat mama Mita sedang bersama dengan pak Givan, rasa penasaran Natta semakin tinggi, terlebih ketika pak Givan memeluk mama Mita untuk waktu yang singkat.


"Aku yakin, Kayna itu sebenarnya-"


Drrttt


Drtt


Drrttt


Ponsel Natta tiba-tiba bergetar. Dengan segera ia mengangkat sambungan telepon dari sopir pribadi Omanya.


Setelah menutup sambungan telepon yang cukup lama, sudut bibir Natta seketika tertarik ke atas. Setelah sekian lama berada di rumahnya, besok pagi Omanya akan kembali ke bandung.


"Perfect," gumamnya tersenyum simpul.

__ADS_1


Setelah memastikan mobil milik pak Givan benar-benar sudah pergi. Natta keluar dan turun dari mobilnya. Ia akan menemui Kayna dan segera membawanya pulang. Kayna memang sudah pulih, namun Natta saja yang tetap bersikekeh agar Kayna tetap dirawat untuk beberapa hari ke depan. Namun kali ini pikiran Natta berubah setelah mendapat kabar bahagia dari Omanya yang akan segera kembali ke bandung.


"Kay, tunggu aku datang," ujar Natta tersenyum simpul.


__ADS_2