
Masuk ke kelasnya. Kayna sengaja menyuruh Olin untuk menutup pintu kelas dan menguncinya. Ia menatap Airin yang terlihat sedang mengambil ponsel di sakunya.
"Kamu tidak papa Airin?" tanya Kayna membuat Airin terdiam menatap Kayna. Detik berikutnya Kayna menyesali pertanyaan yang seharusnya dia sendiri sudah tahu jawabnnya.
"Duduk di sini dulu," lanjut Kayna diangguki oleh Airin.
Sementara Olin sedang mengintip dari jendela kelas. Di depan kelasnya tampak beberapa siswi yang mulai mendekati pintu dan mungkin saja berniat kembali untuk berdemo.
"Gawat," gumam Olin turun dari bangku tempat ia berdiri tadi.
"Airin, aku percaya bukan kamu yang menyuruh mereka," ujar Kayna membuat Airin menatap Kayna dengan diam.
Dengan senyum tipisnya, Airin kembali meneteskan air matanya. Ia merasa begitu bersalah dengan Kayna selama ini.
"Kayna, maafin aku karena pernah menyukai Natta," ujar Airin diangguki oleh Kayna dengan senyum.
Perasaan Airin itu tidak salah. Namun keinginan Airin untuk memiliki Natta disaat ia sudah bersama dengan Arka itu yang menurut Kayna salah.
__ADS_1
Sementara Olin diam membeku mendengar pengakuan Airin baru saja. Ia tidak percaya jika Airin yang polos ternyata juga memiliki hati licik. Pantas saja ketika di kafe Airin terlihat sengaja ingin mejatuhkan Kayna. Dan Olin kini baru tahu penyebabnya.
Brak
Pintu kelas akhirnya dibuka. Namun bukan segerombolan siswi yang tadi Olin lihat ingin kembali berdemo. Melainkan Natta dan juga Arka yang datang dan menghampiri mereka.
"Arka," lirih Airin beranjak dari duduknya.
Melihat kedatangan Arka membuatnya merasa senang. Airin percaya jika Arka masih peduli dengannya, juga mau memaafkan apa kesalahannya.
"Arka, kamu datang untuk aku?" tanya Airin dengan mata berbinar bahagia.
"Kita putus," ujar Arka sontak membuat jantung Airin terpompa dengan sangat cepat.
Bruk
Airin terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia benar-benar terkejut dengan apa yang Arka katakan padanya. Perasaan Airin untuk Arka kini benar-benar nyata. Perasaannya terhadap Natta hilang tergantikan dengan nama Arka yang kini singgah di hatinya.
__ADS_1
"Airin." Kayna dan Olin reflek membantu Airin yang sudah tergeletak di lantai kelas.
Malam ini Kayna dan Natta baru saja tiba di rumah. Keduanya tadi pulang terlambat karena menemani Airin yang dibawa ke apotek terlebih dahulu.
"Natta, kapan aku boleh pulang ke rumah?" tanya Kayna melirik ke arah Natta yang duduk di sebelahnya.
Keduanya sudah berada di depan rumah besar keluarga Natta. Namun belum berniat untuk turun. Kayna masih berusaha untuk bernegoisasi dengan Natta agar diperbolehkan pulang. Tinggal di rumah Natta terlalu lama membuat Kayna tidak enak hati.
"Kalau kamu udah sembuh Kay," balas Natta membuat Kayna melotot.
Ia mendesah kesal dengan jawaban tidak masuk akal Natta. "Aku sakit apa? nggak bisa jalan sampai harus dirawat di rumah kamu?" decak Kayna sebal.
"Nurut sih Kay, daripada nanti aku-"
"Apa? aku apa?" tantang Kayna sudah tersulut emosi.
"Dari pada aku bikin kamu nggak bisa jalan beneran," balas Natta malah semakin membuat Kayna bertambah kesal.
__ADS_1
"Jadi kamu ada niat jahat sama aku? kebaikan kamu selama ini cuma buat nutupin niat jahat kamu?" Kayna menggeleng tidak percaya.
"Niat aku itu cuma satu, ibadah bareng sama kamu Kay," ujar Natta membuat Kayna terdiam seketika.