
Tidak lagi canggung atau sengaja menutupi hubungan mereka. Tangan Natta menarik tangan Kayna untuk dia genggam, lorong kelas sudah sangat ramai anak-anak dan hal itu membuat banyak siswa/i saling menatap mereka heran. Heran karena keduanya terlihat semakin lengket saja setelah kejadian yang menimpa Kayna.
"Kayna beruntung banget sih."
"Iya, tahu gitu aku juga mau jadi si Kayna meskipun hampir dilecehin."
"Ih amit-amit, kalau aku sih ogah! mauna tetap jadi diri aku tapi Natta tetap menyukai aku."
Beberapa komentar dari siswi yang melihat kedekatan mereka dan menginginkan diposisi Kayna saat ini.
Sementara Kayna sendiri malah merasa risih dengan perlakuan Natta padanya. Apa yang dilakukan Natta sangat mengundang perhatian siswa/i yang lain.
"Nat, lepas deh!" ekor mata Kayna melirik ke arah Natta yang sama sekali tidak merespon protes darinya.
"Natta-"
Seketika itu juga mata Kayna terbelalak mendapati perlakuan Natta yang tiba-tiba. Bahkan beberapa siswi terlihat menganga saat melihat Natta yang dengan sengaja menarik tubuh Kayna, lalu menggendongnya untuk dibawa ke dalam kelas.
Diam, Kayna seakan tidak mampu untuk berkata apa lagi memperotes tindakan Natta tersebut. Ia terlalu terkejut dan syok dengan perlakuan Natta untuknya.
Natta benar-benar memperlakukan Kayna layaknya tuan putri.
"Natta turunin aku," lirih Kayna tanpa berpaling dari wajah Natta yang terlihat begitu dekat dengannya.
__ADS_1
Kesadaran Kayna perlahan mulai muncul. Ia mencoba memejamkan matanya berharap jika yang sedang terjadi sekarang ini hanyalah di mimpinya. Sebuah mimpi yang kian terasa nyata.
Namun Kayna bingung saat ia merasa tubuhnya kini mulai turun ke bawah secara perlahan. Dan benar saja, Kayna sudah berada di bangkunya atas bantuan Natta tadi.
"Ini nyata," gumam Kayna menatap Natta.
Ditatap oleh Kayna membuat Natta tersenyum ke arahnya. Tangan Natta mengelus puncuk kepala Kayna dengan lembut. "Tunggu sini ya? aku ada urusan sebentar," ujar Natta berbalik.
Di depan pintu kelas. Sudah banyak siswi yang sengaja melihat apa yang akan dilakukan oleh Natta. Terbukti dar mereka yang langsung menjauh ketika Natta berbalik badan dan berniat untuk keluar.
"Anj*r, beruntung banget sih Kayna."
"Fix, Natta cowok tertampan dan teromantis."
"Kayna!" panggil Olin heboh.
Gadis itu entah datang darimana. Tadi sepertinya Kayna tidak melihat adanya Olin di kelas. Namun kini sudah muncul secara tiba-tiba. Atau mungkin saja Kayna yang tidak memperhatikan sekitar karena tindakan Natta yang menurut Kayna lebay.
"Sumpah! Natta keren banget! kamu tuh treated like a queen Kay sama dia," heboh Olin senyum-senyum tidak jelas.
"Keren apanya? lebay iya, aku baik-baik aja. Kaki aku juga normal ngapain digendong kayak tadi," balas Kayna menatap ke alin arah.
Tanpa Olin ketahui, sudut bibir Kayna sedikit tertarik ke atas, meski Kayna menyangkal apa yang Olin katakan, namun sebenarnya Kayna sendiri merasa bahagia, walau tetap saja menurut Kayna apa yang Natta lakukan sangatlah lebay.
__ADS_1
"Heh, jusrtu itu, sisi romantis Natta sangat terlihat, kamu baik-baik aja dimanja gitu apa lagi kamu sakit Kay"? kedua alis Olin naik turun secara bergantian.
"Kamu nyumpahin aku sakit Lin?" galak Kayna mendapat gelengan kepala dari Olin.
"Enggak lah, bukan itu Kay tapi-"
Byurrrr
Seketika itu juga Olin ternganga melihat seragam Kayna yang sudah basah kuyup. Tidak terkecuali semua yang berada di kelas kini menatap Kayna yang seperti dibanting langsung oleh tindakan bar-bar seorang gadis.
Jika apa yang dilakukan oleh Natta baru saja membuat Kayna mendapat banyak pujian. Lain halnya dengan gadis yang sudah menyiram Kayna sekarang ini. Ia seperti memberi Kayna sebuah mimpi buruk setelah Kayna mendapat mimpi indah.
Kayna masih menunduk di bangkunya. Perlahan ia mendongak menatap gadis yang masih berdiri di depannya dengan tatapab tajam ke arahnya.
"Mau kamu apa?" tanya Kayna berdiri dari bangkunya.
"Aku mau kamu jauhin Natta!" balas gadis itu tidak kalah nyalang menatap Kayna.
"Oh ya? kamu suka sama dia?" Kayna tersenyum smrik. "Lihat," ujar Kayna memperlihatkan jari manisnya yang sudah melingkar sebuah cincin sebagai tanda jika ia dan Natta sudah bertunangan.
"Kalau nggak mau malu, jangan lakuin hal konyol kayak gini. Karena yang seharusnya ngomong jangan deketika Natta itu aku." Kayna menunjuk ke arahnya sendiri. "Bukan kamu," lanjutnya menunjuk tepat di depan wajah gadis itu.
Semua yang berada di sana lagi-lagi dibuat terkejut dengan pengakuan Kayna juga keberanian Kayna. Pantas saja jika tadi Natta terlihat sangat bucin dengan Kayna. Rupanya mereka memang sudah berencana ke jenjang yang lebih serius lagi.
__ADS_1