Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Katakan Nikah


__ADS_3

Mencoba untuk melepaskan diri dari Natta. Sekuat tenaga Kayna mencoba untuk menggigit lengan Natta yang tepat berada di depannya. Bukannya kesakitan meski gigitan yang Kayna berikan sangat kuat, Natta justru masih tersenyum seperti tadi. Matanya pun masih tertutup belum terbuka sama sekali.


"Kenapa nggak di leher aja Kay?" goda Natta semakin membuat Kayna meronta.


Ia ingin segera terlepas dari Natta. Tindakan Natta bisa saja menjatuhkannya sekarang, terlebih kalau sampai ada yang melihat apa yang dilakukan oleh keduanya saat ini.


"Natta," tekan Kayna tetap tidak membuat Natta melepaskannya.


"Dingin Kay," balas Natta membuka matanya secara perlahan.


Deg


Seketika jantung Kayna terpompa dengan sangat cepat setelah melihat wajah tampan Natta dengan jelas. Apa lagi tatapan mata Natta sekarang terlihat tidak seperti biasanya.


"Kayna," lirih Natta menatap dalam manik mata Kayna.


Seluruh wajah Kayna tidak luput dari pandangan mata Natta, berakhir di bibir yang terus Natta tatap dengan cukup lama saat ini.

__ADS_1


Merasa dirinya akan kembali diserang oleh Natta seperti kemarin. Kayna jadi salah tingkah sendiri. Ia menggerakan tubuhnya yang masih berada di atas Natta agar bisa terlepas.


"Nat, lepas! aku ke sini disuruh bangunin kamu sana tante Delia," ujar Kayna malah membuat Natta merem melek tidak jelas.


Bibir Natta pun sedikit membentuk senyum, sangat aneh menurut Kayna.


"Natta!" kesal Kayna kembali berontak.


"Kay, jangan gerak-gerak! kamu berhasil bangunin aku sama punya aku juga," balas Natta kembali membuka matanya.


Kayna terkejut, ia menatap Natta dengan diam. Cukup lama keduanya saling melempar pandang, sampai akhirnya Kayna sudah tidak ingat lagi kenapa bisa Natta sudah berhasil mencium bibirnya.


Dirasa cukup puas dengan permainan bibirnya, Natta melepaskan, ia kembali menatap wajah Kayna yang tersuguhkan sangat jelas di depannya.


"Apapun yang terjadi, kamu akan jadi milikku Kayna," ujar Natta menatap lekat wajah Kayna.


Setelah sarapan bersama dengan keluarga Natta. Kayna kini akan kembali berangkat sekolah bersama dengan Natta.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Kayna terus terdiam merasa aneh jika diingat apa yang sudah terjadi dengan hidupnya. Ia melirik ke arah Natta yang sedang fokus dengan setir mobilnya.


"Apa yang terjadi sama aku seperti mimpi," ujar Kayna membuat Natta menoleh.


Sebelum menjawab, Natta mengangguk diiringi senyum tipis. "Aku udah cari tahu siapa pelakunya Kay, jangan takut lagi," balas Natta membuat Kayna menahan senyum.


Bukan tentang kejadian yang menimpanya yang dimaksud oleh Kayna. Melainkan semua tentang kedatangan Natta dalam hidupnya, juga dengan perlakuan Natta sendiri beserta kedua orang tuanya. Kayna masih tidak yakin kalau itu benar terjadi dan nyata.


"Kenapa? kamu nggak percaya?" Natta melirik Kayna yang masih menahan tawa.


"Bukan tentang itu Nat, tapi tentang kehadiran kamu dihidup aku," ujar Kayna seketika membuat Natta reflek menghentikan mobilnya.


"Kenapa berhenti?" heran Kayna sedikit protes.


"Nikah aja mau nggak Kay?" tanya Natta seketika membuat Kayna melotot. "Apa?"


"Nikah, kita nikah biar kamu nggak ngerasa lagi mimpi, tapi enaknya itu nyata," jelas Natta seketika membuat Kayna melihat ke arah lain dengan perasaan kesal.

__ADS_1


"Ngaco!" kesal Kayna membuat Natta terkekeh.


"Aku buktikan Kay," ujar Natta menatap Kayna sekilas. Namun sorot mata Natta tersirat akan sesuatu. Setelahnya ia kembali melajukan mobilnya.


__ADS_2