Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Selalu Ada Kejadian


__ADS_3

Melihat kendaraan roda dua di depannya membuat Natta mencebik. Masih dengan sisa rasa kesal akibat di ruangan Dio tadi. Kaki Natta dengan sengaja menendang motor di depannya sampai membuat motor tersebut terjatuh.


Kayna yang datang membawa bingkisan makanan tersebut seketika melotot. Ia sangat kesal dengan sikap Natta yang terlampau menyebalkan menurutnya.


"Kamu apa-apaan sih Nat? kayak bocah tahu nggak!" dumel Kayna menyerahkan bingkisan makanan tersebut kepada Natta.


Sementara ia langsung membenarkan motor yang sudah tergeletak karena tendangan Natta tadi.


"Kalau nggak niat kerja, nggak usah. Bisanya nyusahin aku aja," masih dengan perasaan dongkol Kayna terus ngedumel.


Ia sangat yakin jika sebenarnya Natta juga mendengar celotehan dirinya itu. Hanya saja laki-laki itu terlalu santai dengan sifat menyebalkannya.


"Nih." Kayna menyerahkan kunci motor tersebut. Namun tidak kunjung Natta terima. Laki-laki itu menatap kunci motor yang masih berada di tangan Kayna dengan diam.

__ADS_1


"Apa lagi? kamu mau beneran dipecat sama kak bos? mentang-mentang temennya jadi seenaknya," sindir Kayna membuat Natta menggeleng.


"Masalahnya aku nggak pernah pakai motor kayak gini Kay," ujar Natta terus terang.


"Jangan bilang kamu juga nggak bisa bawa motor setelah tadi takut sama cicak?" selidik Kayna yang diangguki oleh Natta.


Sontak saja Kayna langsung terkejut mengetahui kenyataan yang ada. Jika dilihat Natta itu memang seperti laki-laki pintar yang jika bawa motor kecil saja sudah pasti bisa. Tetapi lihatlah sekarang.


"Bhahahaha.... Serius kamu nggak bisa bawa motor?" tanya Kayna tidak yakin.


"Sok bawa motor besar. Kecil gini aja nggak bisa apa lagi moge? ngarang aja kamu. Buruan naik."


Selama diperjalanan Natta terus memikirkan gimana caranya agar dia tidak bertemu dengan bundanya atau siapa saja yang mengenalinya. Natta tidak ingin ditertawakan oleh Ayahnya karena pergi dengan jarak yang cukup dekat dari lingkungan keluarganya. Tetapi tekat Natta semakin kuat setiap kali mengingat tadi malam. dimana dia dibiarkan tidur di depan ruko tanpa dicari oleh orang suruhan Ayahnya seperti yang sudah-sudah.

__ADS_1


Sssssttttttttt


Kayna sebagai pengemudi motor tiba-tiba mengerem mendadak karena kucing lucu lewat di depannya. Natta yang juga tidak siap dengan posisi reflek mencondongkan tubuhnya ke depan. Namun bukan hal itu yang membuat Kayna terkejut dan menjadi seperti mayat hidup tiba-tiba. Tangan Natta kini tepat pada bagian samping dadanya. Ujung jemari Natta tanpa sengaja memegang dada bagian paling pinggir milik Kayna.


"Natta!" teriak Kayna langsung turun dari motor.


Begitu juga dengan Natta yang ikut turun dari motor.


"Apa Kay?" balas Natta dengan wajah datarnya. Seperti tidak terjadi apa-apa. Padahal dalam hati Natta merasakan debaran juga degup jantung yang tidak beraturan. Dan itu karena kejadian yang baru saja dialami.


Natta sendiri sangat merasakan sesuatu yang lebih empuk dari daging itu mengenai beberapa jemarinya tepat dibagian ujung. Dan itu sensainya sangatlah luar biasa.


"Oke, selesaikan ini, setelah itu kita bicara," ujar Kayna mencoba meredam emosinya.

__ADS_1


Tadinya ia ingin marah dengan Natta detik itu juga. Tetapi makanan yang mereka bawa belum sampai ke tempat tujuan. Kayna harus memastikan makanan itu sampai kepada pemesannya. Setelah itu dia benar-benar akan menghajar Natta entah dengan cara apapun itu.


"Nggak mau tahu kamu yang bawa


__ADS_2