
Tidak pernah terbayangkan oleh kedua remaja yang pagi ini masih tertidur pulas di ruangan yang sama. Karena terlalu malam dan entah kenapa kejadian itu bisa sampai terjadi. Natta tidur di kamar Kayna dengan satu ranjang dan berbagi satu selimut.
Tidak ada yang terjadi di antara mereka. Namun kini pemandangan tersebut cukup membuat mama Mita syok sampai beliau terdiam kaku di tempatnya.
"Kayna-Natta!" panggil beliau tidak membuat keduanya bergerak.
Masih sama-sama tenang dalam tidurnya. Seakan suara mama Mita barusan sama sekali tidak terdengar.
Tidak ingin terus melihat pemandangan yang membuat hati beliau bergejolak. Segera mama Mita mundur secara perlahan untuk menuju ke dapur. Setelahnya beliau kembali dengan panci peserta tutupnya di tangannya.
Teng
Teng
Teng
__ADS_1
Sengaja mama Mita memukul panci dengan keras untuk membuat keduanya terbangun. Dan hasilnya sangat memuaskan. Mama Mita berhasil membuat Kayna juga Natta seketika terbangun dari tidurnya.
Kini giliran keduanya yang terkejut melihat adanya mama Mita di depan sana. Dengan tatapan mata yang tidak bisa untuk Kayna dan Natta tebak. Namun dari sorot mata mama Mita tersirat aka kemarahan.
"Mama tunggu di meja makan," setelah mengatakan itu mama Mita langsung pergi meninggalkan Kayna dan juga Natta.
Baru setelah mama Mita pergi. Keduanya sadar jika tadi malam mereka telah berbagi satu tempat tidur dan bahkan selimut.
"Aaaaaa....!" teriak Kayna mendorong Natta untuk segera turun dari ranjangnya.
"Kenapa kamu bisa di sini sih?" omel Kayna.
"Ck, kamu nggak ingat tadi malam pas kita pulang hujan?" Natta menatap Kayna yang tampak sedang berpikir.
Mengingat kejadian tadi malam. Dimana ketika Natta ingin mengantar Kayna untuk kembali pulang terjebak hujan di tengan jalan. Namun karena keduanya tidak ingin sampai berlarut lebih malam lagi. Baik Natta atau pun Kayna tetap memutuskan untuk menerjang hujan sampai rumah.
__ADS_1
"Kenapa nggak tidur di kamar kamu sendiri Natta?" Kayna masih mencoba untuk protes. Namun lagi-lagi Natta menjawabnya dengan sangat enteng.
"Masih aja nggak ingat, kamu sendiri yang nyuruh aku tidur di kamar ini karena kunci kamarku ada sama tane Mita," jelas Natta kali ini berhasil membuat Kayna memejamkan matanya dengan helaan napas yang cukup dalam.
"Oke, kenapa kamu nggak nolak?" final Kayna yang seharusnya tidak usah menanyakan hal semacam itu.
Kayna tahu itu pertanyaan yang sangat bodoh, namun entah kenapa mulutnya sangat kurang ajar sekali berucap yang tidak semestinya. Seperti tidak dikendalikan olehnya.
"Jangan bikin kamu malu dengan jawabanku Kayna," ujar Natta mensejajarkan posisinya dengan wajah Kayna. Setelah itu ia keluar dari kamar Kayna dengan cengiran di bibirnya.
Setengah dari kejadian ini. Natta berharap jika mama Mita akan menikahkan keduanya. Namun buru-buru kepalanya menggeleng dengan pikiran konyolnya.
"Ck, kamu pasti sudah gila Natta," gumamnya.
Namun detik berikutnya wajah Natta menjadi pias. Di depannya sudah ada mama Mita yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Natta dapat merasakan itu. Karena kini tatapan beliau menyiratkan akan kekecewaan. Dan Natta sangat menyesali hal itu. Wanita yang sudah menolong dan sangat baik dengannya harus ia kecewakan. Meski tidak terjadi apa-apa di antara Kayna dan dirinya. Namun Natta paham bagaimana perasaan mama Mita sekarang melihat anak gadisnya tidur satu ranjang bersama laki-laki, itu jelas sesuatu yang sangat tidak ingin terjadi.
"Tante, kita harus bicara."