
Langkah Natta cukup pelan ketika berjalan dari parkiran sekolah menuju ke kelasnya. Setengah perjalanan terlihat Sasa yang berjalan cepat untuk menghampirinya. Gadis itu membawa kotak yang jika dilihat seperti bekal makanan.
"Natta!" panggilnya keras.
Terhenti dari lengkahnya. Natta menoleh dan mendapati Sasa yang tersenyum seraya berjalan ke arahnya.
"Buat kamu," ujarnya setelah berdiri tepat di depan Natta berdiri sekarang.
"Dari siapa?" tanya Natta dengan bodohnya.
Jelas bingung mendapatkan kotak bekal dari seseorang yang tidak begitu ia kenali. Hanya sekilas mengerti saja.
"Dari aku Nat, kata Airin kamu kerja di kafe kan? ini bisa buat bekal sampai nanti kamu berangkat kerja." Sasa memperlihatkan kotak bekal yang tidak hanya dua di dalamnya. Tetapi ada 3 kotak bekal sekaligus yang akan gadis itu berikan untuk Natta.
"Udah terima aja, jangan bengong ya nanti gantengnya hilang, bye Natta," lanjut Sasa dengan senyum semanis mungkin.
Kepala Natta mengangguk kecil. Apa salahnya memang hanya menerima kotak bekal dari seseorang yang berbuat baik dengannya. Hampir satu minggu ini memang Natta tidak lagi mendapat bekal dari mama Mita.
Ngomong-ngomong tentang itu membuat pikirannya kembali merasa kalut lagi. Natta sendiri belum pamitan secara resmi baik dengan Kayna atau pun mama Mita. Nanti akan dia lakukan di waktu yang tepat.
Deg
__ADS_1
Baru satu langkah ia masuk ke kelas. Tatapan Natta dan juga Kayna saling menyapa, sama-sama diam namun sepertinya hati mereka memiliki rasa yang sama, bimbang ingin tegur sapa namun tertahan.
Duduk di bangkunya. Natta yang biasanya akan cerewet atau mengusili Kayna kini tidak dia lakukan. Itu membuat Kayna merasa aneh, terlebih mereka masih duduk terpisah karena keegoisan Kayna kemarin.
Ting
Pesan dari Olin yang duduk di sebelah Natta masuk ke ponsel Kayna.
Olinarrrr
Kay, Natta diem-diem bae
Eh bawa kotak bekel banyak banget dong
Setelah membaca pesan yang Olin kirimkan. Ekor mata Kayna tampak melirik ke arah Natta. Memang terlihat tidak seperti biasanya. Natta seperti menyembunyikan sesuatu darinya.
Dengan tekad yang entah datang dari mana. Kayna beranjak dari duduknya. Ia meminta Olin untuk kembali bertukar bangku dengannya. Seperti semula dan biasanya.
"Mantab, ini baru Kayna yang Olin kenal," bisik Olin menyemangati Kayna.
"Bawa bekal Nat?" tanya Kayna setelah duduk kembali di samping Natta.
__ADS_1
"Hemm," balas Natta tanpa menatap ke arah Kayna.
Kepala Kayna mengangguk. Ia merasa seperti diabaikan oleh Natta tanpa tahu dimana letak kesalahannya. Bukannya Kayna bersikap baik kepada Natta? Tidak ada lagi pukulan atau apa saja pada tubuh laki-laki itu.
"Oh... Itu ibu kamu yang bikin atau dari siapa?" Kayna semakin ingin tahu. Juga mencoba supaya Natta mau berbicara dengannya.
Ting
Belum sempat menjawab pertanyaan dari Kayna. Terdapat pesan masuk di ponsel Natta. Karena posisi ponsel yang memang sedang dibawa oleh Natta untuk bermain game, otomatis Kayna langsung dapat melihat notif pesan yang masuk tersebut.
+222222223233
Dimakan ya Nat bekalnya
Sasa
"Oh dari Sasa?" ujar Kayna merasa tidak mood lagi untuk memperbaiki hubungannya dengan Natta.
Merasa sia-sia dan entah kenapa ada persaan tidak suka ketika tahu siapa yang membawakan bekal untuk Natta, Kayna memilih untuk kembali bertukar bangku dengan Olin. Namun belum sempat ia beranjak. Natta sudah lebih dulu mencekal tangannya. Sontak saja membuat Kayna terkejut dan keduanya sama-sama saling melempar pandang.
"Ikut aku," tekan Natta menarik Kayna untuk keluar dari kelas.
__ADS_1