
Sudah hampir seminggu Natta tidak bekerja lagi di kafe Dio. Juga selama itu pula hubungan di antara Kayna dan Natta belum ada perkembangan untuk baikan. Seperti sepihak saja. Natta masih berjuang untuk membuat Kayna kembali seperti semula. Namun sifat keras kepala Kayna seperti menahan hubungan mereka bertahan di atas ketidak pastian.
Dan di sinilah puncaknya. Dimana hari sabtu ini Natta,Dio, dan juga Arka berniat berkunjung ke puncak. Namun bukan hanya mereka saja yang pergi, melainkan ada beberapa gadis yang sengaja mereka ajak. Seperti Airin yang memang diajak oleh Arka, Kayna yang diajak oleh Dio tetapi dengan syarat Olin juga ikut serta. Juga Sasa yang memakaa Airin untuk ikut setelah mengetahui rencana dari ketiga sahabat itu. Lebih tepatnya Dio memang yang sudah merencanakan jauh-jauh hari.
Ada sesuatu yang sangat ingin Dio lakukan untuk Kayna.
"Nat-natta," panggil Olin menghampiri Natta.
Tampak keraguan dari wajah Olin yang diperlihatkan. Seperti ingin mengungkapkan sesuatu namun tertahan.
"Kalau mau bahas Kay, sebaiknya tidak usah Lin. Selama ini aku sudah cukup berusaha untuk membuat dia kembali seperti dulu," balas Natta membuat Olin memurungkan wajahnya.
Meski secara personal Olin sendiri menyukai Natta, namun hanya sebatas kagum karena Natta memiliki wajah tampan dan cenderung cuek. Namun bagi Olin Natta dan Kayna sangatlah serasi. Olin salah satu saksi bagaimana keduanya dulu saling menebar benci lalu menjadi cinta. Dan kini berakhir dengan saling diam tanpa kepastian. Itu membuat Olin sebagai sahabat Kayna merasa tidak tega.
Kayna selalu bersikap acuh akan Natta, namun diam-diam gadis itu masih memperhatikan Natta. Olin selalu melihat itu.
__ADS_1
"A-aku tahu Natta, tapi aku cuma mau bilang. Kay nggak bener-bener marah dan menjauh dari kamu, dia cuma ingin kamu jujur Natta," beritahu Olin membuat Natta yang tadinya enggan menanggapi Olin seketika menatap ke arah Olin.
Kepala Olin mengangguk kecil. "A-aku udah tahu siapa kamu Natta," ujar Olin setelah itu pergi.
Terdengar helaan napas yang sangat dalam. Natta sempat memejamkan matanya sejenak, sebelum akhirnya suara Dio mengejutkannya.
"Natta, buruan masuk!" titah Dio yang sudah siap di mobilnya.
Menggunakan dua mobil. Dio, Natta, Kayna dan juga Olin berada di satu mobil milik Dio. Sementara Arka, Dirga, Airin dan juga Sasa menggunakan mobil Arka di belakang mengikuti mereka.
"Nat, kalau mau resign bilang dong," goda Dio dengan kekehan.
"Aku keluar Di," balas Natta membuat Dio menoleh. Baru setelah itu terdengar tawa dari Dio.
"Kaku banget kamu!" tampak Dio menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan Natta.
__ADS_1
"Terserah lah!" balas Natta tanpa minat.
Sementara Kayna terdiam di belakang keduanya. Ia sendiri sedari tadi lebih memilih untuk diam. Begitu juga dengan Olin.
"Please lah Nat, nikmati liburan kali ini. Oke aku ngerti. Mungkin masalah kamu itu terlalu besar tap-"
"Kucing Di," sela Natta membuat Dio reflek menginjak remnya.
"S**lan!" umpat Dio tidak melihat adanya kucing sama sekali di jalanan.
"Dimana bre****k?" tanya Dio kesal karena ulah Natta.
"Di game," ujar Natta membuat Dio mencoba menahan kesal. Tidak mungkin dia menendang Natta untuk keluar dari mobilnya. Ayah Natta sudah berjasa banyak untuknya. Meski sikap Natta terlampau menyebalkan akhir-akhir ini.
Sementara Kayna dan Olin menahan tawa di belakang. Tanpa Kayna ketahui. Sudut bibir Natta tertarik ke atas melihat senyum Kayna dari balik spion mobil. Ada perasaan senang melihatnya meski tidak secara langsung.
__ADS_1
Kamu dekat tapi terasa jauh Batin Natta menatap wajah Kayna dari spion mobil.