Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Selalu Peduli


__ADS_3

Bel istirahat tidak Kayna gunakan untuk mengisi perutnya ke kantin seperti teman-temannya yang lain. Gadis itu lebih memilih untuk pergi ke perpustakaan menghabiskan waktu jam istirahat.


Berita tentang renggangnya hubungan Kayna dan juga Natta juga sudah banyak diketahui siswi-siswi di sekolah. Bahkan tidak sedikit yang mulai berusaha untuk mencari perhatian Natta. Tidak terkecuali Sasa yang semakin gencar mendekati Natta dengan berbagai alasan. Seperti minta bantuan Natta untuk membenarkan mobil yang sengaja dibuat mogok olehnya. Juga alasan lain yang dibikin sendiri oleh Sasa. Karena jika dengan makanan yang biasa Sasa buat untuk Natta. Itu sudah pernah ditolak mentah-mentah oleh Natta. Namun tidak membuat Sasa berhenti begitu saja.


"Natta!" teriak Airin mengejar Natta.


Ini untuk yang pertama kalinya Airin berani mendekati Natta kembali secara terang-terangan setelah kejadian waktu itu.


Tidak menanggapi panggilan dari Airin, Natta memilih untuk tetap berjalan ke kantin.


"Natta tunggu!" teriak Airin lagi masih berusaha.


Seketika itu juga langkah Natta terhenti. Ia sempat menghela napas dalam sebelum mengambil keputusan untuk menunggu gadis yang sedari tadi terus memanggil namanya.


"Berhenti ganggu aku Irin!" tekan Natta tanpa melihat ke lawan bicaranya.


"Natta aku cuma mau-"


"Natta, sayang!" itu suara Arka yang tiba-tiba datang menghampiri keduanya.


Seketika itu juga sudut bibir Natta tertarik ke atas. Sementara Airin tampak menahan kesal meski sedang dia coba tutupi agar tidak terihat oleh Arka.

__ADS_1


"Arka, kamu mau ke kantin?" tanya Airin tersenyum tipis.


Kepala Arka mengangguk. Ia merangkul Airin juga berjalan pelan ke arah Natta.


"Ayo Nat! udah laper banget aku," ujarnya mencolek hidung Airin gemas.


"Berhenti Arka. Jangan lakuin ini di sekolah!" protes Airin tampak keberatan.


"Kenapa sih Irin? semua orang tahu kalau kamu punya aku, nggak akan ada yang keberatan apa lagi di rumah kita juga sudah melakukan lebih dari ini," ujar Arka membuat Airin tampak merasa keberatan.


Tapi aku yang keberatan Arka. Yang aku mau bukan kamu tapi dia ujar Kayna dalam hati melirik Natta ketika melewatinya.


"Natta mau kemana?" tanya Arka melihat Natta yang berjalan keluar setelah membeli dua botol minum juga beberapa roti.


"Ke perpus," balas Natta diangguki oleh Arka.


Sementara Airin sangat menyayangkan kepergian Natta. Sejujurnya ia selalu suka melihat adanya Natta di dekatnya meski sikap Natta selalu cuek dan bahkan terkadang jahat jika sedang berdua. Namun Airin tidak gentar, ia juga tidak menyerah.


"Irin mau apa?" tanya Arka memainkan rambut Airin.


"Samain kamu aja Ar," balas Airin dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


Mencari keberadaan Kayna di taman tidak kunjung ditemui akhirnya Natta memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Hampir saja menyerah karena ia juga tidak menemukan keberadaan Kayna.


"Dimana sih Kay?" gumamnya.


Langkahnya pelan untuk menuju ke ruangan yang lebih dalam lagi. Langkah Natta seakan membawanya ke pojok ruangan. Dimana di sana hanya ada beberapa siswi saja yang sedang membaca buku. Kedatangan Natta jelas menjadi pusat perhatian, hanya satu gadis yang sepertinya sama sekali tidak tertarik akan kedatangan Natta. Dan itu membuat sudut bibir Natta seketika tertarik ke atas.


Kayna sedang menelungkupkan kepalanya. Gadis itu tertidur di meja perpustakaan.


"Niat banget tidur di sini," ujar Natta seketika membuat Kayna terbangun.


Bukan karena ucapan Natta baru saja. Melainkan apa yang dilakukan oleh Natta baru saja membangunkan Kayna seketika. Dengan sengaja Natta menempelkan botol minuman dingin di tengkuk leher Kayna. Hal itu jelas membuat Kayna langsung terbangun.


Sorot mata Kayna menyiratkan akan ketidak sukaannya dengan kedatangan Natta. Namun tidak begitu dipedulikan oleh Natta.


"Sorry, tadi lupa minumnya, pasti nggak enak banget ya makan bubur tanpa minum?" kekeh Natta sengaja duduk di sebelah Kayna.


"Ngapain ke sin-"


"Minum dulu Kay," sela Natta menatap manik mata Kayna yang juga sedang menatapnya.


"Minum, setelah itu aku pergi," lanjut Natta seperti perintah.

__ADS_1


__ADS_2