Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Siapa Sebenarnya?


__ADS_3

Plak


Tamparan cukup keras dari Kayna telah Natta dapatkan. Kejadian itu dialaminya setelah beberapa detik yang lalu Natta menanyakan hal yang tidak semestinya.


Entah dorongan dari mana, atau rasa penasaran yang timbul dari dalam hatinya, Natta benar-benar menanyakan tentang kesucian Kayna. Wajar jika Natta kini mendapatkan warna merah pada pipinya. Tamparan Kayna untuknya tidaklah main-main. Bahkan jika Kayna tega, ia akan menambahkan tamparannya untuk pipi sebelah Natta yang belum mendapat bagian.


"Kenapa kamu nampar aku Kay?" tanya Natta dengan bodohnya.


Kepala Kayna menggeleng pelan. Matanya masih menatap wajah Natta dengan tajam juga lekat, lalu ia kembali ingin menambah pukulan pada lengan Natta, bukan pada pipi lagi. Namun segera Natta tangkis dengan menangkap pergelangan tangan Kayna.


"Lepas Natta!" tolak Kayna mendapat gelengan kepala dari Natta.


Tidak mungkin Natta akan melepaskan cekalan tangannya begitu saja. Itu jelas kesempatan emas untuknya.


"Maafin aku dulu baru aku lepasin," balas Natta membuat Kayna berdecak sebal.

__ADS_1


Sudah menanyakan hal yang membuat emosinya tersulut kini dengan mudahnya minta maaf begitu saja. Namun Kayna kini sedang sangat berbaik hati sekali. Terbukti dari kepalanya yang mengangguk pelan.


"Makasih Kay, and sorry," ujarnya diangguki kembali oleh Kayna.


Perlahan cekalan pada tangannya mulai merenggang, sampai akhirnya benar-benar Natta lepaskan. Kali ini Natta menatap Kayna dengan serius. Ia mengamati wajah Kayna yang sedang menatapnya dalam.


"Kamu tahu siapa yang udah lukain kamu?" tanya Natta seketika membuat Kayna menatapnya dengan diam.


"Jangan salah paham Kay, aku tidak ingin kamu terluka lagi," lanjut Natta tanpa beralih dari pandangannya terhadap Kayna.


"Kay, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya mama Mita membuat Kayna menghela napasnya dalam.


Itu untuk yang ke 4 kalinya mama Mita menanyakan hal yang sama. Kayna mulai jengah untuk terus menyembunyikannya.


"Kay," mama Mita menggenggam tangan Kayna untuk meyakinkan.

__ADS_1


Mendengar berita tentang Kayna yang dilarikan ke rumah sakit saja tadi sudah membuat beliau syok. Namun setelah melihat putrinya baik-baik saja beliau sangatlah lega. Kini beliau sangat penasaran dengan kejadian yang menimpa Kayna sampai harus dilarikan ke rumah sakit.


"Ada yang sengaja mau jahilin aku ma," ujar Kayna pada akhirnya.


"Maksud kamu Kay? ada yang mau nyelakain kamu?" tanya mama Mita dijawab Kayna dengan senyum tipis juga anggukan kepala pelan.


"Mungkin, mama dengerin dulu ya?" ujar Kayna mulai menceritakan kejadia yang menimpanya tadi pagi di belakang sekolah.


Bahkan Kayna menceritakan begitu detail. Dari ketika ia baru datang dan mendapatkan pesan singkat dari Olin untuk datang ke belakang sekolah, yang ternyata bukan Olin yang mengirimkannya.


Mendengar apa yang Kayna ceritakan semakin membuat mama Mita syok. Beliau semakin takut jika mungkin saja apa yang menimpa Kayna itu ada hubungannya dengan Natta. Tidak menutup kemungkinan jika dalang dibalik ini semua seseorang yang sudah tahu siapa Natta sebenarnya.


"Tapi siapa Kay?" bingung mama Mita.


Kayna menggelengkan kepalanya pelan. Ia sendiri tidak tahu pasti siapa pelaku yang tega menyuruh seorang siswa untuk membuatnya terlihat nakal di depan Natta. Jelas di depan Natta karena foto tersebut niat dikirimkan agar Natta melihatnya.

__ADS_1


"Nggak mungkin," lirih Kayna menggelengkan kepalanya.


__ADS_2